Sukses

Kisah Pasangan Lansia Menikah di Tengah Wabah Corona, Bikin Haru

Liputan6.com, Jakarta Prosesi pernikahan adalah momen yang paling dinanti-nanti oleh pasangan kekasih setelah menjalin hubungan asmara dan mantap untuk menuju ke jenjang selanjutnya. Keputusan untuk menikah tidaklah main-main dan hendaknya dipikirkan secara matang karena tidak mudah untuk dijalani.

Pasangan yang akan menikah harus siap mengarungi lika-liku bahtera rumah tangga yang diwarnai dengan berbagai cerita suka dan duka. Karena itu prosesi pernikahan menjadi momen sakral yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi sepasang kekasih.

Menikah terkadang tidak pandang usia. Ada beberapa pasangan yang menikah ketika masih berusia belasan tahun. Ada pula pasangan yang menikah ketika sudah lanjut usia. Seperti pasangan pengantin lansia yang melangsungkan pernikahannya setelah menjalin hubungan asmara sekitar 10 tahun ini.

Mempelai pria bernama Tom Iljas yang berusia 81 tahun, sedangkan mempelai wanita bernama Liong May Swan berusia 78 tahun. Keduanya memutuskan untuk menikah di sebuah klinik di Rumah Sakit Alexandra setelah rencana pernikahannya mengalami kendala.

Pasangan ini awalnya merencanakan untuk melangsungkan acara pernikahannya pada sebuah restoran di Dempsey Hill. Namun sayangnya rencana tersebut tidak terwujud karena Liong menderita stroke pada bulan Maret.

2 dari 3 halaman

Menjalin Kasih Selama 10 Tahun

Tom Iljas adalah seorang pensiunan warga negara Swedia yang pernah bekerja di industri logistik. Liong adalah seorang mantan penerjemah di Kementerian Pertahanan, yang merupakan author dari beberapa buku fiksi sejarah Asia Tenggara, termasuk Sons And Daughters Of Bangka dan Sisters In Paradise. Baik Iljas dan Liong sudah pernah menikah sebelumnya dan memiliki anak dari pernikahan tersebut.

Pasangan ini pertama kali bertemu di komunitas online 10 tahun lalu, ketika Liong berusia 60-an dan Iljas di awal 70-an. Keduanya memiliki banyak minat yang sama khususnya dalam sejarah dan sastra. Dari ketertarikan yang sama tersebut berlanjut menjadi diskusi bersemangat tentang buku-buku Liong.

Hubungan jarak jauh ini kemudian berlanjut menjadi romansa selama satu dekade, yang dimulai ketika Liong pergi ke Swedia menemui Iljas untuk pertama kalinya. Sejak itu Iljas dan Liong mempertahankan hubungan jarak jauh tersebut dengan melintasi benua dan samudera beberapa kali selama bertahun-tahun, hanya untuk saling bertemu.

3 dari 3 halaman

Menikah di Tengah Wabah Corona COVID-19

Kini keduanya memutuskan ke jenjang yang lebih serius dengan menikah. Meski virus corona COVID-19 yang merebak luas, hal itu tak menghalangi Iljas dan Liong untuk menikah. Namun kebijakan social distancing yang diterapkan oleh pemerintah setempat setelah wabah Covid-19 merebak di Singapura juga tidak memungkinkan pasangan ini melangsungkan pernikahan sesuai rencana awal.

Bukan tanpa alasan, Tom Iljas berniat menikah dan merawat Liong karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Liong diketahui sedang sakit stroke sejak 16 Maret 2020. Pasangan ini akhirnya memutuskan untuk mengadakan upacara pernikahan sederhana, dengan dihadiri kurang dari 10 orang, di Rumah Sakit Alexandra, tempat Liong dirawat.

"Kami hanya pasangan biasa, dan aku tidak pernah bermimpi bahwa pernikahan ini bisa terjadi sedemikian rupa, terima kasih kepada mereka yang begitu murah hati mendukung kami," kata Iljas seperti dikutip oleh Liputan6.com dari Mothership, Senin (30/3/2020).

Setelah pihak rumah sakit diberitahu pada hari Rabu, 25 Maret lalu tentang rencana Liong untuk merayakan pernikahannya di sana, upacara itu direncanakan dan diorganisir dalam waktu tiga hari oleh tim staf yang dipimpin kepala perawat, Margaret Lee dan rekannya yang bernama Wendy Yue.

Liong juga mengatakan bahwa ingin bersama Iljas selama bertahun-tahun dan menjadi pasangan suami istri. Ia pun merasa bersyukur telah melangsungkan pernikahan ini dan berharap dapat keluar dari rumah sakit dalam waktu dekat.

Putra Liong mengatakan, setelah menikah pasangan itu akan tinggal di Swedia karena akan sangat sulit bagi keduanya jika masih harus pulang pergi dari Singapura dan Swedia. Kisah Iljas dan Liong menjadi bukti bahwa cinta dapat mempersatukan dua hati dalam ikatan pernikahan tanpa memandang usia.