Sukses

Penyebab Penyakit Disentri, Gejala, dan Cara Mencegahnya yang Benar

Liputan6.com, Jakarta Penyebab penyakit disentri dipengaruhi oleh bakteri dan ameba. Penyakit ini merupakan diare yang disertai darah atau lendir akibat adanya peradangan atau infeksi pada usus. Ada dua jenis penyakit disentri, yaitu disentri basiler (bakteri) dan disentri ameba. Keduanya memiliki gejala penyakit disentri yang hampir mirip. 

Penyakit ini paling banyak terjadi di negara tropis, subtropis, dan negara berkembang. Penyakit disentri ameba punya gejala yang cukup parah dibandingkan dengan disentri basiler (yang disebabkan oleh bakteri). Disentri yang disebabkan oleh ameba lebih berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi.

Penyebab penyakit disentri sangat penting diketahui agar terhindar dari masalah kesehatan ini. Hal ini untuk memudahkan proses penyembuhan yang biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik. Pemberian obat juga disesuaikan dengan gejala penyakit disentri.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (21/5/2020) tentang penyebab penyakit disentri

2 dari 5 halaman

Penyebab Penyakit Disentri

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab penyakit disentri adalah bakteri dan ameba. Disentri basiler diakibatkan oleh bakteri shigella. Sedangkan disentri ameba diakibatkan oleh Enteromoeba histolyca. Namun bisa juga disebbakan oleh bakteri Acherichia coli, Salmonella, Clostridium difficile, dan Campylobacter jejuni.

Penyebab penyakit disentri ameba lebih berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi hati (kantong nanah pada hati), abses otak, intususepsi (usus terselip ke bagian lain dari usus), dan peritonitis (peradangan pada lapisan penutup perut).

Penyebab penyakit disentri ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang buruk. Misalnya saja keterbatasan air bersih atau tempat dengan pembuangan limbah buruk. Penyebaran penyebab penyakit disentri terjadi akibat masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri serta lingkungannya.

Penyakit disentri dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan kesehatan lainnya hingga menyebabkan kematian. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi seperti dehidrasi dan abses hati. Oleh karena itu, menghindari berbagai penyebab penyakit disentri ini sangat penting dilakukan.

3 dari 5 halaman

Gejala Penyakit Disentri

Setelah mengenal penyebab penyakit disentri, kamu juga harus mengetahui gejala-gejala yang biasa dirasakan penderita. Gejala penyakit disentri pada kedua jenisnya tidak jauh berbeda. Gejala penyakit disentri yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:

- Diare berdarah

- Nyeri perut

- Mual

- Muntah

- Demam

Pada penyebab penyakit disentri oleh bakteri akan mengalami gejala berupa rasa kram perut dan demam. Gejala penyakit disentri yang diakibatkan oleh bakteri biasanya muncul 1-7 hari setelah penderita terinfeksi dan dapat berlangsung selama 3-7 hari.

Sedangkan gejala pada penyebab penyakit disentri oleh ameba akan mengalami nyeri saat BAB. Kondisi ini terjadi akibat ameba merusak dinding usus besar dan menyebabkan luka serta perdarahan.

Pada beberapa kasus, disentri yang disebabkan oleh ameba bisa masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya, terutama hati. Apabila kondisi ini terjadi, dapat menimbulkan kumpulan nanah di organ hati yang disebut sebagai abses hati.

Gejala disentri ameba dapat berlangsung hingga beberapa minggu. Apabila tidak segera ditangani, ameba dapat hidup di dalam usus bahkan sampai beberapa tahun. Selain dapat menyebabkan penyebaran infeksi, kondisi ini dapat menyebabkan disentri kembali kambuh.

4 dari 5 halaman

Pengobatan Disentri

Dalam penanganan disentri, pemberian antibiotik mungkin tidak diperlukan untuk mengatasi gejala ringan. Namun jika gejalanya bersifat sedang sampai berat, maka diperlukan antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebabnya. Selain itu bisa ditambah obat-obatan untuk mengurangi gejala diare.

Hindari obat diare yang bersifat antimotilitas atau menurunkan pergerakan usus (seperti loperamide). Hal tersebut dapat memperparah gejala yang ada. Jika sudah muncul tanda dehidrasi, maka diperlukan asupan cairan dengan oralit atau infus.

Dengan mengatahui penyebab penyakit disentri, kamu bisa mencegahnya sebelum penyakit tersebut menyerang. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ikuti cara mencegah disentri yang di jelaskan di bawah ini.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Penyakit Disentri

Setelah mengetahui penyebab penyakit disentri, kamu akan lebih mudah untuk melakukan pencegahan agar penyakit ini tidak mudah menyerang. Penyebab penyakit disentri yang paling utama adalah kebersihan.

Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar kamu. Ada beberapa bentuk pencegahan yang bisa kamu lakukan, seperti:

- Pastikan tangan kamu selalu bersih. Cucilah tangan dengan air dan sabun ketika ingin makan, mamasak atau menyiapkan makanan, dan setelah dari toilet.

- Sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan penderita disentri.

- Selalu bersihkan toilet dengan disinfektan setiap selesai digunakan.

- Menghindari konsumsi buah-buahan yang dikupas oleh orang lain.

- Pastikan minum air dari botol yang masih tertutup rapat atau minum air yang telah dimasak hingga mendidih.

- Hindari konsumsi air dengan es untuk menghindari es batu yang menggunakan air yang terkontaminasi.

- Gunakan air yang telah dimasak hingga mendidih atau air yang telah diberi disinfektam dan disaring, untuk berbagai keperluan, terutama untuk menggosok gigi.

- Gunakan air panas untuk mencuci pakaian penderita disentri.