Sukses

7 Lemak Baik untuk Penderita Kolesterol Tinggi, Aman Dikonsumsi

Liputan6.com, Jakarta Makanan mengandung lemak kerap dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi. Jika dilihat, kolesterol memiliki sisi baik dan buruk. Pada tingkat normal, kolesterol adalah zat penting bagi tubuh. Kolesterol berperan untuk pembentukan membran sel, hormon tertentu, dan vitamin D.

Namun, pada orang dengan kolesterol tinggi berisiko memiliki tumpukan kolesterol pada pembuluh darahnya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit yang fatal seperti serangan jantung dan stroke. Maka penderita kolesterol tinggi penting untuk menjaga pola makan dengan mengonsumsi lemak baik.

Ya, tidak semua lemak bersifat jahat. Terdapat beberapa jenis lemak, yaitu lemak tak jenuh, lemak jenuh, lemak trans, lemak cis, dan asam lemak omega. Lemak tak jenuh dibagi menjadi dua, antara lain lemak tak jenuh rantai tunggal dan lemak tak jenuh rantai banyak.

Jenis lemak jenuh sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Sedangkan mengonsumsi makanan dengan lemak baik dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Apabila kamu termasuk penderita kolesterol tinggi atau tidak, kamu masih bisa tetap aman mengonsumsi makanan dengan lemak.

Berikut beberapa makanan lemak baik yang aman dikonsumsi penderita kolesterol tinggi yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (24/2/2020).

2 dari 8 halaman

Telur

Banyak yang mengira konsumsi telur terlebih pada bagian kuningnya sebaiknya tidak dikonsumsi penderita kolesterol tinggi. Padahal sebutir telur mengandung 5 gram lemak dan hanya 1,5 gram yang memiliki lemak jenuh.

Jadi, mengonsumsi telur tidak akan melambungkan kadar kolesterol. Bahkan, konsumsi telur dalam jumlah wajar akan membantu meningkatkan kesehatan jantung karena merupakan sumber kolin yang baik.

3 dari 8 halaman

Tahu

Tahu tidak terlalu tinggi kandungan lemaknya, sehingga merupakan sumber makanan yang baik akan lemak tak jenuh. Baik rantai tunggal maupun banyak. Selain itu, tahu juga kaya kalsium. Jadi, buat kamu yang memiliki koletserol tinggi dapat mengonsumsi tahu asalkan tidak digoreng.

4 dari 8 halaman

Ikan

Beberapa jenis ikan mengandung asam lemak omega yang tinggi. Asam lemak omega merupakan salah satu jenis lemak baik.

Selain itu, omega juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Beberapa jenis ikan yang mengandung tinggi omega-3 seperti salmon, makerel, hering, tuna, dan sarden.

5 dari 8 halaman

Biji-bijian

Lemak baik untuk penderita kolesterol tinggi selanjutnya yang aman dikonsumsi adalah biji-bijian, seperti flaxseed. Terdapat asam lemak omega-3 pada flaxseed. Mengonsumsi flaxsedd dapat dikombinasikan dengan oatmeal, serealia, salad, yogurt, dan lainnya.

Kalau sulit menemukan flaxseed, kamu bisa mencoba biji chia yang juga menyimpan asam lemak omega-3 sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar koletserol LDL.

6 dari 8 halaman

Kacang-kacangan

Jenis kacang-kacangan juga termasuk makanan yang baik untuk jantung sehat. Kacang-kacangan seperti kacang brazil, alomn, pistachio, dan lain sebagainya memiliki asam lemak omega-3 di dalamnya.

Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serta yang larut dalam air sehingga dapat menurunkan kadar koletserol jahat (LDL).

7 dari 8 halaman

Buah

Lemak baik untuk penderita kolesterol tinggi selanjutnya adalah buah. Beberapa buah memiliki kandungan lemak baik, seperti alpukat. Alpukat kaya akan lemak baik yang cocok untuk dikonsumsi penderita kolesterol tinggi.

Hal ini dikarenakan alpukat mengandung lemak tak jenuh rantai tunggal. Kamu dapat mengonsumsi alpukat secara mentah atau dikombinasikan dengan makanan lain seperti salad atau roti.

8 dari 8 halaman

Minyak

Penderita kolesterol tinggi mungkin menghindari minyak atau makanan dengan minyak. Namun, kini kamu tidak perlu takut mengonsumsi makanan dengan minyak. Kamu bisa menggunakan minyak yang mengandung lemak baik, yaitu lemak tak jenuh.

Minyak yang mengandung lemak tak jenuh rantai banyak adalah minyak jagung, kacang kedelai, dan kacang. Minyak tak jenuh rantai tunggal juga mengandung lemak baik, seperti minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak bunga matahari.

 

Loading