Sukses

Cerita Pengungsi Kumpulkan Uang Demi Bantu Tenaga Medis COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Penyebaran virus Corona yang semakin meluas membuat pemerintah di sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown kepada warganya. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar meminimalisir warga yang tertular oleh virus tersebut. Selain itu berbagai upaya juga telah dilakukan untuk menekan penularannya.

Namun sampai saat ini, Corona COVID-19 belum bisa dihentikan. Seperti dilansir BBC, Kamis (26/3/2020), angka kematian karena virus tersebut sudah mencapai lebih dari 20.000 jiwa. Bahkan berbagai cerita pilu harus dialami oleh banyak orang akibat wabah yang terus menyebar ini.

Di tengah mewabahnya virus Corona ada orang-orang yang gigih berdiri di garis depan untuk membantu merawat dan menyembuhkan pasien terjangkit virus Corona. Orang-orang tersebut adalah tenaga medis yang berjuang dengan sekuat tenaga meskipun resiko yang dihadapinya sangat besar.

Melihat pengorbanan yang dilakukan oleh para tenaga medis tersebut membuat sejumlah pengungsi yang ada di Malaysia melakukan sesuatu yang dapat membantu sekaligus menyemangati para tenaga medis setempat. Sekelompok pengungsi yang berasal dari Suriah, Palestina, Yaman dan Irak berkumpul untuk memasak bagi para tenaga medis di Rumah Sakit Ampang yang berjuang melawan COVID-19.

Kelompok pengungsi tersebut melakukan hal demikian sebagai bentuk terima kasihnya kepada para tenaga medis yang telah rela mengambil resiko demi merawat pasien Corona agar sembuh, serta mencegah virus tersebut tidak menular lebih luas.

2 dari 3 halaman

Ungkapan Balas Budi

Makanan yang dimasak oleh para pengungsi itu akan terus dikirim ke rumah sakit dari Senin 23 Maret hingga 31 Maret 2020, dengan jumlah porsi untuk 20 orang tenaga medis. Koki yang bertugas memasak bergantian setiap harinya.

Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Jaringan Relawan Al-Hasan dan Beyond Borders Malaysia. Jaringan Relawan Al-Hasan terdiri dari para pengungsi sementara Beyond Borders Malaysia yang merupakan organisasi non-pemerintah dalam bidang hak-hak pengungsi.

Pengungsi asal Palestina bernama Eman Mfleh, adalah orang yang memulai inisiatif tersebut dengan memasak mie goreng untuk staf medis. Wanita usia 62 tahun itu telah berada di Malaysia bersama suami, anak perempuan dan empat cucunya selama lima tahun terakhir. Putranya meninggal dalam perang di Suriah.

"Ini adalah kesempatan bagi saya untuk membalas budi kepada Malaysia yang telah menyambut kami dengan hangat. Kami mencintai negara ini dan rakyatnya," kata Eman seperti dikutip Liputan6.com dari The Star, Kamis (26/3/2020).

“Para dokter, perawat, dan semua orang di rumah sakit melakukan begitu banyak kerja keras untuk menjaga kita tetap aman. Ini adalah yang paling tidak bisa kita lakukan untuk mereka," lanjut Eman.

3 dari 3 halaman

Mengumpulkan Uang untuk Memasak dan Diberikan Kepada Tenaga Medis

Para pengungsi tersebut bahkan dengan sukarela mengumpulkan uangnya sendiri untuk membeli bahan makanan yang akan dimasak. Pendiri Beyond Borders, Mahi Ramakrishnan mengatakan bahwa para pengungsi menggunakan uang sakunya sendiri dan dengan senang hati memasak untuk tenaga medis sebagai bentuk kontribusinya kepada Malaysia dan masyarakat.

"Ini cara mereka berkontribusi kembali ke negara dan masyarakat. Mereka juga ingin menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan mereka kepada para pekerja medis yang membahayakan hidup mereka bagi kita," kata Mahi.

Inisiatif yang dilakukan oleh para pengungsi tersebut dapat menjadi contoh bagi semua orang untuk saling membantu dan mendukung dalam memerangi virus corona. Meski para pengungsi tersebut mengalami kesulitan hidup dalam keadaan mengungsi, iatetap melakukan kebaikan dengan mengirimkan makanan kepada tenaga medis.

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Potret Aktivitas Yuni Shara saat Isolasi Diri, dari Berjemur hingga Memasak
Artikel Selanjutnya
6 Pesona Jihane Almira di Pemotretan Perdana dengan Miss Supranational 2019