Sukses

4 Penyebab Penyakit Herpes Kulit yang Harus Diwaspadai

Liputan6.com, Jakarta Herpes kulit ini termasuk jenis penyakit jangka panjang. Penyebab penyakit herpes kulit ini umumnya karena infeksi virus dan bakteri. Gejalanya ditandai dengan lepuhan pada kulit yang berwarna merah dan berisi cairan.

Meski sering terjadi, penyakit kulit ini tetap harus diwaspadai. Sebab, virus penyebab penyakit herpes kulit bisa bertahan seumur hidup di dalam tubuh manusia. Risikonya akan lebih tinggi menyerang wanita. Begitu juga ketika kekebalan tubuh lemah dan adanya penyakit kelamin.

Penting untuk mengenali penyebab penyakit herpes kulit karena mereka akan menyerang mulut, wajah, dan kelamin. Kondisi gatal pada bagian tubuh ini sudah pasti sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Infeksi virus ini bisa dikenali pada hari kedelapan dengan munculnya kulit melepuh berukuran kecil.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab penyakit herpes kulit dari berbagai sumber, Jumat (5/6/2020).

2 dari 6 halaman

Kelompok Virus Herpesviridae

Alfa Herpesvirus

Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek. Memiliki potensi menjadi tersembunyi dengan munculnya kembali infeksi pada sel saraf. Contoh alfa herpesvirus adalah HSV tipe 1, HVS tipe 2, dan virus varicella-zoster.

Beta Herpesvirus

Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang. Sehingga infeksi virus ini akan berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah cytomegalovirus, herpesvirus 6, dan herpesvirus 7.

Gamma Herpesvirus

Contoh dari kelompok Gamma Herpesvirus ini adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.

3 dari 6 halaman

Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV 1)

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) adalah salah satu penyebab penyakit herpes kulit. Virus ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan herpes oral (mulut). Tidak hanya di mulut tetapi bisa juga terjadi pada kelamin (genital). Hal ini bisa terjadi ketika melakukan hubungan seksual melalui oral.

HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana. Dari penderita herpes ke orang yang sehat. Melalui ciuman, pakai, alat makan, lipstik, dan kosmetik lain. HSV 1 juga bisa ditularkan dari orang yang mengalami infeksi HSV 1 tanpa gejala.

Gejala infeksi HSV 1 atau herpes oral:

- Di awali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.

- Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.

- Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.

- Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.

4 dari 6 halaman

Herpes Simplex Virus Tipe 2 (HSV 2)

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) juga penyebab penyakit herpes kulit. Umumnya menjadi penyebab penyakit herpes genital. Virus ini bisa menyebar melalui kontak dengan luka penderita herpes. Misalnya saat berhubungan seksual dan ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf. Infeksi ini sangat berisiko muncul kembali. Terutama ketika seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi.

Risiko terinfeksi HSV 2:

Berjenis kelamin perempuan.

- Bergonta-ganti pasangan seksual.

- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

- Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.

- Melakukan hubungan seksual di usia muda.

Gejala penderita herpes genital:

- Gatal.

- Sakit pada saat buang air kecil.

- Keluarnya cairan dari vagina.

- Munculnya benjolan di selangkangan.

- Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.

- Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, dan gatal.

5 dari 6 halaman

Varicella-Zoster Virus (VZV)

Varicella-zoster virus (VZV) adalah penyebab penyakit herpes kulit penyebab cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Virus akan menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air.

Virus ini menimbulkan bintil pada kulit penderita (vesikel). Bintilnya akan berisi cairan untuk perantara penularan virus. Parahnya dapat pula menular melalui percikan ludah. Misalnya saja ketika penderita cacar air bersin atau batuk.

Risiko infeksi virus varicella-zoster:

- Berusia di bawah 12 tahun.

- Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.

- Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.

- Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.

- Tinggal bersama anak-anak.

Jika sudah pernah mengalami cacar air sebelumnya dan sembuh, risiko mengalaminya kembali berkurang. Sebab, jika sudah terkena akan ada kekebalan tubuh yang dimilikinya.

Kekebalan terhadap virus varicella-zoster dapat diperoleh melalui vaksinasi. Kekebalan juga dapat diberikan kepada janin melalui transfer antibodi. Kekebalan dari transfer antibodi dapat bertahan sekitar 3 bulan sejak lahir.

6 dari 6 halaman

Herpes-Zoster Virus

Herpes zoster virus juga termasuk penyebab penyakit herpes kulit. Infeksi ini terjadi ketika cacar air yang sudah sembuh namun di tubuh masih ada virus varicella-zoster. Virus ini dikenal dengan sifat laten dan dapat muncul kembali. Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air.

Risiko terkena herpes zoster:

- Berusia 60 tahun ke atas.

- Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.

- Sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi atau melemahkan sistem imun (imunosupresan).

- Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.

Gejala cacar air dimulai dengan ruam kulit berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal. Vesikel muncul diikuti dengan demam, hilangnya nafsu makan, dan sakit kepala. Virus akan berada di dalam tubuh penderita selama 7-21 hari sebelum dapat menimbulkan ruam dan gejala lain. Penularan bisa terjadi sejak 48 jam sebelum munculnya ruam.

Jika sudah sembuh kemudian mengalami herpes zoster, gejala yang muncul timbul rasa nyeri dan panas pada kulit. Nyeri dan panas akan diikuti munculnya ruam kemerahan, membentuk lepuhan/blister berisi air, dan gatal.