Sukses

Gejala Gonore pada Wanita, Penyebab, dan Cara Mengobatinya yang Tepat

Liputan6.com, Jakarta Gejala gonore pada wanita sering kali sulit dideteksi. Walaupun penyakit gonore atau kencing nanah ini biasanya menimbulkan gejala pada organ kelamin, gejala gonore yang dialami oleh wanita berbeda dengan yang dialami oleh pria.

Salah satu penyakit menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae atau dikenal pula dengan gonococcus. Gonore dapat menyerang uretra, rektum, atau tenggorokan. Pada wanita, gonore juga dapat mengenai serviks.

Gejala gonore pada wanita harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi komplikasi berbahaya. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan luka yang terinfeksi oleh kuman gonore. Namun, bayi juga dapat terinfeksi dari ibunya ketika proses melahirkan.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang gejala gonore pada wanita dari berbagai sumber, Rabu (18/3/2020).

2 dari 5 halaman

Penyebab Gonore

Sebelum mengenali gejala gonore pada wanita, kamu tentunya perlu mengetahui penyebabnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyabab gonore adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae yang paling sering menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral dan seks anal.

Penyebab gonore akan semakin mudah menular jika kamu sering bergonta-ganti pasangan seks. Berikut beberapa faktor risiko penyebab gonore yang perlu diperhatikan, yaitu kamu masih berusia muda, pernah menderita gonore sebelumnya, menderita penyakit menular seksual lainnya, misalnya HIV, hingga tinggal di daerah yang banyak kasus gonore.

3 dari 5 halaman

Gejala Gonore pada Wanita

Gejala gonore pada wanita memang sulit dideteksi, bahkan kerap kali tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala gonore pada wanita kalaupun ada, dapat sangat ringan sehingga penderita tidak menyadarinya. Sebanyak 30%–60% wanita penderita gonore tidak memberikan gejala. Namun, kamu bisa mengenali beberapa gejala gonore pada wanita seperti berikut ini:

Gejala gonore pada wanita di antaranya adalah:

- Keputihan

- Sakit perut dan panggul.

- Bertambahnya frekuensi buang air kecil.

- Keluar darah dari vagina ketika tidak sedang menstruasi.

- Menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya.

- Nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim.

- Keluar darah dari vagina setelah melakukan hubungan seksual.

Sedangkan berbeda dengan gejala gonore pada wanita, pria biasanya akan mengalami beberapa kondisi seperti keluar nanah pada ujung penis, nyeri saat buang air kecil, bengkak dan nyeri pada salah satu testis, ujung penis merah dan bengkak.

Selain gejala gonore pada wanita tersebut, kamu juga bisa mengalami gejala pada organ lain selain kelamin, seperti:

- Anus gatal dan keluar darah atau nanah dari anus.

- Radang sendi, yaitu kemerahan, pembengkakan, dan nyeri saat digerakkan.

- Sakit tenggorokan yang sulit sembuh dan munculnya benjolan di leher (pembengkakan kelenjar getah bening).

- Mata merah, keluarnya nanah dari mata, dan menjadi sensitif terhadap cahaya.

- Pada bayi yang baru lahir, penyakit gonore dapat menyebabkan mata bayi merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah. Gejala ini akan muncul dalam dua minggu pertama setelah lahir.

4 dari 5 halaman

Cara Mengobati Gonore

Mengobati penyakit gonore ini tentunya harus dilakukan oleh dokter. Karena itulah mengenali berbagai gejala gonore pada wanita bisa membuat kam lebih waspada dan mengerti saat harus memeriksakan diri ke dokter.

Gonore dapat diobati dengan antibiotik. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar penderita gonore juga diberikan obat untuk memberantas infeksi klamidia, sejenis kuman yang menyebabkan infeksi kelamin nonspesifik, karena klamidia sering ditemukan bersama dengan gonore.

Banyak antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonore, di antaranya cefixim, levofloksasin, dan tiamfenikol. Dosis dan penggunaan obat tersebut harus berdasarkan petunjuk dokter.

Sangat dianjurkan juga agar pasangan penderita turut diperiksa dan diobati, agar kelak tidak terjadi infeksi bergantian. Hal ini berlaku untuk pasangan seksual dalam 2 bulan terakhir, atau pasangan seksual terakhir bila selama dua bulan ini tidak ada aktivitas seksual.

Untuk penanganan di rumah, hindari menggaruk, menggosok, atau menyabuni kelamin berlebihan untuk mencegah iritasi lebih lanjut. Tidak dianjurkan untuk mengobati diri sendiri tanpa petunjuk dokter, terutama antibiotik, karena dikhawatirkan terjadi resistensi gonore terhadap obat.

5 dari 5 halaman

Pencegahan Gonore

Untuk mencegah penyakit gonore ini, sangat penting untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual. Selain itu, gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, terutama jika kamu tidak yakin apakah pasanganmu benar-benar bersih atau tidak.

Jika menderita gonore, hindari berhubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan juga pasangan seksual untuk diperiksa agar tidak terjadi infeksi lebih jauh.

Selain itu, jika ibu hamil terkena gonore, segeralah berobat ke dokter kandungan. Dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah penularan gonore ke bayi.

Itulah beberapa gejala gonore pada wanita, penyebab, dan cara mengobatinya yang harus kamu kenali untuk menghindari terjadinya komplikasi berbahaya.