Sukses

13 Bahan Pengawet Makanan Alami dan Buatan, Kenali Efeknya untuk Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Bahan pengawet makanan alami dan buatan bisa dijadikan pilihan untuk membuat makanan lebih tahan lama.  Pengawet makanan bisa mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk pada makanan sehingga memperpanjang daya simpan.

Namun, perlu diketahui bahwa tak semua bahan pengawet makanan aman digunakan. Bahkan sebagian besar bisa membahayakan kesehatan. Mengonsumsi makanan dengan pengawet yang tidak aman bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, diare, bahkan kerusakan jantung dan ginjal.

Bahan pengawet makanan alami menjadi pilihan yang tepat untuk menghindari risiko munculnya masalah kesehatan. Pengawet alami bisa diperoleh dari bahan makanan seperti gula dan garam. Sedangkan pengawet buatan merupakan hasil sintesis secara kimia.

Dari kedua jenis pengawet makanan tersebut, pengawet kimia memiliki sifat lebih stabil, pekat, dan lebih sedikit. Kelemahan pengawet kimia ini bisa memberikan efek samping. Penggunaan bahan pengawet dengan bahan kimia bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang bahan pengawet makanan alami dari berbagai sumber, Jumat (10/4/2020).

2 dari 5 halaman

Bahan Pengawet Makanan Alami

Garam

Bahan pengawet makanan alami pertama yang bisa dimanfaatkan adalah garam. Sejak zaman dulu, garam menjadi bahan pengawet makanan.

Kandungan klorida di dalam garam dipercaya bisa membunuh tumbuhnya mikroorganisme, menyerap air pada makanan dan mencegah makanan cepat busuk atau basi. Selain mengawetkan makanan, garam juga bermanfaat memberi rasa sedap pada setiap makanan.

Gula

Gula juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami sejak zaman dulu. Rasa manis gula akan membuat makanan terasa lebih lezat dan sedap. Gula sendiri bermanfaat mengikat zat air pada makanan sehingga mencegah makanan busuk atau basi.

Cuka

Cuka merupakan produk hasil fermentasi dari bahan acetobacter. Ada berbagai macam jenis cuka yang diperoleh dari bahan fermentasi yang berbeda. Ada cuka yang biasa digunakan untuk memasak biasa disebut dengan cuka masak.

Cuka jenis ini adalah cuka kimiawi dengan rasa asam yang kuat. Biasanya cuka mengandung asam asetat. Tak hanya memberikan rasa asam pada makanan, cuka juga bisa digunakan sebagai bahan pengawet. Produk yang biasanya menggunakan cuka untuk makanan adalah acar, kimchi, jeli, dan minuman.

Penggunaan cuka sebagai bahan pengawet makanan alami bisa meningkatkan daya simpan, cuka juga bisa mempertahankan warna atau mencegah pencokelatan pada buah dan sayuran. Penambahan cuka ini bisa membuat warna sayur dan buah menjadi tahan lama.

3 dari 5 halaman

Bahan Pengawet Makanan Alami

Bawang Putih

Bawang putih juga bisa kamu jadikan sebagai bahan pengawet makanan alami. Pasalnya, bawang putih bersifat antibakteri dan mengandung antioksidan yang sangat baik untuk menjaga makanan agar tetap berkualitas baik dan tidak rusak.

Bawang putih bermanfaat untuk menurunkan pH pada makananan dan mencegah membusuknya makanan karena bakteri atau kuman.

Kayu Manis

Bahan pengawet makanan alami selanjutnya adalah kayu manis. Kayu manis memiliki sifat bakterial sehingga mampu menghambat tumbuhnya khamir atau kapang pada makanan. Selain itu juga untuk mencegah pembusukan atau basi pada makanan.

Kluwak

Selain sebagai bumbu dan pemberi warna, kluwak juga bisa digunakan sebagai pengawet makanan yang aman. Kluwak biasanya digunakan untuk mengawetkan ikan segar. Untuk menggunakan kluwak sebagai bahan pengawet makanan alami, kamu bisa mencincang halus kluwak. Kemudian keringkan kluwak lalu masukkan ke dalam perut ikan yang sudah dibersihkan sebelumnya.

Menggunakan kluwak untuk pengawetan membuat ikan bisa bertahan hingga enam hari. Pengawetan dengan kluwak sering dikombinasikan dengan penggaraman dan pendinginan.

Daun Gambir

Daun gambir juga bisa dijadikan sebagai alternatif bahan pengawet makanan alami yang aman. Pasalnya, pada daun gambir memiliki kandungan zat katekin. Nah, zat ini mampu menjaga makanan dari pengaruh mikroorganisme perusak dan penyebab basi.

Biasanya, penggunaan daun gambir untuk makanan digunakan pada pembuatan telur asin. Cara menggunakannya adalah dengan merendam telur asin di air sisa penirisan setelah pembuatan gambir.

4 dari 5 halaman

Pengawet Makanan dengan Bahan Kimia

Selain bahan pengawet makanan alami, kamu juga bisa menggunakan pengawet makanan dengan bahan kimia. Berikut beberapa jenis bahan pengawet kimia yang perlu kamu ketahui beserta tingkat keamanannya jika dikonsumsi:

Asam Benzoat

Asam benzoat merupakan salah satu bahan pengawet makanan yang cukup sering digunakan. Jenis pengawet ini biasanya digunakan untuk mengawetkan buah-buahan, digunakan pada kecap dalam botol, margarin, saus tomat, dan minuman ringan.

Di dalam kandungan asam benzoat memiliki kandungan antibakteri, sehingga makanan yang diberikan bahan ini akan terlindung dari perkembangan bakteri.

Asam Sitrat

Asam sitrat merupakan jenis pengawet makanan yang cukup aman untuk dikonsumsi. Jenis pengawet makanan ini biasanya digunakan untuk menambah rasa asam pada makanan dan untuk mencegah perkembangan jamur serta bakteri penyebab penyakit di dalam makanan.

Sulfur Dioksida

Selanjutnya adalah sulfur dioksida yang biasa digunakan untuk mengawetkan sari buah, buah kering ataupun sirup. Bahan kimia ini masih aman untuk dikonsumsi dengan syarat penggunaannya masih dibatas cukup atau diberikan sesuai takarannya.

5 dari 5 halaman

Pengawet Makanan dengan Bahan Kimia Lainnya

Asam Proplonate

Sedangkan asam propionate biasanya digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan biasa diberikan pada bahan makanan seperti roti dan kue yang terbuat dari tepung.

Sorbetes

Bahan kimia yang satu ini banyak digunakan karena tidak berbau, tidak memiliki rasa, dan tidak menimbulkan efek samping untuk kesehatan. Jenis pengawet makanan ini biasa digunakan untuk mencegah perkembangan jamur dan bakteri di dalam makanan.

Boraks

Boraks memiliki sifat adalah antiseptic, sehingga boraks dapat membunuh kuman di dalam makanan. Meski kerap digunakan sebagai pengawet makanan, sebenarnya borak tidak aman jika ditambahkan pada makanan. Pasalnya bisa memberikan efek sangat berbahaya bagi tubuh.