Sukses

8 Makanan Khas Jogja Selain Gudeg yang Wajib Dicoba

Liputan6.com, Jakarta Makanan khas jogja selain gudeg tentu sangatlah banyak dan bisa Anda temukan pada saat mengunjungi salah satu kota yang terkenal dengan julukan Kota Pelajar ini. Mungkin banyak dari Anda yang mengenal makanan khas Jogja hanyalah gudeg, namun Jogja sebenarnya memiliki beberapa makanan khas lainnya.

Selain sebagai kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pelajar, Jogja memang terkenal juga dengan banyak objek wisatanya, seperti Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia. Objek wisata lainnya yaitu Jalan Malioboro yang memang terkenal karena suasana tradisionalnya masih sangat kental dan banyak penjual cinderamata yang berjajar di sepanjang trotoar.

Rasanya sayang sekali apabila Anda mengunjungi Jogja, namun tidak mencoba berbagai jenis makanan khas Jogja selain gudeg. Karena Anda akan melewatkan pengalaman yang sangat menarik jika tidak mencicipinya.

Lalu, apa saja sih makanan khas Jogja selain gudeg yang bisa Anda cicipi? Berikut Liputan6.com telah merangkum berbagai makanan khas Jogja selain gudeg dari berbagai sumber, Jumat (10/4/2020).

2 dari 3 halaman

Makanan khas Jogja selain gudeg yang mengenyangkan

1. Sate klatak

Nah, makanan khas Jogja selain gudeg yang pertama, yaitu sate klathak atau klatak. Sate ini sebenarnya menggunakan bahan dasar daging kambing. Selain itu, yang menarik dari sate ini adalah pada bagian bumbunya.

Umumnya, sate akan dibumbui dengan kecap dan saus kacang, namun sate klatak ini hanya dibumbui dengan garam dan merica. Setelah itu sate klatak disajikan dengan pendamping berupa kuah kaldu kambing yang memiliki rasa seperti gulai, tetapi lebih enncer dan bening.

Ada hal yang menarik lainnya pada sate klatak, yaitu sate klatak menggunakan jeruji roda sepeda untuk menusuk dagingnya, cukup unik bukan. Nah, jeruji roda sepeda ini dipercaya menjadi penghantar panas yang baik pada saat proses memanggang, sehingga daging akan cepat matang hingga ke dalam.

Sate klatak biasanya disajikan bersama nasi, kuah gulai atau kecap, dan potongan cabai rawit. Anda bisa menemukan sate klatak di sepanjang daerah Imogiri Timur atau cukup lakukan pencarian di Google Maps.

2. Nasi Kucing

Makanan satu ini merupakan makanan yang biasanya dapat Anda temukan di angkringan yang biasa buka di malam hari. Angkringan merupakan warung penjual makanan yang biasanya berjualan dengan menggunakan tenda dan gerobak.

Angkringan diambil dari kata nangkring atau nongkrong, ya, memang angkringan ini biasanya dijadikan tempat nongkrong dan bercengkerama bersama teman. Salah satu menu yang terkenal di angkringan yaitu nasi kucing atau sego kucing.

Banyak yang heran saat mendengarnya pertama kali. Orang mengira nasi kucing merupakan nasi dengan menggunakan lauk berupa kucing. Sebenarnya, nasi kucing merupakan nasi yang biasanya dijual dengan porsi kecil yang terbungkus kertas koran, lalu terdapat sambal dan teri sebagai lauknya. Nah, karena porsinya yang kecil dan lauk teri tersebut, mengapa nasi ini disebut nasi kucing.

Saat memakan nasi kucing, Anda dapat menambahkan pendamping berupa gorengan, sate usus, cakar ayam, sate ati ampela, dan berbagai pilihan lainnya. Lalu akan sangat lengkap jika Anda makan nasi kucing dengan ditemani minuman berupa wedang jahe atau teh jahe yang sangat cocok dikonsumsi pada malam hari untuk menghangatkan badan.

3. Oseng-oseng Mercon

Anda penggemar kuliner pedas? Jika Anda penggemar kuliner pedas, maka makanan khas Jogja selain gudeg yang satu ini wajib untuk masuk daftar tujuan kuliner Anda saat berkunjung ke Jogja.

Oseng mercon ini bukan tanpa maksud kenapa diberi nama mercon. Oseng mercon ini memiliki rasa pedas yang sangat kuat, dan akan membuat lidah dan mulut Anda panas seperti terkena api mercon. Dan di dalam oseng mercon ini, terdapat tetelan daging seperti koyor sapi, usus, ati ampela dan kikil sebagai bahan utamanya, dan tentunya cabai rawit yang membuat rasanya pedas.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, maka Anda bisa menuju ke oseng-oseng mercon bu Narti. Oseng Mercon Bu Narti merupakan penjual oseng mercon pertama di Jogja, sejak tahun 1977.

4. Sego Abang Lombok Ijo

Sego abang merupakan istlah pada Bahasa Jawa, yang memiliki arti nasi merah. Sedangkan lombok ijo berarti cabai hijau. Nah sudah tertebak bukan, sego abang lombok ijo merupakan makanan berupa nasi merah dengan sayur dan sambal yang memiliki campuran cabai hijau. Makanan ini merupakan makanan khas dari Gunung Kidul, namun sekarang Anda juga dapat menemuinya di daerah Pakem-Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Dalam satu porsi sego abang lombok ijo terdapat nasi berwarna merah yang dihidangkan bersama sayur lodeh dan cabai hijau. Anda juga dapat memilih lauk tambahan lainnya yang bisa Anda pilih sesuai selera, seperti ayam kampong goring bacem, tempe, tahu, pepes, botok, empal goreng, dan pepes tuna.

3 dari 3 halaman

Makanan khas Jogja selain gudeg sebagai camilan

1. Jadah Tempe

Jadah tempe merupakan makanan yang berasal dari Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasi tepatnya dari penjual jadah tempe ini ada di daerah lereng Gunung Merapi, Kaliurang.

Makanan ini merupakan makanan khas Jogja yang menggabungkan jadah dan tempe atau tahu bacem. Jadah terbuat dari olahan ketan. Dan biasanya jadah tempe dikemas dengan daun pisang. Makanan ini merupakan makanan khas dari kawasan Kaliurang yang harus dicoba oleh setiap orang pada saat berkunjung ke sana.

2. Belalang Goreng

Jika di Papua ada makanan unik dan sedikit ekstrem berupa ulat sagu, di Yogyakarta juga terdapat makanan yang tak kalah unik, yaitu belalang goreng. Belalang goreng merupakan makanan khas Gunungkidul, Yogyakarta.

Belalang yang dipilih untuk digoreng merupakan belalang kayu yang mudah ditemukan di daerah Gunungkidul. Belalang kayu biasanya hinggap di dahan pohon jati atau semak-semak.

Bagi sebagian orang, belalang yang telah melewati proses penggorengan memiliki rasa seperti udang. Tekstur dari belalang goreng cukup gurih dan renyah sehingga tak sedikit orang yang ketagihan saat menyantapnya.

Bumbu dari belalang goreng cukup sederhana, seperti bawang putih, ketumbar, garam, dan cabai. Jika Anda penasaran, Anda dapat langsung menuju Gunungkidul, dan dapat menemukan penjual belalang goreng di pinggiran jalan ataupun melalui toko.

3. Kipo

Makanan satu ini bernama Kipo. Ya, Kipo yang merupakan makanan khas dari Kotagede, salah satu wilayah yang di kota Yogyakarta yang terkenal dengan daerah pengrajin perak. Kipo biasa dimakan untuk dijadikan camilan atau kudapan bersama secangkir minuman hangat.

Kipo terbuat dari tepung beras ketan yang diberi pewarna alami hijau dari daun pandan dan memiliki isian gula jawa yang dicampur parutan kelapa. Yang unik selanjutnya, karena Kipo di masak dengan cara tradisional, dengan wajan dari tanah liat, lalu di panaskan menggunakan arang.

4. Tiwul dan Gatot

Kedua makanan khas Jogja ini berasal dari Gunung Kidul. Biasanya tiwul dan gatot memang dijual sepasang. Bahan baku dari tiwul dan gatot sama, yaitu singkong, yang mudah ditemukan di Gunungkidul.

Tiwul dan gatot biasanya diberi campuran kelapa untuk menambah cita rasa gurih pada makanan ini. Makanan ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat dijadaikan makanan pengganjal perut karena cukup mengenyangkan apabila Anda mengonsumsinya. Jajanan pasar ini biasa dijual dari pagi hari hingga menjelang siang hari. Namun ada juga penjual tiwul yang berkeliling pada sore hari menjelang petang.