Sukses

10 Gejala Keracunan Makanan Kadaluarsa, Waspadai Segera

Liputan6.com, Jakarta Gejala keracunan makanan kadaluarsa patut diwaspadai. Makanan kadaluarsa merupakan makanan yang sudah melewati batas kelayakan untuk dikonsumsi. Makanan kadaluarsa biasanya akan mengalami penurunan kualitas.

Makanan kadaluarsa dapat kehilangan nutrisi, rasa, atau terpapar mikroorganisme berbahaya. Makanan kadaluarsa lebih rentan berjamur dan terkontaminasi mikroorganisme lainnya. Makanan kadaluarsa yang biasanya menimbulkan keracunan di antaranya adalah telur, produk susu, daging olahan, sayur, dan buah.

Gejala keracunan makanan kadaluarsa disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi, rusak, atau beracun. Makanan bisa terkontaminasi bakteri seperti Listeria, Salmonella, atau E.Coli. Bakteri-bakteri inilah yang menjadi penyebab utama gejala keracunan makanan kadaluarsa.

Gejala keracunan makanan kadaluarsa umumnya terkait dengan masalah pencernaan. Gejala keracunan makanan kadaluarsa dapat bervariasi tergantung pada sumber infeksi.

Gejala keracunan makanan kadaluarsa timbul setelah kisaran 1 jam hingga 28 hari. Berikut gejala keracunan makanan kadaluarsa seperti dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (6/7/2020).

2 dari 6 halaman

Gejala keracunan makanan kadaluarsa

Sakit perut

Gejala keracunan makanan kadaluarsa yang paling sering dirasakan adalah sakit perut disertai kram. organisme berbahaya dapat menghasilkan racun yang mengiritasi lapisan lambung dan usus. Hal ini dapat menyebabkan radang menyakitkan di perut yang dapat menyebabkan rasa sakit di perut. Gejala keracunan makanan juga bisa meliputi kram dan kembung. Kram dan kembung pada perut akibat keracunan akan datang sebelum diare.

Diare

Diare adalah gejala khas keracunan makanan. Ini terjadi karena peradangan membuat usus kurang efektif menyerap kembali air dan cairan lain yang dikeluarkannya selama pencernaan. Karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada biasanya, tubuh berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, penting untuk tetap minum cairan agar tetap terhidrasi.

3 dari 6 halaman

Gejala keracunan makanan kadaluarsa

Sakit kepala

Gejala keracunan makanan kadaluarsa selanjutnya adalah sakit kepala. Ini bisa disebabkan oleh dehidrasi akibat diare yang berlangsung. Dehidrasi dapat secara langsung memengaruhi otak. Kondisi ini bisa menyebabkan otak kehilangan cairan dan menyusut sementara.

Kelelahan

Rasa lemah dan kelelahan adalah gejala keracunan makanan kadaluarsa lainnya. Gejala-gejala ini terjadi karena pelepasan kurir kimia yang disebut sitokin. Lelah juga bisa diakibatkan oleh dehidrasi karena diare.

4 dari 6 halaman

Gejala keracunan makanan kadaluarsa

Muntah

Muntah juga merupakan gejala paling umum dalam keracunan makanan kadaluarsa. Ini terjadi ketika otot-otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat, memaksa untuk secara tidak sadar mengeluarkan isi perut. Reaksi ini merupakan mekanisme perlindungan yang terjadi ketika tubuh mencoba menyingkirkan organisme atau racun berbahaya. Muntah yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi.

Mual

Mual yang berhubungan dengan keracunan makanan biasanya terjadi antara satu dan delapan jam setelah makan. Ini merupakan sinyal peringatan untuk memberi tahu tubuh bahwa ia telah menelan sesuatu yang berpotensi membahayakan.

5 dari 6 halaman

Gejala keracunan makanan kadaluarsa

Demam

Demam terjadi sebagai bagian dari pertahanan alami tubuh melawan infeksi. Zat penghasil demam yang disebut pirogen memicu kenaikan suhu. Zat ini dilepaskan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Peningkatan suhu ini meningkatkan aktivitas sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Panas dalam tubuh bisa menghambat perkembangan bakteri atau virus.

Menggigil

Menggigil terjadi untuk menaikkan suhu tubuh. Menggigil adalah hasil dari otot-otot yang berkontraksi dan rileks dengan cepat dan menghasilkan panas. Menggigil sering menyertai demam. Jika demam berlanjut selama lebih dari 48 jam segera hubungi dokter.

6 dari 6 halaman

Gejala keracunan makanan kadaluarsa

Nyeri otot

Otot-otot bisa terasa sakit ketika mendapat infeksi seperti keracunan makanan. Ini karena sistem kekebalan tubu telah diaktifkan dan menyebabkan peradangan. Selama proses ini, tubuh melepaskan histamin, bahan kimia yang membantu memperlebar pembuluh darah agar memungkinkan lebih banyak sel darah putih melawan infeksi.

Histamin membantu meningkatkan aliran darah ke area tubuh yang terinfeksi. Bersama dengan zat lain yang terlibat dalam respons imun, seperti sitokin, histamin dapat mencapai bagian lain dari tubuh dan memicu reseptor rasa sakit.

Merasa tidak enak badan secara keseluruhan

Mereka yang keracunan makanan sering mengalami kehilangan nafsu makan dan gejala lain yang umum pada penyakit seperti kelelahan. Saat kekebalan tubuh terganggu, tubuh melepaskan sitokin. Zat ini membantu tubuh melawan infeksi seperti keracunan makanan. Sitokin juga mengirim sinyal ke otak dan menyebabkan banyak gejala yang umumnya dikaitkan dengan sakit, termasuk kehilangan nafsu makan, kelelahan dan sakit dan nyeri.

Kumpulan gejala-gejala ini dapat menghasilkan apa yang kadang-kadang disebut "perilaku penyakit." Perilaku ini terjdai ketika Anda menarik diri dari interaksi sosial, beristirahat dan berhenti makan. Perilaku penyakit adalah tanda bahwa tubuh mengalihkan perhatiannya dari proses tubuh lain seperti pencernaan untuk memprioritaskan melawan infeksi.