Sukses

Kenali 4 Jenis Freon AC Mobil, Jangan Salah Pakai

Liputan6.com, Jakarta Jenis Freon AC mobil perlu kamu kenali agar tidak salah menggunakan. Freon merupakan zat cair yang bertugas menyerap panas laten pada sistem AC melalui proses penguapan di evaporator. Tentunya kegunaan Freon ini sangat berguna untuk AC mobil.

AC mobil merupakan sistem pendingin ruangan atau kabin mobil sehingga udara di dalamnya terasa sejuk. Saat ini, dapat dikatakan jika AC merupakan kebutuhan pokok setiap mobil, terutama di daerah dengan suhu udara cukup panas seperti di Indonesia. Karena itulah semua produsen mobil mengaplikasikan AC pada hampir setiap unit mobil yang diproduksi.

Jenis Freon AC mobil memiliki peranan sangat penting untuk kenyamanan berkendara. Dengan adanya beberapa jenis Freon AC mobil yang biasa digunakan, tentunya kamu perlu mengenalinya agar udara dalam mobil lebih sejuk dan nyaman.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang jenis freon AC mobil dari berbagai sumber, Rabu (19/2/2020).

2 dari 5 halaman

Jenis Freon AC Mobil R-134a

Jenis Freon AC mobil yang pertama adalah R-134a. R-134a merupakan Freon atau refrigeran HFC (Hydrofluoro carbon) yang umum digunakan sebagai refrigeran pada sistem pendingin mobil.

Jenis Freon AC mobil ini tidak mengandung unsur chloro, sehingga R-134a aman tidak merusak lapisan ozon. Sehingga banyak perusahaan otomotif menjadikan jenis Freon AC mobil satu ini sebagai refrigeran standar.

Ciri-ciri jenis Freon AC mobil R-134a ini adalah titik didih 26,1 derajat Celcius pada tekanan 1 atm, tekanan penguapan 668 Kpa pada suhu 25 derajat Celcius, Suhu kritis 101 derajat Celcius, tekanan kritis 4060 Kpa, tidak menyebabkan korosi , memiliki struktur kimia yang stabil, memiliki kemampuan dielektrik yang tinggi.

Penggunaan R-134a tidak dapat digabungkan dengan jenis Freon AC mobil lain seperti R-12 ataupun R-22. Karena keduanya memiliki struktur serta karakter yang berbeda sehingga, komponen sistem AC R-134a dibuat dengan bahan yang berbeda dengan sistem AC CFC. Namun jenis Freon AC mobil ini masih memiliki GWP yang tinggi. Sehingga, R-134a bisa memicu pemanasan global.

3 dari 5 halaman

Jenis Freon AC Mobil R-12

R-12 masuk dalam Freon CFC ( chloro floro carbon). Bahan penyusun utama freon jenis ini adalah ethane dan methane yang tersusun dari fluor, chlor, dan carbon pada komposisinya. Zat chlor akan berdampak pada penipisan ozon, karena itulah Freon ini sudah tidak dipakai lagi.

Ciri-ciri jenis Freon AC mobil R-12 adalah titik didih 29,8 derajat Celcius pada tekanan 1 atm, tekanan penguapan 11,8 psig pada 15 derajat Celcius, tekanan kondensasi 93,3 psig pada 30 derajat Celcius, tidak berwarna, tidak korosif, tidak terbakar dan tidak beracun, stabil pada suhu rendah maupun tinggi, dan mempunyai kemampuan dielektrik yang tinggi. 

Pada tahun 80-an sampai awal tahun 90-an jenis Freon AC mobil ini banyak diaplikasikan sebagai freon pada sistem ac mobil. Apalagi Freon ini memiliki tekanan kerja dan suhu lebih rendah, selain itu harganya juga relatif murah. Setelah diketahui bahwa chlor yang terkandung dalam R-12 berbahaya bagi lingkungan, gas ini dilarang untuk digunakan sebagai Freon AC mobil.

4 dari 5 halaman

Jenis Freon AC Mobil Hydrocarbon

Hydrocarbon merupakan jenis Freon AC mobil yang terbuat dari bahan alami hidrogen dan karbon. Hydrocarbon digunakan untuk mengganti refrigerant sintetis yang menyebabkan dampak negatif dari mulai penipisan ozon sampai pemanasan global. Selain tidak merusak ozon, Hydrocarbon memiliki tingkat GWP yang kecil sehingga dapat mencegah terjadinya pemanasan globah yang lebih parah.

Hydrocarbon memiliki karakter yang hampir sama dengan freon sintetis. Namun Hydrocarbon merupakan zat yang mudah terbakar. Sehingga perlu peralatan khusus untuk mendukungnya sebagai Freon AC mobil.

Meski dikenal lebih ramah lingkungan, hydrocarbon masih jarang digunakan sebagai Freon AC mobil di Indonesia karena pemakaian yang salah bisa saja menimbulkan rawan terbakar. Salah mengisi jenis freon AC mobil tentu saja berisiko membuat komponen AC mobil bermasalah.

5 dari 5 halaman

R-22

R-22 merupakan jenis Freon AC mobil yang dibuat pada pertengahan tahun 90-an untuk menggantikan R-12. R-22 atau chloro difluoro methane masuk dalam kategori HCFC.

Hidrochloro fluoro carbon atau disingkat HCFC masih menyebabkan kerusakan ozon, tapi pengaruhnya lebih sedikit dibandingkan R-12. R-22 merupakan freon yang cukup populer, karena banyak digunakan untuk sistem pendingin ukuran kecil salah satunya sistem pendingin mobil.

Ciri-ciri jenis Freon AC mobil R-22 ini adalah titik didih 40,8 derajat Celcius pada 1 atm, tekanan kondensasi 158,2 psi pada suhu 30 derajat Celcius, tekanan penguapan 28,3 psi pada suhu 15 derajat Celcius, tidak korosif terhadap logam, mempunyai kemampuan dielektrik yang besar, mempunyai kemampuan menyerap air yang baik. 

HCFC masih mengandung unsur chloro yang dapat merusak ozon. Sehingga pemakaian R-22 secara berlebihan akan sangat berbahaya terhadap lingkungan.