Sukses

Fungsi Lensa Kontak Mata, Jenis, dan Risiko Penggunaannya

Liputan6.com, Jakarta Fungsi lensa kontak mata tentunya tidak berbeda dengan kacamata. Karena itulah, penggunaan lensa kontak bisa menjadi pilihan alternatif untuk memperbaiki kualitas penglihatan kamu. bentuknya yang kecil, tipis, dan ringkas menjadikan lensa kontak praktis digunakan. 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan lensa konta, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu. Pilihlah jenis lensa kontak yang paling sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan dan sesuai arahan dari dokter.

Fungsi lensa kontak mata adalah untuk memperbaiki gangguan penglihatan. Berbagai gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), rabun tua (presbiopi), dan astigmatisme dapat diredakan dengan penggunaan lensa kontak yang tepat.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/2/2020) tentang fungsi lensa kontak mata

2 dari 4 halaman

Jenis Lensa Kontak

Ada 2 jenis lensa kontak mata, yaitu Soft Contact Lenses dan Hard Contact Lenses.

Soft Contact Lenses

Seperti namanya, lensa jenis ini lembut dan lentur sehingga nyaman digunakan. Namun, soft lens lebih rapuh dan perlu dibersihkan lebih sering daripada hard lenses karena terbuat dari bahan silicone hydrogel, yaitu jenis plastik lembut yang mampu menyerap banyak air.

Ada beberapa variasi jenis soft lens yang umum tersedia:

- Reusable lenses. Jenis lensa ini dapat digunakan berulang kali, dengan kisaran masa pakai 2 minggu hingga 1 tahun. Meski dapat digunakan setiap hari, namun lensa perlu dibersihkan setiap sebelum dan sesudah digunakan, dan juga perlu disimpan dengan baik untuk menghindari kontaminasi.

- Daily disposable lenses. Merupakan jenis soft lens sekali pakai, yang dapat membantu mengurangi risiko iritasi dan kekeringan pada lapisan mata. Kamu tidak perlu repot-repot membersihkannya karena kamu tinggal membuangnya dan menggunakan lensa kontak baru di keesokan harinya. Jenis ini cocok bagi kamu pengguna lensa kontak dengan mobilitas tinggi, atau yang memiliki riwayat alergi maupun iritasi pada pemakaian reusable lenses.

Hard Contact Lenses

Di samping itu, hard lens memiliki bentuk yang lebih kaku dan keras, tetapi memberikan penglihatan yang lebih tajam. Selain itu, lensa ini memiliki pori-pori yang memungkinkan oksigen mencapai kornea. Hal ini dapat mengurangi masalah yang disebabkan ketika kornea tidak mendapat cukup oksigen.

3 dari 4 halaman

Fungsi Lensa Kontak Mata

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi lensa kontak mata tidak berbeda dengan kacamata, yaitu untuk memperbaiki gangguan penglihatan. Penggunaan fungsi lensa kontak mata ini tentunya menjadi alternatif yang lebih praktis daripada menggunakan kacamata.

Fungsi lensa kontak mata adalah untuk memperbaiki gangguan penglihatan. Berbagai gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), rabun tua (presbiopi), dan astigmatisme dapat diredakan dengan penggunaan lensa kontak yang tepat.

Fungsi lensa kontak mata juga dapat membuat penampilan kamu terasa lebih alami dibandingkan menggunakan kacamata. Dengan fungsi lensa kontak mata yang memiliki tingkat kepraktisan yang tinggi, kamu akan semakin dimudahkan dalam menjalan aktivitas.

Tidak seperti kacamata, dengan fungsi lensa kontak mata, kamu tidak akan terganggu saat melakukan berbagai kegiatan seperti saat berlari, bermain sepak bola, atau saat bertanding badminton.

Selain itu, fungsi lensa kontak mata lensanya juga tidak mudah buram akibat terpapar kotoran saat beraktivitas dan berkabut saat suhu ruangan turun. Pengguna lensa kontak pun dapat merasa penglihatannya lebih bebas, karena tidak terhalang oleh gagang maupun bingkai kacamata.

4 dari 4 halaman

Risiko Penggunaan Lensa Kontak

Jika tidak merawat kebersihan lensa kontak dengan baik, kamu akan lebih rentan mengalami berbagai gangguan mata. Berikut beberapa gangguan mata yang dapat dialami oleh pengguna kontak lensa:

Sindrom Mata Kering

Sindrom mata kering dapat terjadi karena menggunakan lensa kontak terlalu lama, atau berada di ruangan dengan pendingin, dan mengabaikan petunjuk penggunaan lensa kontak.

Sindrom mata kering merupakan kondisi umum ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau air mata menjadi terlalu cepat kering. Hal ini memicu peradangan dan iritasi pada mata.

Beberapa gejala yang terjadi saat kamu mengalami sindrom mata kering diantaranya adalah mata merah, mata terasa kering, berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari, penglihatan buram yang dapat membaik bila mengedipkan mata, hingga sulit membuka mata ketika bangun tidur.

Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan salah satu risiko gangguan mata akibat penggunaan kontak lensa yang tidak tepat. Kondisi ini ditandai dengan lapisan paling luar mata yang menjadi merah. Konjungitivitis atau ‘mata merah’ bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi dari lensa kontak. Selain merah, mata juga menjadi berair.

Abrasi Kornea

Selain itu, risiko gangguan mata selanjutnya karena lensa kontak yang kotor dapat menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani, abrasi dapat menjadi ulkus kornea dan dapat menyebabkan penurunan penglihatan menetap.

Keratitis

Sedangkan, keratitis merupakan peradangan pada kornea mata. Penyebabnya antara lain cedera ringan akibat penggunaan lensa kontak terlalu lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit akibat proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar.

Gejalanya berupa mata merah, terasa perih, sulit membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, dan terasa seperti ada sesuatu di dalam mata. Jika tidak segera diobati, keratitis dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.