Sukses

4 Jembatan Terpendek di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Jembatan menjadi salah satu infrastruktur penting bagi setiap wilayah yang terpisahkan oleh perairan. Infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dalam aliran perjalanan (traffic flows) ini umumnya dibangun untuk penyeberangan pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas halangan. 

Secara umum jembatan memiliki penampakan yang panjang yang menghubungkan satu tempat menuju tempat lain. Bahkan sudah banyak jembatan-jembatan terkenal seperti jembatan terpanjang, jembatan terindah hingga jembatan tertitnggi di dunia. 

Namun ternyata ada pula jembatan yang dibangun dengan ukuran pendek. Bahkan beberapa jembatan di dunia disebut-sebut sebagai jembatan terpendek di dunia. Meski fungsinya masih sama yakni menjadi akses penghubung, namun jembatan ini punya penampakan yang unik.

Berikut ini 4 jembatan yang disebut-sebut sebagai jembatan terpendek di dunia, yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (26/5/2020). 

2 dari 5 halaman

1. El Marco Bridge

Jembatan El Marco masuk dalam daftar jembatan terpendek di dunia. Jembatan ini merupakan jembatan penghubung antar dua negara yakni Spanyol dan Portugal. 

El Marco hanya memiliki panjang 3,2 meter yang didanai oleh Uni Eropa. Penghubung antara kota Spanyol La Codosera dengan Arronches Portugis ini dihubungkan dengan sepotong kayu kecil. Kabarnya El Marco dibangun pada dekade pertama abad ke-21 oleh para pekerja dari Spanyol dan Portugal dari aliran sungai tersebut.

Mengingat ukurannya yang mungil, jembatan ini sebagian besar untuk pejalan kaki bukan mobil, meskipun kendaraan roda dua dapat menggunakannya juga.

3 dari 5 halaman

2. Zavikon Island Bridge

Jembatan terpendek di dunia yang memsiahkan dua negara yang begitu terkenal yakni jembatan yang menghubungkan antara Amerika Serikat dan Kanada. Jembatan ini berada di pulau-pulau Zavikon Island. Disebut sebagai jembatan terpendek, jembatan yang menghubungkan dua negara ini hanya memiliki panjang 9,7 meter. 

Antara New York (Amerika Serikat) dan Ontario (Kanada) mengalir sungai St. Lawrence. Sungai itu bermuara di Danau Ontario. Mendekati muara, badan sungai melebar dan terdapat banyak pulau kecil. 

Dalam perjanjian perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada pada 1793, dikatakan bahwa sungai St Lawrence dibagi dua sama lebar, tapi tidak ada pulau yang terbagi menjadi dua. Di Zavikon Island terdapat dua pulau yang memiliki ukuran berbeda. 

Garis perbatasan antara kedua negara tersebut ternyata memisahkan dua pulau yang berdekatan itu. Pulau Zavikon besar masuk wilayah Kanada. Maka untuk menghubungkannya, dibangunlah jembatan yang kini dikenal sebagai jembatan terpendek di dunia.

4 dari 5 halaman

3. Somerset Bridge

Berbeda dari jembatan sebelumnya yang membedakan dua negara, Somerset Bridge merupakan jembatan gantung terpendek di dunia. Somerset Bridge adalah sebuah jembatan kecil di Bermuda, Inggris yang menghubungkan Pulau Somerset dengan daratan di paroki barat Sandys.

Jembatan itu cukup lebar untuk dilewati tiang perahu layar yang berlayar si bawahnya. Saat lewat, kapal harus memiliki izin atau setidaknya menunggu orang yang lewat agar gerbang jembatan dapat terangkat. Somerset Bridge hanya memiliki panjang 0,5 meter. 

Meski pendek, jembatan ini kabarnya berusia hampir 400 tahun yang dibangun pada 1620 silam. Gambar Somerset Bridge bahkan pernah muncul di mata uang poundsterling pada 2009. Beberapa bangunan di dekatnya diberi nama Somerset, sebagai penghormatan kepada jembatan mungil yang masih dipelihara tersebut.

5 dari 5 halaman

4. Jembatan Raja Kecil

Indonesia memiliki jembatan kebanggan yang dibangun pada era BJ Habibie. Selama menjabat sebagai tokoh politik, pria yang lahir pada 25 Juni 1936 itu meninggalkan banyak warisan. Salah satunya adalah Jembatan Barelang. Jembatan ikonik di Batam ini menghubungkan enam pulau sekaligus yaitu Batam, Tonton, Nipah, Rempang, Galang, dan Galang Baru. Nama Barelang merupakan akronim dari Batam, Rempang, Galang, tiga pulau terbesar yang berada di kawasan Kepulauan Riau.

Jembatan yang menghubungkan enam pulau itu yakni jembatan pertama diberi nama Tengku Fisabililah dibangun dengan tipe cable stayed dan menghubungkan Pulau Batam dengan Tonton. Jembatan kedua yakni Nara Singa II merupakan jembatan Balance Cantilever Box Gierder, menghubungkan Pulau Tonton dengan Nipah.

Jembatan ketiga Raja Ali Haji dibangun dengan tipe Segmental Concrete Box Girder, menghubungkan Pulau Nipah dengan Setokok. Jembatan keempat Sultan Zainal Abidin menghubungkan Pulau Setokok dibangun dengan tipe Balance Cantilever.

Jembatan kelima Tuanku Tambusai menghubungkan Pulau Rempang dan Galang, merupakan jembatan busur (arch bridge) dengan konstruksi beton bertulang pertama dan terpanjang yang pernah dibangun di Indonesia. Jembatan terakhir adalah Jembatan Raja Kecil yang menghubungkan antara Pulau Galang dengan Galang Baru.

Jembatan Raja Kecil inilah yang disebut-sebut sebagai jembatan terpendek yang menghubungkan antara Pulau Galang dengan Galang Baru.