Sukses

Penyebab Bayi Sering Cegukan dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab bayi sering cegukan kerap terjadi di awal kehidupannya. Tidak cuma orang dewasa, bayi juga bisa mengalami cegukan. Penyebab bayi sering cegukan secara umum bukanlah masalah serius.

Penyebab bayi sering cegukan bukan biasanya merupakan kondisi normal bagi bayi di bawah 12 bulan. Cegukan bahkan dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan. Sejumlah faktor bisa menjadi penyebab bayi sering cegukan.

Terkadang cegukan bisa mengganggu kenyamanan bayi. Pada kasus tertentu, penyebab bayi sering cegukan bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan bayi. Mengenali penyebab bayi sering cegukan bisa mencegah bayi terus mengalami cegukan.

Penyebab bayi sering cegukan juga bisa diatasi dengan cara tertentu. Berikut penyebab bayi sering cegukan seperti dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (12/6/2020).

2 dari 7 halaman

Penyebab bayi sering cegukan secara umum

Cegukan terjadi ketika sesuatu menyebabkan diafragma mengalami kejang. Diafragma adalah otot besar yang membentang di bagian bawah tulang rusuk. Diafragma bergerak naik dan turun saat seseorang bernafas.

Setiap kejang diafragma membuat laring dan pita suara menutup secara tiba-tiba. Namun, udara dipaksa keluar melalui pita suara yang tertutup dan menciptakan suara cegukan.

Cegukan pada bayi cenderung terjadi tanpa alasan yang jelas, tetapi menyusui dan makan kadang-kadang dapat menyebabkan diafragma menjadi kejang.

3 dari 7 halaman

Faktor penyebab bayi sering cegukan

Terlalu banyak minum atau makan

Terlalu banyak minum susu atau makan MPASI bisa menjadi penyebab bayi sering cegukan. Terlalu banyak makan dan minum bisa membuat perut bayi membesar atau kembung. Ini dapat melebarkan diafragma dan membuat kejang diafragma.

Menelan udara saat minum susu

Selain terlalu banyak makan dan minum, menelan udara saat menyusu juga menyebabkan cegukan pada payi. Udara yang terperangkap di dalam perut bisa menjadi salah satu penyebab bayi sering cegukan. Udara yang tertelan bisa menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan pada bayi. Terlalu banyak menelan udara bisa terjadi akibat posisi pemberian ASI yang salah, minum melalui botol, dan minum yang terlalu cepat.

Perubahan suhu di perut

Perubahan suhu yang ekstrem pada perut bayi bisa membuat bayi sering mengalami cegukan. Ini menyebabkan otot perut bayi berkontraksi. Kondisi ini paling sering terjadi saat bayi diberi susu hangat dan selanjutnya diberi MPASI yang masih dingin. Perubahan suhu yang cepat dapat menyebabkan kontraksi diafragma, membuat bayi cegukan.

4 dari 7 halaman

Penyebab bayi sering cegukan yang perlu dikhawatirkan: GERD

Jika cegukan sering terjadi dan menyebabkan rewel pada bayi, cegukan mungkin disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD terjadi ketika makanan yang dicerna sebagian dan asam lambung kembali naik melalui saluran makanan. Saat cairan-cairan ini melewati diafragma, mereka dapat mengiritasi dan memicu kejang.

GERD merupakan kondisi yang tak boleh disepelekan pada bayi. Tanda bayi memiliki GERD di antaranya seperti sering rewel, bayi melengkungkan punggungnya secara berlebihan selama atau setelah menyusui secara teratur, dan sering muntah. Jika mendapati gejala-gejala ini, segera periksakan pada dokter untuk mendapat penanganan tepat.

5 dari 7 halaman

Penyebab bayi sering cegukan yang perlu dikhawatirkan: Alergi

Bayi yang alergi bisa mengalami cegukan dalam intensitas sering. Alergi bisa menyebabkan radang esofagus. Salah satu reaksi ini adalah kejang diafragma yang menyebabkan cegukan. Alergi bisa disebabkan oleh MPASI yang diberikan oleh bayi. Bayi juga bisa mengalami sensitivitas pada susu formula yang dikonsumsinya.

Alergi juga bisa termasuk makanan yang dikonsumsi ibu yang memberinya ASI. Alergen yang paling umum termasuk susu, telur, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan kerang-kerangan. Ini semua dapat memengaruhi tingkat alergi dan sensitivitas bayi.

Jika bayi alergi, ia mungkin juga memiliki gejala lain, seperti diare, bengkak atau gatal di sekitar mulut, hidung atau matanya. Gejala-gejala ini biasanya muncul dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah minum atau makan yang terindikasi alergen.

6 dari 7 halaman

Cara mengatasi bayi cegukan

Buat bayi bersendawa

Bersendawa dapat menyingkirkan kelebihan gas yang mungkin menyebabkan cegukan. Bayi disarakan untuk bersendawa saat diberi susu botol tiap 60 ml sampai 90 ml. Jika bayi disusui, disarankan untuk bersendawa saat berganti payudara.

Beri sesuatu untuk diisap

Ketika bayi mulai cegukan dengan sendirinya, cara menghilangkan cegukan pada bayi adalah coba biarkan mereka mengisap dot atau empeng, karena ini akan membantu merilekskan diafragma dan dapat membantu menghentikan serangan cegukan.

7 dari 7 halaman

Cara mengatasi bayi cegukan

Menepuk halus punggung bayi

Menepuk halus punggung bayi juga sebagai salah satu cara menghilangkan cegukan pada bayi dan membuat bayi bersendawa. Menggosok punggung dan menggoyangkan bayi ke depan dan ke belakang dapat membantu mereka untuk rileks. Ini dapat menghentikan kejang yang menyebabkan cegukan. Gendong bayi dengan posisi seperti berdiri, letakkan kepalanya di pundak Anda, lalu tepuk tepuk punggung bayi secara lembut hingga bayi bersendawa.

Menghangatkan bayi

Cegukan bisa disebabkan oleh temperatur yang dingin. Menghangatkan bayi dapat mengatasi masalah ini. Tempatkan bayi pada ruangan yang hangat dan lembap. Memberikan baju yang hangat juga akan membantu mengatasi cegukan. Selain itu, menggendong dan memeluk bayi juga mampu menghangatkan beyi. Memeluk bayi mampu memberi ketenangan saat tubuh bayi mengalami cegukan yang sedikit mengganggu.

Beri makanan

Jika bayi sudah cukup besar dan dapat mengonsumsi makanan pendamping ASI, memberi makanan secara bertahap bisa mengatasi cegukan. Makanan yang masuk ke bayi akan mendorong udara yang menyebabkan cegukan.