Sukses

5 Cara Mencegah Kayu Dimakan Rayap, Mudah Dilakukan

Liputan6.com, Jakarta Cara mencegah kayu dimakan rayap bisa dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan yang merugikan terutama pada bagian-bagian vital rumah. Seperti rangka atap atau bagian-bagian pintu dan jendela yang mungkin saja semuanya masih menggunakan bahan dari kayu.

Agar cara mencegah kayu dimakan rayap dapat lebih efektif, bisa dimulai dari dasar atau awal pemilihan kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan. Sebab, ada beberapa kayu yang memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan rayap, atau lebih tepatnya rayap memang tidak tertarik terhadap jenis kayu ini.

Beberapa jenis kayu tersebut sebenarnya justru mudah ditemui di Indonesia. Beberapa di antaranya kayu jati, sengon, dan ulin. Anda bisa melihat beberapa barang peninggalan dari zaman Belanda, baik itu furnitur atau berbagai kelengkapan dari bangunan, baik pintu atau jendela. Namun sayangnya, jenis kayu tersebut harganya sudah terlampau mahal dan kurang terjangkau bagi banyak kalangan saat ini.

Itulah mengapa, menggunakan kayu yang memiliki kualitas lebih rendah menjadi solusinya. Namun selalu ada konsekuensi dibalik harga murah tersebut, yaitu risiko dimakan rayap yang lebih besar. Meski begitu, Anda bisa mencoba mempraktikkan cara mencegah kayu dimakan rayap yang sebenarnya juga sudah cukup dikenal sejak zaman dahulu yaitu menggunakan solar.

Selain dengan beberapa cara lama, Anda juga bisa menggunakan cara mencegah kayu dimakan rayap dengan bantuan berbagai anti rayap yang terdapat pada produk cat dan sudah banyak dijual di pasaran. Namun, selain beberapa cara mencegah kayu dimakan rayap ada juga cara lain agar kayu awet dari serangan rayap, seperti yang telah Liputan6.com rangkum di bawah ini, Rabu (24/6/2020).

2 dari 6 halaman

1. Cara mencegah kayu dimakan rayap dengan solar

Orang-orang di zaman dulu sudah memiliki metode yang cukup efektif dalam mencegah kayu dimakan rayap, yaitu dengan menggunakan solar. Solar menjadi salah satu bahan yang ternyata bisa membuat kayu menjadi lebih awet. Itulah mengapa penggunaan solar sangat sering diaplikasikan pada jenis furnitur rumah yang berasal dari bahan kayu.

Biasanya, sebelum sebuah kayu akan dijadikan sebuah karya seni atau dijadikan bahan dalam membuat bangunan, kayu akan dilapisi dengan solar lalu dibiarkan hingga beberapa hari. Setelah dirasa cukup meresap dan melapisi seluruh bagian kayu, baru setelah itu kayu yang sudah diberi lapisan solar siap digunakan. Cara ini juga dipercaya tidak hanya akan membuat kayu kuat terhadap serangan rayap, namun juga serangga atau hama lain seperti totor.

3 dari 6 halaman

2. Dengan metode pengasapan

Ada cara zaman dahulu yang terbilang sangat tradisional, dan juga menjadi salah satu metode lama dalam mengawetkan kayu agar tidak mudah rusak, baik karena faktor cuaca atau hewan seperti rayap. Metode ini dengan memanfaatkan pengasapan hasil pembakaran.

Metode ini dimulai dari bahan kayu yang masih baru atau istilahnya mentah. Kayu yang masih ‘mentah’ tersebut selanjutnya diletakkan di atas api yang memiliki asap cukup banyak. Lalu, kayu tersebut dibiarkan terpapar asap hingga beberapa hari. Cara ini memang dimaksudkan agar kandungan air pada kayu semakin menipis dan kayu menjadi kering sempurna, sehingga akan menambah kuat dari tekstur kayu tersebut.

4 dari 6 halaman

3. Gunakan pelapis agar kayu tidak dimakan rayap

Cara mencegah kayu dimakan rayap selanjutnya bisa dengan menggunakan pelapis kayu, terutama bagi berbagai jenis produk kayu mebel, kusen, dan lain sebagainya sejenisnya. Jenis pelapis ini ada banyak sekali jenisnya, mulai dari pelapis anti hama, cat biasa, pelitur, hingga vernis yang bisa digunakan sebagai repellent rayap.

Untuk mengaplikasikan produk pelapis ini biasanya dilakukana ketika sebelum dan sesudah membuat mebel, yakni dengan cara menyemprotkan cairan anti rayap sebelum dibuat menjadi kerajinan, lalu di lapisi cat tambahan setelah kerajinan selesai dibuat.

Saat ini beberapa produk cat juga sudah memiliki kandungan anti rayap. Cara mencegah kayu dimakan rayap ini bisanya disebut dengan metode pra dan pasca konstruksi, yang tidak lain metode ini untuk mencegah datangnya rayap sebelum dibuat dan melindungi permukaan setelah selesai dibuat.

5 dari 6 halaman

4. Rendam kayu di lumpur

Salah satu jenis kayu yang biasanya menggunakan metode ini adalah jenis kayu jati. Mungkin Anda cukup heran, sebab jati terkenal dengan kekuatannya dan kayunya juga anti terhadap serangan rayap. Ya, memang jati sangat kuat dan kokoh.

Namun, ternyata jati memiliki masalah yang sering menerpa, yaitu penyakit kayu jati yang membuat permukaannya jadi tak baik dan justru tingkat keawetannya berkurang. Untuk menghindari hal ini, maka Anda bisa merendam kayu jati di dalam lumpur kurang lebih selama setengah tahun, sebelum akhirnya dibentuk menjadi berbagai produk kerajinan.

6 dari 6 halaman

5. Rendam kayu di sungai

Cara terakhir bisa dengan merendam kayu balok maupun kayu gelondongan di sungai, yang merupakan cara tradisional dalam mengawetkan dan meningkatkan kualitas kayu. Sebenarnya tujuan dari perendaman kayu di sungai ini agar kayu menyerap air, lalu memicu keluarnya zat ekstraktif yang akan larut bersama air, seperti nitrogen, glukosida, tanan, serta zat warna kayu.

Metode ini juga umum dikenal dengan nama fermentasi berantai. Dimana proses fermentasi berantai ini akan menghasilkan asam organik, gas, serta alkohol dan juga menurunkan kadar air di dalam kayu. Selain itu, kandungan pati kayu yang memang merupakan sumber makanan perusak seperti rayap juga akan menurun, karena zat tersebut larut ke dalam air. Itulah mengapa cara mencegah kayu dimakan rayap ini cukup efektif, sebab minat serangga perusak seperti rayap untuk memakan kayu menjadi berkurang.