Sukses

6 Jenis Batu Akik Warna Hijau dan Namanya, Kenali Keunikannya

Liputan6.com, Jakarta Batu akik warna hijau merupakan salah satu jenis batu yang paling digemari. Dibandingkan dengan jenis batu akik lainnya, jenis batu akik warna hijau lebih memiliki pesona keindahannya sendiri.

Biasanya, jenis batu akik warna hijau sering digunakan untuk hiasan batu permata pada cincin, kalung, gelang, dan lain sebagainya. Batu akik digunakan sebagai batuan permata untuk dijadikan hiasan pada cincin atau kalung.

Tidak berbeda jauh dengan jenis batu akik lainnya, jenis batu akik warna hijau juga memiliki khasiat atau manfaat bagi orang yang menggunakannya. Buat kamu yang ingin menjadikan batu akik warna hijau sebagai koleksi, kamu perlu mengetahui jenis batu akik warna hijau dan namanya.

Masing-masing jenis batu akik warna hijau tersebut memiliki bentuk dan warna yang berbeda-beda. Berikut jenis batu akik warna hijau dan namanya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (20/2/2020).

2 dari 7 halaman

Batu Akik Garut

Jenis batu akik warna hijau dan namanya pertama adalah Batu Akik Garut. Batu Akik Garut merupakan salah satu batu akik yang berasal dari tanah Jawa, tepatnya di Kecamatan Bungbulang, Garut, Jawa Barat.

Jenis batu akik ini sudah cukup populer sejak zaman Belanda, bahkan saat itu mereka melakukan eksploitasi. Lalu kembali populer semenjak Indonesia dihebohkan dengan keindahan batu akik.

Batu Akik Garut lebih dikenal dengan batu hijau garut, karena batu akik ini memiliki berbagai warna hijau, seperti hijau lumut, hijau kristal, hijau toska dan lain sebagainya di semua permukaannya. Ciri lain dari batu akik garut ini jika disorot lampu, di dalamnya terdapat serat kayu dan gelembung menyerupai awan.

Batu akik garut yang sudah mengalami sistem pewarnaan akan memiliki warna yang lebih pekat pada permukaan batu. Ada beberapa jenis batu akik garut yang sangat diburu oleh kolektor adalah jenis chrysopase atau yang lebih disebut sebagai batu hijau garut ohen, sehingga keberadaan batu jenis ini sangat langka.

3 dari 7 halaman

Batu Topaz

Jenis batu akik warna hijau dan namanya berikutnya adalah Batu Topaz. Batu ini ditemukan di negara Brazil, Srilanka, Meksiko, dan Rusia.

Topaz murni tidak berwarna dan transparan, namun biasanya diwarnai oleh impuritas; topaz biasa berwarna kuning, abu-abu muda atau jingga kemerahan, dan biru cokelat. Selain itu ada juga warna putih, hijau muda, biru, emas, merah jambu (langka), kuning kemerahan sampai transparan.

Batu topaz merupakan batu mulia yang termasuk paling banyak digunakan untuk cincin permata dan hiasan permata pada perhiasan lainnya seperti gelang, kalung dan liontin. Selain memiliki kadar kekerasan 7–8 skala moch scale, kristal batu topaz tergolong cukup mendukung struktur fraktalnya untuk memancarkan kembali sinar yang diserap, sehingga keindahan kemilau cahaya khas dari sebuah permata dapat terlihat pada batu topaz.

Di Indonesia ada banyak penyebutan nama-nama untuk batu topaz ini. Ada yang menyebutnya batu daud, mirah cempaka dan batu selong. Meskipun batu ini termasuk salah satu batu yang sangat keras, tetapi saat terbentur dengan sangat keras atau mengalami perubahan suhu yang sangat ekstrem, batu topaz akan rusak atau retak.

Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki cincin permata batu topaz harus ekstra hati-hati menjaganya dari perubahan suhu atau benturan yang keras.

4 dari 7 halaman

Batu Lumut Sungai Dareh

Jenis batu akik warna hijau dan namanya berikutnya adalah Batu Lumut Sungai Dareh. Batu indah berwarna kehijauan ini merupakan salah satu batu yang banyak diburu bagi para pecinta batu akik dari berbagai penjuru tempat.

Di daerah asalnya di Sumatra Barat, batu ini disebut dengan nama Batu Lumuik Sungai Dareh yang tepatnya berasal dari Sungai Batanghari. Layaknya perhiasan pada umumnya, batu lumuik merupakan olahan dari batu mentah yang diperoleh dari dasar sungai.

Batu mentah ini kemudian dipotong, dibentuk menggunakan gerinda, dan terakhir dihaluskan. Batu yang telah dihaluskan tersebut kemudian dipasangkan sebagai batu perhiasan pada cincin, gelang, kalung, dan sebagainya.

5 dari 7 halaman

Batu Zamrud

Pada zaman kerajaan, jenis batu bacan termahal ini juga dianggap sebagai lambang kemakmuran dan kedamaian. Batu ini memiliki warna hijau terang sampai hijau tua.

Kini batu zamrud dianggap sebagai batu langka dan mahal. Batu ini diburu para kolektor di seluruh dunia hingga harga miliaran rupiah.

6 dari 7 halaman

Batu Palamea

Batu Palamea berasal dari nama desa tempat pertama kali batu ini diambil yaitu di Desa Palamea, Kepulauan Kasiruta. Batu Bacan Palamea memiliki kekhasan tersendiri. Batu Palmea berwarna hijau muda kebiruan. Komposisi kandungan kapur (Chrysocolla) bacan Palamea lebih banyak dibandingkan dengan bacan Doko.

Jika proses kristalisasi Batu Deko dikenal cepat, Batu Palamea berlaku sebaliknya. Meski begitu, jenis batu ini menjadi buruan para kolektor dengan harga fantastis. Batu ini juga sangat populer di kalangan pecinta batu akik.

7 dari 7 halaman

Batu Bacan Doko

Batu Doko berasal dari nama desa tempat pertama kali batu ini di temukan yaitu di Desa Doko, Kepulauan Kasiruta, Halmahera, Maluku Utara. Batu Doko memilki warna yang khas yaitu mulai dari hijau bening hingga gelap.

Jenis batu akik warna hijau ini juga dikenal sebagai batu "hidup" karena kemampuannya menyerap energi di sekitarnya. Batu ini bisa berubah warna menjadi hijau helap setelah dipakai atau disimpan dalam waktu lama.

Ketika didekatkan pada emas atau perak, warna batu ini juga akan berubah. Banyak orang percaya, warna batu ini menghadirkan ketenangan bagi siapa pun yang memandangnya. Batu ini bisa dihargai hingga ratusan juta dinilai dari kualitasnya.