Sukses

7 Masjid Tertua di Indonesia, Wujud Nyata Akulturasi Budaya

Liputan6.com, Jakarta Agama Islam sudah berada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India selama abad ke-11 melalui jalur perdagangan Nusantara.

Pada zaman dahulu, agar agama Islam dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat maka digunakan cara akulturasi budaya dalam syiar dan dakwahnya. Dengan proses akulturasi tersebut, dinilai menjadi cara paling efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Bukti terjadinya akulturasi budaya tersebut kemudian nampak jelas pada arsitektur masjid-masjid tua di Indonesia. Misalkan saja, Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin yang menampilkan ornamen kayu ulin dan arsitektur bergaya tradisional Banjar.

Selain Masjid Sultan Suriansyah, masih ada beberapa masjid tertua di Indonesia yang menampilkan wujud akulturasi budaya Nusantara dan Islam. Berikut selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Minggu (24/5/2020).

2 dari 8 halaman

1. Masjid Agung Baiturrahman, Aceh

Masjid Baiturrahman Aceh merupakan salah satu bangunan bersejarah yang paling ikonik. Masjid ini dibangun pada tahun 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun ada pula sumber yang menyebutkan bahwa pembangunannya telah dimulai sejak 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.

Masjid yang memiliki empat menara ini telah mengalami renovasi berulang kali. Hal itu dikarenakan terus meningkatnya jamaah yang datang untuk wisata religi, dilakukan pula perluasan dan penambahan kubah. Kini masjid ini memiliki tujuh kubah, empat menara, dan satu menara induk. Luas area masjid pun mencapai kurang lebih empat hektar.

3 dari 8 halaman

2. Masjid Agung Sunan Ampel, Jawa Timur

Selanjutnya, di Surabaya, Jawa Timur juga terdapat salah satu masjid tertua di Indonesia yakni Masjid Agung Sunan Ampel. Sesuai dengan namanya, masjid ini diprakarsai olehRaden Achmad Rachmatulloh atau Sunan Ampel pada tahun 1421. 

Masjid ini benar-benar menjadi bukti akulturasi budaya Jawa Kuno dan Arab Islami. Hal ini nampak dari arsitektur masjid yang memiliki atab berbentuk joglo.

4 dari 8 halaman

3. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin

Kemudian, di Banjarmasin, Kalimatan Selatan terdapat salah satu masjid tertua di Indonesia yakni Masjid Sultan Suriansyah. Diketahui, masjid ini dibangun pada tahun 1526 oleh Sultan Banjar pertama di Kalimantan Selatan.

Memadukan budaya Islan dan Banjar, masjid ini pun menggunakan ornamen kayu ulin dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang. Pada bagian mihrab masjid ini memiliki atap sendiri yang terpisah dengan bangunan induk

5 dari 8 halaman

4. Masjid Tuo Kayu Jao, Sumatera Barat

Telah berdiri sejak tahun 1599, masjid ini terletak di Jorong Kayu, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Masjid ini tercatat sebagai masjid tertua kedua di Indonesia yang masih berdiri hingga saat ini.

Pada bagian arsitekturnya, masjid ini dipengaruhi oleh budaya Minangkabau. Atap masjid ini disangga oleh 27 tiang yang merupakan simbolisasi dari enam suku di sekitar masjid ini yang masing-masing terdiri dari empat unsur pemerintahan ditambah dengan tiga unsur dari agama yakni khatib, imam, dan bilal.

Simbolisasi lain juga terdapat dalam jumlah jendela yang sebanyak 13, yang mengisyaratkan jumlah rukun salat. Kini masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit oleh wisatawan domestik.

6 dari 8 halaman

5. Masjid Menara Kudus

Seperti halnya Masjid Agung Sunan Ampel, masjid ini juga diprakarsai oleh Sunan Kudus pada tahun 1549. Sunan Kudus dikenal sebagai seorang pemuka agama yang mampu menyelaraskan antara budaya Jawa dan Islam lewat pendekatan kultural.

Maka dari itu, arsitektur Masjid Menara Kudus menyerap tiga budaya, yaitu Jawa, Islam, dan Hindu. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dianggap sebagai bangunan bersejarah dan dijadikan destinasi wisata religi oleh wisatawan domestik.

7 dari 8 halaman

6. Masjid Tua Al-Hilal Katangka, Sulawesi Selatan

Terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Masjid Al-Hilal kadang lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka. Masjid ini disebut Katangka karena bahan baku dasar pembuatan konstruksi bangunan diambil dari pohon Katangka.

Dalam sebuah prasasti didapatkan informasi bahwa masjid ini telah dibangun sejak tahun 1603. Namun, ada pula sejarawan yang berpendapat bahwa masjid ini baru berdiri pada awal abad ke-18. Masjid ini merupakan napak tilas dari Kerajaan Gowa.

8 dari 8 halaman

7. Masjid Tuha Indrapuri, Aceh

Berbeda dengan masjid yang sebelumnya, Masjid Tuha Indrapuri memiliki sejarah yang lebih kompleks dengan budaya Nusantara. Hal ini lantaran masjid ini dibangun di atas bekas Istana dan candi dari Kerajaan hidnu Lamuri pada abad ke-12.

Masjid ini dibangun usai kemenangan dari Kerajaan Lamuri melawan pasukan bajak laut dari China. Perang akhirnya dimenangkan oleh pihak Kerajaan Lamuri berkat bantuan Meurah Johan yang waktu itu adalah Pangeran dari Lingga.