Sukses

Viral, Kelelawar Sebesar Anak Manusia Menggantung di Depan Rumah

Liputan6.com, Jakarta Belakangan ini media sosial tengah diramaikan dengan foto sebuah kelelawar raksasa dengan ukuran sebesar anak manusia. Sontak foto kelelawar itu membuat banyak orang heboh dan menjadi viral. Seperti diketahui, selama ini kelelawar memang dikenal berukuran kecil yang tak sampai satu meter.

Namun kelelawar yang satu ini tampak berbeda. Bermula dari seorang pengguna Twitter @AlexJoestar622 dari Filipina yang mengingatkan kembali pada orang-orang tentang kelelawar berukuran sebesar anak manusia. Lewat akun Twitternya, ia membagikan sebuah foto kelelawar yang sangat besar sedang menggantung di depan rumah.

"Ingat ketika saya cerita bahwa Filipina memiliki kelelawar seukuran manusia? Ya, ini yang saya bicarakan," tulis Alex seperti dikutip oleh Liputan6.com dari @AlexJoestar622, Jumat (3/7/2020).

Pose kelelawar yang menggantung itu juga terlihat cukup menakutkan. Namun tak sedikit warganet yang penasaran akan kelelawar jenis tersebut. Mereka meminta untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang hewan mamalia itu.

2 dari 3 halaman

Dikenal Sebagai Kelelawar Buah Berjubah Emas

Dalam foto tersebut, sayap kelelawar raksasa tersebut dikatupkan di dada. Namun yang membuat heboh adalah wajahnya yang mirip seperti rubah. Posenya saat menggantung di depan rumah warga ini benar-benar menakutkan mirip seperti di film vampir.

Menurut Alex, bentang sayap kelelawar raksasa yang ia perlihatkan di Twitter tersebut mencapai 1,7 meter. Hewan yang viral tersebut juga dikenal dengan kelelawar buah berjubah emas. Hewan ini termasuk ke dalam keluarga megakelelawar yang memiliki spesies kelelawar terbesar di dunia.

Foto kelelawar raksasa yang dibagikan di Twitter itu menjadi viral. Meski hanya makan buah, tapi penampilan kelelawar raksasa itu membuat netizen bergidik.

3 dari 3 halaman

Memiliki Wajah Seperti Rubah

Namun kelelawar yang berukuran sebesar anak manusia ini termasuk jenis binatang terancam punah. Kelelawar buah berjubah emas adalah endemik Filipina dan memiliki moncong panjang yang sangat mirip dengan rubah. Mereka memiliki telinga yang runcing, tidak bulat seperti kebanyakan spesies kelelawar.

Di Filipina, kelelawar jenis ini memiliki bulu berwarna coklat keemasan di kepala mereka, dan hidup di hutan dan gua-gua yang dalam.