Sukses

Penyakit Kekurangan Vitamin D, Penyebab, dan Gejalanya pada Anak dan Dewasa

Liputan6.com, Jakarta Penyakit kekurangan vitamin D dapat dipengaruhi beberapa faktor. Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi berbagai organ dalam tubuh yang tentunya berpengaruh pula terhadap kesehatan. Kondisi kekurangan vitamin D ini dapat dialami oleh segala kalangan, baik dari bayi dan anak-anak, maupun orang dewasa. 

Berdasarkan rekomendasi angka kebutuhan gizi dari Kementerian Kesehatan, vitamin D perlu dikonsumsi sebanyak 15 mikrogram (mcg) per hari oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa hingga usia 65 tahun. Sedangkan untuk lansia di atas usia 65 tahun, dosis vitamin D yang dianjurkan adalah 20 mcg per hari.

Penyakit kekurangan vitamin D harus dikenali agar dapat segera ditangani. Walaupun tampak sepele, kekurangan vitamin D ini dapat mengakibatkan penyakit yang berbahaya jika didiamkan saja. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan lagi tentang penyakit kekurangan vitamin D yang dapat dialami oleh bayi dan anak-anak maupun orang dewasa ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (20/3/2020) tentang penyakit kekurangan vitamin D

2 dari 7 halaman

Penyebab Penyakit Kekurangan Vitamin D

Penyakit kekurangan vitamin D biasanya dikaitkan dengan kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D maupun karena jarang terpapar sinar matahari. Selain itu, penyakit kekurangan vitamin D ini juga dapat dialami karena beberapa faktor berikut:

- Menderita alergi susu atau intoleransi laktosa.

- Memiliki warna kulit gelap.

- Berusia lanjut.

- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

- Menjalani pola makan vegetarian.

- Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat antikejang atau pengobatan HIV.

- Menderita gangguan atau penyakit yang dapat menghambat penyerapan vitamin D di saluran cerna, seperti penyakit radang usus dan malabsorpsi.

3 dari 7 halaman

Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Bayi dan Anak

Bayi dan anak-anak dapat mengalami berbagai gejala berikut saat mengalami kekurangan vitamin D:

- Sesak napas.

- Kram dan kejang otot.

- Pertumbuhan lebih lambat.

- Terlambat tumbuh gigi dan berjalan.

- Nyeri tulang.

- Mudah terserang penyakit.

- Bentuk kaki yang bengkok

4 dari 7 halaman

Penyakit Kekurangan Vitamin D pada Bayi dan Anak

Penyakit kekurangan vitamin D pada bayi dan anak kadang tidak menunjukkan gejala yang khas. Namun, saat kondisi cukup parah, biasanya bayi akan mengalami berbagai gejala seperti otot kaku, kejang-kejang, hingga sulit bernapas.

Berikut beberapa penyakit kekurangan vitamin D yang dapat terjadi pada bayi dan anak:

- Rakitis. Kondisi ini akan menyebabkan anak mengalami nyeri pada tulang kaki, nyeri otot, dan kelemahan otot.

- Gangguan pertumbuhan. Contohnya gangguan pertumbuhan tinggi badan.

- Keterlambatan pertumbuhan gigi.

- Mood dan emosi mudah berubah.

- Rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi pada sistem pernapasan.

- Kelemahan pada otot jantung atau kardiomiopati.

5 dari 7 halaman

Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Orang Dewasa

Pada orang Dewasa, gejala kekurangan vitamin D dapat menyebabkan beberapa kondisi berikut:

- Sering mengalami nyeri otot, nyeri punggung, dan nyeri tulang.

- Tulang rapuh atau mudah patah, meskipun tidak mengalami cedera berat.

- Mudah terserang penyakit infeksi, seperti flu.

- Tubuh mudah lelah atau lelah berkepanjangan.

- Suasana hati yang buruk, atau menunjukkan gejala depresi.

- Luka yang sulit sembuh.

- Rambut rontok.

Beberapa gejala kekurangan vitamin D di atas bisa menyerupai tanda dan gejala penyakit lain. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan ke dokter.

 

6 dari 7 halaman

Penyakit Kekurangan Vitamin D pada Orang Dewasa

Penyakit kekurangan vitamin D biasanya memang lebih diidentikkan dengan gangguan pada tulang. Namun, penyakit kekurangan vitamin D pada orang dewasa tidak hanya itu saja, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan berbagai dan penyakit berikut:

- tulang kaki yang bengkok yang disebut juga osteomalacia pada orang dewasa.

- Osteoporosis.

- Radang sendi.

- Multiple sclerosis.

- Depresi

- Sakit kepala dan migrain.

- Demensia.

- Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung.

- Penyakit infeksi, seperti pneumonia, sepsis, dan TBC.

- Diabetes.

- Obesitas

- Kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat.

- Komplikasi kehamilan pada ibu hamil seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan kelahiran prematur, serta berisiko tinggi melahirkan secara caesar.

7 dari 7 halaman

Cara Memenuhi Asupan Vitamin D

Dengan mengenali berbagai penyakit kekurangan vitamin D tersebut, tentunya kamu harus selalu menjaga asupan vitamin D dalam tubuh. Berikut beberapa cara memenuhi asupan vitamin D tubuh:

- Mengonsumi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, dan minyak ikan. Selain itu, makanan laut seperti ikan sarden dan tuna, juga merupakan sumber vitamin D yang baik untuk dikonsumsi.

- Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, setidaknya 2 kali seminggu.

- Mengonsumsi suplemen vitamin D, jika diperlukan.

Walaupun begitu, kamu tetap harus memerhatikan jumlah asupan vitamin D dalam tubuh. Kamu bisa mengacu pada rekomendasi angka kebutuhan gizi dari Kementrian Kesehatan yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, untuk lebih jelasnya, berkonsultasi dengan dokter tentunya lebih baik karena dapat mempertimbangkan juga kondisi kesehatanmu saat itu.