Sukses

5 Perbedaan Daging Tenderloin dan Sirloin, Jangan Salah Pilih

Liputan6.com, Jakarta Daging sapi menjadi bahan makanan favorit banyak orang. Daging rendah lemak menjadi pilihan sehat untuk mengonsumsi daging sapi. Salah satu jenis daging sapi rendah lemak yang terkenal adalah daging sirloin dan tenderloin.

Bagi kamu yang sering mengonsumsi steak, istilah daging sirloin dan terderloin mungkin sudah tak asing lagi. Sirloin dan tenderloin selalu hadir dalam menu steak yang disediakan di restoran. Namun, masih banyak yang belum paham perbedaan dari kedua jenis daging ini. 

Meski sama-sama daging sapi rendah lemak, ada sejumlah perbedaan antara kedua jenis daging ini. Perbedaan daging sirloin dan tenderloin terletak pada letak, tekstur, rasa, hingga kandungan lemaknya. Mengetahui perbedaan kedua daging ini bisa membantumu menentukan jenis daging mana yang cocok dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Berikut perbedaan daging sirloin dan tenderloin, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(2/7/2020).

2 dari 8 halaman

Lokasi daging

Daging tenderloin atau yang juga disebut dengan daging has dalam merupakan daging sapi yang diambil dari bagian tengah sapi. Daging tenderloin diapit dengan tiga bagian daging sirloin yaitu di bagian atas dan bawah.

Sementara daging sirloin disebut dengan daging has luar. Daging ini terletak di bagian bawah daging iga, terus sampai ke bagian sisi luar has dalam. Daging sirloin mengelilingi bagian daging tenderloin dan terdiri dari otot-otot aktif. Dilihat dari letaknya, jumlah daging tenderloin jauh lebih sedikit dibanding daging sirloin.

3 dari 8 halaman

Tekstur daging

Istilah "tender" dalam bahasa Inggris berarti lembut. Daging tenderloin memang cenderung lebih lembut dan empuk dibanding dengan daging sirloin. Ini karena daging tenderloin tidak terdapat otot-otot yang digunakan untuk bergerak.

Sementara istilah "sir" dalam sirloin didapat dari istilah Inggris "pak" atau "pria" yang cenderung memiliki kesan keras. Karena sirloin terdiri dari otot-otot yang digunakan untuk bergerak, daging sirloin jauh lebih keras dibanding daging tenderloin.

4 dari 8 halaman

Rasa

Karena sirloin dilapisi lemak, jika dimasak daging ini akan mengeluarkan rasa yang lebih gurih dan juicy. Sementara tenderloin juga memiliki rasa gurih, namun masih kalah gurih dari sirloin.

Salah satu keunggulan dari tenderloin adalah teksturnya yang lebih empuk. Ini membuat daging tenderloin banyak disukai sebagai daging steak.

5 dari 8 halaman

Kandungan lemak

Meski termasuk daging rendah lemak, kedua daging ini memiliki kandungan lemak yang sedikit berbeda. Daging sirloin sebenarnya adalah bagian otot yang cukup sering digunakan sapi untuk bergerak. Otot-otot ini biasanya dilapisi oleh lemak. Meski begitu, daging sirloin jauh lebih rendah lemak, terutama pada bagian atas sirloin.

Sirloin bagian atas dalam 100 gram bisa mengandung total 8 gram lemak dan sirloin bagian bawah bisa mengandung 10 gram lemak. Sementara daging tenderloin bisa mengandung 18 gram lemak dalam 100 gramnya.

6 dari 8 halaman

Lama memasak

Karena daging tenderloin lebih empuk, memasak daging ini juga tidak memerlukan waktu yang lama. Daging tenderloin biasa dimasak dengan cara dipanggang. Memasaknya pun tidak boleh terlalu lama karena dapat menyebabkan daging kering dan berubah menjadi keras.

Kebalikan dari tenderloin, daging sirloin memerlukan waktu memasak yang lebih lama. Daging ini biasanya di steam atau dipanggang dalam waktu lama.

7 dari 8 halaman

Macam bagian daging sapi lainnya

Rib Eye Steak

Rib Eye merupakan jenis steak yang berasal dari daging di sekitar tulang iga atau tulang rusuk. Rib Eye termasuk ke dalam bagian utama daging sapi yang biasa dikonsumsi. Rib Eye steak adalah potongan dalam bentuk steak, bisa dengan tulang atau tanpa tulang.

T-Bone Steak

Sesuai namanya, T-Bone merupakan daging sapi yang memiliki tulang berbentuk T dengan dikelilingi daging pada kedua sisinya. T-Bone steak jadinya merupakan gabungan antara tenderloin di satu sisi dan striploin yang disatukan oleh tulang yang berbentuk T. Biasanya T-Bone disajikan dengan grilling dan broiling.

Porterhouse

Jenis steak porterhouse mirip dengan T-Bone. Hanya saja porterhouse memiliki kandungan daging tenderloin lebih banyak dibandingkan striploin. Porterhouse merupakan salah satu jenis steak termahal dan terbaik yang bisa kamu nikmati. Biasanya, porterhouse diolah dengan teknik memasak cepat seperti frying, grilling, atau broiling.

8 dari 8 halaman

Manfaat konsumsi daging sapi rendah lemak

Kaya protein

Daging sapi juga kaya akan protein berkualitas tinggi yang dapat membantu mempertahankan dan menumbuhkan massa otot. Makanan tinggi protein rendah lemak juga membantu mencegah kehilangan otot saat menurunkan berat badan.

Kaya vitamin dan mineral

Daging sapi kaya akan vitamin D, vitamin B12, seng, selenium, zat besi, niasin, dan vitamin B6. Zat besi dalam daging sapi dapat mencegah anemia defisiensi besi.

Bantu bangun otot

Daging sapi mengandung semua asam amino esensial dan disebut sebagai protein lengkap. Konsumsi daging sapi rendah dapat membantu menjaga massa otot.

Cegah anemia

Daging sapi adalah sumber yang kaya akan zat besi terutama dalam bentuk besi heme. Zat besi ini hanya ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan. Tubuh menyerap zat besi heme jauh lebih efisien daripada zat besi non-heme. Karena itu, makan daging adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah anemia defisiensi besi.

Tingkatkan energi

Daging sapi mengandung karnosin, senyawa penting untuk fungsi otot. Konsumsi daging sapi juga bisa mencegah kelemahan otot. Pada otot manusia, kadar karnosin yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan kinerja selama olahraga.