Sukses

37 Warga Jawa Tengah Negatif Corona Usai Tes Lab, Ini 4 Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Persebaran virus corona semakin meluas. Tak hanya di Kota Wuhan, China saja, virus corona telah menyebar ke negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia. Menurut data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University, Jumat (13/3/2020), saat ini kasusnya sudah menembus 128.343. 

Berdasarkan data yang dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, saat ini sudah ada 116 negara dan wilayah yang terjangkit Virus Corona. Salah satu negara yang sudah terpapar virus corona adalah Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, jumlah pasien yang terinfeksi Virus Corona baru bertambah menjadi 69 orang, Jumat (13/3/2020).

Jumlah tersebut didapat berdasarkan contact tracing yang dilakukan selama sejak dua hari lalu hingga Jumat (13/3) siang. Salah satu kota yang terjangkit virus corona adalah Solo, Jawa Tengah. Virus corona yang menyebar secara luas membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bergerak cepat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona Covid-19 setelah ada kasus meninggalnya satu pasien positif corona di RSUD dr Moewardi Solo.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga langsung bergerak cepat menyusul kabar hasil tes lab pasien isolasi RSUD dr Moewardi Solo yang meninggal menunjukkan positif virus Corona (Covid-19). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumumkan ada 46 pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Jateng.

Dua orang positif (di RSUD Moewardi), satu orang meninggal dan sudah dikebumikan di Magetan. Atas kejadian tersebut, Ganjar meminta warga Jawa Tengah untuk tetap tenang dan sementara menghindari pusat keramaian. Pasca kejadian itu, 37 orang diuji lab, dan hasilnya sebanyak 37 orang dinyatakan negatif corona dan telah dipulangkan. Berikut fakta-faktanya dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (14/3/2020).

2 dari 5 halaman

1. 37 Orang Negatif Corona

Gubernur Jawa Tangah Ganjar Pranowo menyampaikan informasi terkait penanganan virus corona di wilayahnya. Saat ini di Jateng terdapat tujuh orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat di rumah sakit, dan satu pasien positif virus corona yang sekarang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Moewardi Surakarta.

Hal itu disampaikan Ganjar, saat konferensi pers di Puri Gedeh, Kota Semarang, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo dan Direktur Utama RSUD dr Moewardi Surakarta Cahyo Hadi, Jumat (13/3/2020). Menurutnya, sampai hari ini ada 46 pasien PDP. Ada 37 warga Jawa Tengah dinyatakan negatif virus corona setelah diperiksa di laboratorium.

"Dari hasil cek laboratorium ini negatifnya ada 37. Dua diantaranya positif (di RSUD Moewardi), satu orang meninggal sudah dikebumikan di Magetan, dia jualan di Solo,” tutur orang nomor satu di Jateng ini.

3 dari 5 halaman

2. 8 Orang dirawat di rumah sakit.

Gubernur Ganjar Pranowo juga menambahkan bahwa kini masih ada delapan orang yang dirawat di rumah sakit. Rinciannya, satu orang di rumah sakit Tegal, dua orang di RSUD Tidar Magelang, satu orang di RSUD dr Margono Soekarjo, dua orang di RSUD dr Moewardi (satu orang positif Covid-19, satu orang dalam pengawasan).

Sedangkan di RSUD Tugurejo ada satu orang yang dirawat, dan di RSUP dr Kariadi ada satu orang. Kecuali satu orang di Moewardi yang sudah dinyatakan positif, semua yang dirawat di ruang isolasi itu masih dalam status pasien dalam pengawasan (PDP).

4 dari 5 halaman

3. Menindaklanjuti kasus virus corona di Solo.

Adanya kasus positif Corona yang ada di Solo, Ganjar Pranowo menyebut telah melakukan penelusuran, terkait siapa saja yang pernah berhubungan dengan pasien. Langkah awal yang telah dilakukan, adalah mengisolasi keluarga pasien dan tenaga medis yang bersinggungan langsung dengan pasien terjangkit corona tersebut.

Dua orang yang positif mengidap Covid-19, sebelumnya menghadiri sebuah seminar di Bogor. Keduanya berjenis kelamin pria, dengan umur 59 dan 58 tahun. Mereka tercatat tidak kontak dengan warga negara asing. Berdasarkan pengalaman itu, Ganjar meminta warganya lebih berhati-hati jika kontak dengan orang lain.

Ia mengimbau agar warga mengurangi frekuensi bersalaman dan menggantinya dengan bersentuhan siku atau menangkupkan tangan di dada. Selain itu, ia mengimbau warga Jawa Tengah tetap beraktivitas seperti biasanya. Namun, Ganjar mengimbau agar mengurangi kunjungan di keramaian bila tidak begitu penting.

5 dari 5 halaman

4. Pemerintah mempersiapkan rumah sakit rujukan di Solo.

Direktur Utama RSUD Moewardi Cahyo Hadi menjelaskan, dari dua orang yang terjangkit virus corona, satu orang yang kemudian meninggal karena positif corona, mengalami gejala khas yakni pneumonia.

“Sekarang di RSUD Moewardi kami masih merawat dua orang. Satu dinyatakan positif (Corona) dan satu orang lagi baru datang, masih dalam pengawasan medis.” jelas Cahyo seperti dikutip oleh Liputan6.com dari jatengprov.go.id, Sabtu (14/3/2020).

Ia menambahkan, untuk tenaga medis yang bersinggungan dengan pasien, sudah dilakukan isolasi dan pantauan medis serta diliburkan sementara selama lebih kurang 14 hari.

“Tapi selama merawat, mereka (tenaga medis) telah memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standard. Kini mereka diliburkan dan diberi vitamin. Kalau per hari ada sekitar15-20 tenaga medis yang kontak dengan pasien,” urainya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo memastikan, pihaknya sudah mempersiapkan 13 rumah sakit rujukan di Jateng. Hal itu terkait dengan ruang isolasi dan kebutuhan APD.

“Kami pemerintah siap, karena sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota. Kami juga menjalin komunikasi dengan wilayah-wilayah lain,” pungkas Yulianto.