Sukses

Viral, Pemilik Hotel Hibahkan 24 Kamar untuk Tenaga Medis Corona di Banyumas

Liputan6.com, Jakarta Dalam memerangi Corona Covid-19 memang tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah dan tenaga medis saja. Namun dalam hal ini pun menjadi tanggung jawab bersama untuk saling membantu memerangi Corona Covid-19 di berbagai wilayah.

Seperti yang dilakukan oleh Brili Agung pemilik Hotel Aksara Purwokerto yang menghibahkan 24 kamar hotelnya untuk tenaga medis Corona Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Selama masa pandemi Corona Covid-19, tenaga medis menjadi garda terdepan dalam memerangi wabah ini. Namun dalam perjalanannya, tenaga medis ini mendapat perlakuan miris dari masyarakat. Terutama pemilik kos yang tidak menerima tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan Corona Covid-19.

Di Jakarta, menurut Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah ada sejumlah dokter dan perawat Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur yang menjadi rujukan pasien Corona Covid-19 diusir dari kosnya, Rabu (25/3/2020). Hal seperti ini pun juga terjadi di Kabupaten Banyumas. Ada dua perawat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pemilik Hotel Aksara Purwokerto, Brili Agung menghibahkan kamar hotelnya untuk ditempati tenaga medis Corona Covid-19. Aksinya ini pun viral di media sosial Twitter @briliagung, Jumat (27/3/2020) yang unggahannya sampai saat ini telah mendapat 1,9 ribu retweet dan 20 ribu like dari netizen.

Berikut ulasan mengenai pemilik hotel hibahkan 24 kamarnya untuk istirahat tenaga medis Corona di Banyumas yang Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, Sabtu (28/3/2020).

2 dari 6 halaman

1. Awal mula Brili Agung pemilik Hotel Aksara Purwokerto menghibahkan 24 kamarnya

 

Pemilik dari Hotel Aksara Purwokerto, Brili Agung yang juga Direktur Utama PT Aksara Investama Propertindo memiliki niat awalnya hotel tersebut menjadi tempat karantina bagi pemudik.

"Awalnya saya ingin menjadikan hotel saya tempat karantina, karena banyak pemudik dari kota besar yang datang ke Purwokerto dan ini bisa memperbesar pemaparan Corona Covid-19," ungkap Brili saat dihubungi Liputan6.com melalui WhatsApp, Sabtu (28/3/2020).

Dengan banyaknya pemudik yang datang ke Purwokerto, Brili Agung berniat menyiapkan hotelnya untuk tempat karantina pemudik sebelum bertemu dengan sanak keluarga.

3 dari 6 halaman

2. Belum sempat jadi tempat karantina, ada dua perawat RSUD Prof Margono Soekarjo yang diusir dari kosnya

Awalnya berniat menjadikan 24 kamar hotelnya untuk jadi tempat karantina pemudik. Belum sempat direalisasikan, ternyata ia mendapat kabar bahwa ada dua perawat Corona Covid-19 dari RSUD Prof Margono Soekarjo, Purwokerto yang diusir dari kosnya.

Mendengar kabar tersebut dari temannya, Kamis (26/3/2020) ia pun langsung menyediakan kamar hotelnya untuk perawat tersebut. Selanjutnya ia berkoordinasi dengan Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dan membuat MoU dengan Direktur RSUD Prof Margono Soekarjo, Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jumat (27/3/2020) pukul 10.00 WIB.

Tak hanya menghibahkan 24 kamar hotel. Brili Agung juga akan menanggung biasa operasional, baik sarapan dan kebutuhan seperti hand sanitizer.

4 dari 6 halaman

3. Banyak bantuan datang dari berbagai sumber

Melalui akun media sosial Twitter @briliagung, ia pun mendapat berbagai macam tanggapan dari netizen yang mengetahuinya soal mengibahkan kamar hotelnya untuk tenaga medis Corona Covid-19.

Banyak di antara netizen tersebut menghubunginya untuk membantu, baik untuk sarapan dan kebutuhan lainnya. Selain itu dukungan dari aparat setempat, mulai dari TNI, Polri, Kadis dan Bupati terutama.

Selain itu Wakil Bupati Banyumas pun akan hadir untuk sosialisasi ke masyarakat sekitar agar dapat menerima Hotel Aksara untuk tempat tinggal tenaga medis.

5 dari 6 halaman

4. Bisnis pariwisata memang menjadi sektor yang terpukul akibat pandemi Corona Covid-19

Menjalankan bisnis hotel, tentu sangat berkaitan dengan wisatawan. Dengan adanya pandemi Corona Covid-19 ini bisnis pariwisata pun menjadi sektor yang terpukul.

Tak ingin hanya mengeluh, Brili Agung pun ingin bergerak dan membantu.

"Meratapi nasib pun tidak bisa, bisnis hotel paling terpukul, tidak mau menyalahkan sana sini. Saya pun memutuskan menutup hotel dan menggunakannya untuk membantu melawan pandemi corona covid-19," ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (28/3/2020).

6 dari 6 halaman

5. Sementara akan digunakan selama satu bulan ke depan

Sudah membuat MoU dengan pihak RSDU Prof Margono Soekarjo, Jumat (27/3/2020). Hotel ini sementara akan digunakan dalam waktu satu bulan ke depan. Namun dalam penggunaannya tidak menutup kemungkinan bila nanti akan ada perpanjangan waktu.

Selain itu hotel ini pun akan selalu disemprot desinfektan secara berkala. Apalagi nanti setelah selesai penggunaannya oleh tenaga medis Corona Covid-19 di Banyumas, hotel ini tentu akan dibersihkan dan disemprot desinfektan.