Sukses

5 Jenis-Jenis Obligasi yang Harus Diketahui Investor Pemula

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis obligasi ini perlu diketahui, agar nanti kalau ada penawaran lagi dari Pemerintah kamu bisa ikut serta. Perlu diketahui juga kalau obligasi ini merupakan salah satu jenis investasi yang dapat mendatangkan banyak keuntungan. Sehingga jenis-jenis obligasi perlu diketahui. 

Pemerintah serlalu menerbitkan surat obligasi. Jadi dengan memahami jenis-jenis obligasi ini, saat ada penawaran datang untuk berinvestasi kita bisa langsung memutuskan turut berpartisipasi.

Memang ada banyak sekali jenis-jenis obligasi. Tetapi yang paling popoler adalah obligasi Pemerintah. Sedangkan di Indonesia ada ORI, SBR, dan Sukuk. Obligasi Pemerintah ini termasuk salah satu jenis obligasi berdasarkan penerbitnya ya.

Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis obligasi yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (21/4/2020).

2 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Penerbit

1. Obligasi pemerintah

Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang dikeluarkan dari negara. Surat ini tentu sah secara hukum karena resmi dari negara. Jadi tidak perlu banyak khawatir ya. Jenis obligasi pemerintah ada Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (SukRi). Kemudian Saving Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).

Terkhusus untuk “sukuk” memiliki arti surat utang berbasis syariah. Sedangkan untuk SBR dan ST dengan ORI dan SukRi ini sebenarnya sama. Namun, SBR dan ST merupakan pengembangan dari ORI dan SukRi, dengan penambahan berupa gimmick tertentu yang diharapkan bisa menarik investor lebih banyak lagi.

2. Obligasi Korporasi

Obligasi Korporasi ini merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan tertentu. Bisa BUMN dan juga pihak swasta, untuk masa jatuh temponya minimal 1 tahun. Obligasi ini tidak dikeluarkan oleh Pemerintah, jadi risikonya akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan obligasi Pemerintah ya. Hal ini bergantung pada kondisi perusahaan penerbitnya, pasar, atau bahkan kondisi politik negara tempat perusahaan tersebut berasal.

3. Obligasi Municipal

Obligasi municipal ini khusus diterbitkan oleh Pemerintah daerah guna membiayai proyek-proyek daerah. Hal ini dilakukan untuk membuat mandiri dalam pembiayaan pembangunan dan perkembangan daerah mereka masing-masing tanpa bergantung dari pembiayaan Pemerintah pusat.

Meski sama-sama diterbitkan oleh Pemerintah, tetapi obligasi municipal ini berbeda dengan obligasi pemerintah seperti ORI dan SBR. Dan perlu diketahui juga bahwa risiko obligasi municipal ini jauh lebih tinggi daripada obligasi Pemerintah pusat, karena risiko gagal bayarnya lebih tinggi.

3 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Bunga

1. Zero Coupon Bond

Zero Coupon Bond ini merupakan jenis obligasi dengan surat utang tanpa bunga dan tanpa pemberian kupon secara berkala. Para investor bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual diskonto dan nilai yang tampak saat surat ini diperdagangkan. Jenis obligasi ini ada yang jatuh di bawah satu tahun, misalnya treasury bill. Dan ada yang di atas 10 tahun.

2. Obligasi Kupon

Obligasi kupon ini merupakan surat utang yang menjanjikan bunga secara berkala kepada para investornya. Dulu, kupon ini berupa kupon yang ditempel atau dilampirkan pada surat utang secara fisik. Kemudian bisa invetor bisa melakukan klaim pembayaran bunga, yang kemudian kupon tersebut disobek.

Tetapi sekarang kuponnya sudah berbentuk digital atau elektronik. Pada setiap kupon ini mewakili nominal tertentu sesuai kesepakatan antara penerbit obligasi dengan investor. Sedangkan nilainya merupakan bagian hasil ataupun tingkat suku bunga obligasi tersebut.

3. Obligasi Kupon Tetap

Obligasi Kupon Tetap atau fixed coupon bond ini merupakan obligasi yang menawarkan tingkat suku bunga yang tetap pada investor. Berlaku hingga jatuh tempo surat utang tiba.

4. Obligasi Kupon Mengambang

Obligasi Kupon Mengambang ini menawarkan kupon yang bisa berubah besarannya dengan mengikuti indeks pasar uang. Obligasi jenis ini biasa menggunakan batas minimal. Kupon batas minimal memiliki arti, kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi besaran kupon minimal yang berlaku sampai jatuh tempo yang sudah ditentukan.

4 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Nominal

1. Obligasi Konvensional

Obligasi Konvensional ini merupakan jenis obligasi yang mempunyai satuan nominal cukup besar. Ukuran nominalnya kurang lebih Rp 1 miliar per lot.

2. Obligasi Ritel

Obligasi Ritel ini merupakan jenis obligasi kebalikan dari konvensional. Obligasi dengan surat utang yang mempunyai nilai nominal kecil. Misalnya Rp 1 juta. Seperti SBR008. SBR008 ini bisa ditawarkan dengan kupon mengambang. Batas minimalnya sebesar 7.2 persen bahkan bisa lebih kecil dari SBR007 yang memiliki besaran sebesar 7.5 persen.

5 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Penukaran

1. Convertible Bond

Obligasi konversi ini merupakan obligasi yang memungkinkan bagi pemegang surat utang untuk mengonversinya. Bisa mengonversi menjadi saham perusahaan penerbit obligasi dengan rasio penukaran yang sudah disepakati sebelumnya.

Obligasi jenis ini merupakan obligasi yang biasanya mempunyai tingkat kupon yang rendah. Hal ini disebabkan karena investor dianggap telah diberi privilege untuk mengubah surat utangnya menjadi surat kepemilikan atau saham.

2. Obligasi Tukar

Obligasi Tukar atau exchangeable bond ini hampir sama dengan obligasi konversi. Perbedaannya pada pemegang surat utang. Pemegang surat utang bisa mengubah obligasi menjadi saham afiliasi penerbitnya. Misalnya saja pada saham milik anak ataupun induk perusahaan.

3. Obligasi Opsi Beli

Obligasi Opsi Beli  ini merupakan jenis obligasi dengan penerbit surat utang boleh membeli kembali obligasi dari pemegang suratnya. Pembelian ini tentu harus sesuai dengan harga yang sudah disepakati. Biasanya bisa lebih tinggi daripada harga pasti atau juga nilai harga penawaran perdana obligasi tersebut.

Tetapi tidak berarti pula setelah dibeli penerbit bebas kewajiban bayar utang. Dalam hal ini penerbit pun tetap harus melakukan pembayaran bunga dan pokok utang sesuai dengan kesepakatan, yang sudah disepakati sebelumnya.

Bahkan, karena sudah dibeli kembali, penerbit harus memberikan kupon dengan nominal yang lebih tinggi kepada pemegang obligasi yang baru ya. Dengan pembelian kembali, pihak penerbit bisa melaksanakan haknya untuk melunasi utang lebih awal, misalnya ketika tingkat suku bunga sedang menurun.

4. Putable Bond

Putable Bond ini merupakan jenis obligasi yang membuat investor memiliki hak untuk mengharuskan emiten. Atau membuat penerbit obligasi membeli kembali surat utangnya.

6 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Imbal Hasil

1. Obligasi Konvensional

Obligasi konvensional merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh pihak tertentu untuk mendapatkan pinjaman sebagai tambahan modal. Kemudian disertai dengan perjanjian memberikan bunga kepada pihak investor dalam jangka waktu tertentu.

2. Obligasi Syariah

Obligasi syariah ini dikenal juga dengan nama Sukuk. Merupakan jenis obligasi yang memberikan imbal hasil berupa uang sewa yang perhitungannya berdasarkan prinsip syariah Islam dan tidak mengandung unsur riba.

Imbal hasil ini juga dibayarkan secara berkala dalam periode tertentu. Selain itu, peminjam juga akan melunasi pokok utang pada tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan sebelumnya.