Sukses

Perbedaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer yang Bikin Hilang Ingatan

Liputan6.com, Jakarta Perbedaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer perlu benar-benar diperhatikan. Walaupun sama-sama memiliki gejala berupa membuat penderitanya kehilangan ingatan, ketiga penyakit tersebut memiliki berbagai perbedaan mendasar yang pelu diketahui agar tidak salah dalam menanganinya.

Ketiga penyakit tersebut berhubungan dengan gangguan otak yang membuat penderitanya kesulitan untuk mengingat sesuatu. Biasanya Demensia dan Alzheimer lebih identik terjadi pada orang yang berusia lanjut atau lansia, sedangkan amnesia bisa terjadi pada siapa saja karena benturan keras di kepala.

Perbedaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer perlu diketahui agar tidak salah dalam penanganannya. Apalagi, jika salah diagnosis dan penanganan tidak sesuai dapat menyebabkan penyakit tersebut malah menimbulkan komplikasi baru yang tidak kalah merepotkan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (25/2/2020) tentang perbedaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer

2 dari 4 halaman

Amnesia

Dalam mengenali perbedaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer, tentunya kamu perlu mengetahui ciri-ciri masing-masing penyakit tersebut. Amnesia sendiri bisa dikenali sebagai jumlah momen yang terlupakan secara abnormal, sehingga mengalami kehilangan memori. Amnesia yang terjadi dapat hanya sementara hingga permanen.

Penyebab Amnesia yang paling sering terjadi adalah karena cedera kepala, stroke, hingga demensia. Selain mengalami gejala lupa ingatan jangka pendek maupun panjang, Amnesia juga dapat menyebabkan terganggunya kemampuan menghasilkan memori baru, sehingga hanya momen-momen tertentu saja yang diingat.

3 dari 4 halaman

Demensia

Demensia sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala penyakit. Perbedaaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer ini semakin kentara karena demensia dapat menjadi salah satu gejala dari Amnesia ataupun Alzheimer.

Demensia menggambarkan suatu gejala yang menyebabkan penurunan memori dan fungsi kognitif lainnya. Akibatnya, seseorang akan mengalami penurunan kemampuan dalam beraktivitas sehari-hari. Gejala dari demensia yang dapat terjadi adalah halusinasi, perubahan suasana hati yang tiba-tiba, dan lain-lain.

Berbagai gejala spesifik yang berhubungan dengan demensia ini tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Biasanya, kehilangan memori adalah gejala yang sering terjadi pada seseorang yang mengidap demensia, seperti Alzheimer. Selain itu, seseorang dapat mengalami lebih dari satu jenis demensia, yang umumnya disebut dengan demensia campuran.

4 dari 4 halaman

Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah sebuah penyakit pada otak yang secara perlahan dapat menyebabkan penurunan daya ingat seseorang dan fungsi kognitif lainnya. Penyebab Alzheimer sendiri adalah terjadinya penumpukan protein pada otak yang membentuk plak. Akibatnya, koneksi antara otak dengan sel-sel saraf akan terhambat. Hal tersebut dapat mengakibatkan hilangnya jaringan otak.

Alzheimer merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami gejala Demensia. Alzheimer adalah penyebab dari 60 hingga 70 persen kasus Demensia. Alzheimer juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk penyakit spesifik dari demensia.

Gejala awal demensia adalah kesulitan berpikir dan mengambil keputusan. Sedangkan orang dengan Alzheimer biasanya ditandai dengan kesulitan mengingat berbagai hal dan akan mengalami gejala demensia seiring dengan berjalannya waktu.

Sebagian besar orang yang mengidap gangguan penyakit lupa yang berhubungan dengan demensia ini mulai menunjukkan gejala ketika berada di usia 60an. Belum ada obat yang dapat menangani penyakit ini, tetapi beberapa kegiatan dapat membantu untuk mencegah perkembangan penyakit Alzheimer ini.

Itulah perbedaan Amnesia, Demensia, dan Alzheimer yang bisa kamu kenali. Perbedaan tersebut bisa kamu ketahui dari berbagai gejala atau tanda-tanda yang ditimbulkan akibat berbagai masalah kesehatan tersebut.