Sukses

Kisah Perjuangan Wanita Atasi Kulit Eksim, Perubahan Wajahnya Bikin Kaget

Liputan6.com, Jakarta Memiliki kulit yang mulus tentunya menjadi idaman setiap wanita. Ragam cara dilakukan untuk mendapatkan kulit mulus yang didambakan. Eksim merupakan salah satu penyakit yang kerap membuat kulit seseorang terasa kasar atau bersisik. Mengatasi eksim dengan krim merupakan salah satu cara untuk menyembuhkan eksim yang diderita. 

Penyakit eksim atau dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit. Tanda-tanda utama yang dirasakan pasien penyakit eksim, yaitu rasa gatal berlebih pada kulit dibarengi dengan kulit memerah, bersisik serta pecah-pecah, hingga timbul gelembung-gelembung kecil yang mengandungan air atau nanah. 

Rasa gatal yang ditimbulkan dari penyakit ini tentunya membuat seseorang yang menderitanya terasa tak nyaman dan ingin menggaruknya. Namun hal tersebut akan menyebabkan kulit menjadi mudah terinfeksi. Upaya untuk menyembuhkan penyakit ini tentunya harus dengan kesabaran dan ragam upaya agar tidak menimbulkan penyakit yang lainnya.

Seperti dilansir Liputan6.com dari Mirror pada (9/7/2020), kisah wanita yang berusaha keras untuk mengobati eksim yang dideritanya ini biki terharu. Pasalnya dirinya harus menderita penyakit lain karena mengatasi eksimnya dengan krim steroid. Upaya tersebut tidak berbuah manis, dan sebaliknya, kulit wajahnya berubah.

2 dari 5 halaman

Kisah Wanita yang Berjuang Atasi Eksim

Wanita yang bernama Anita Wong dan berusia 36 tahun ini terus berupaya untuk mengatasi eksim yang dideritanya. Wanita ini melwati masa-masa dimana dirinya merasakan perubahan wajahnya lantaran menggunakan krim steroid untuk mengatasi eksim yang dideritanya. Ragam upaya terus dilakukan wanita berusia 36 tahun ini hingga sembuh dari eksim atau dermatitis yang dideritanya.

Obat-obatan keras pun digunakan oleh wanita ini untuk mengobati penyakit yang dideritanya, dan mengakibatkan kulitnya kemudian menjadi tipis. Anita Wong melakukan pengobatan ke dokter umum, dokter kulit, hingga spesialis alergi yang tak terhitung jumlahnya.

Anita Wong selama bertahun-tahun mencoba untuk menggunakan krim emolien, topikal, krim anti-jamur dan imunosupresan, steroid oral, antibiotik, dan antihistamin. Dirinya juga mencoba pengobatan alami untuk mengobati penyakit dermatitisnya ini.

Saat hamil anak pertama, wanita ini pun menghentikan penggunaan krim yang biasa digunakannya. Pada tahun 2011, Anita Wong kembali ke dokter dan diresepkan steroid topikal untuk digunakan di wajahnya yang membantu membersihkan kulitnya. Namun pada Juli 2013, Anita terkejut didiagnosis dengan katarak di kedua mata karena terlalu sering menggunakan steroid. Pada tahun Januari 2014, Anita menjalani operasi katarak, dan mata kanannya mengalami kerusakan permanen.

 

 

3 dari 5 halaman

Menderita Sejak Lama

Penyakit yang diderita Anita Wong sudah dialami sejak lama. Rasa gatal yang terus menghampiri tentunya membuat dirinya terganggu. Selama 25 tahun Anita mengalami penyakit tersebut hingga membuat kulit wajahnya rusak dan didiagnosa menderita katarak. Hingga akhirnya kondisinya sedikit lebih membaik setelah detoksifikasi.

"Itu sangat memengaruhi kepercayaan diri dan kehidupan sosial saya. Gatal itu gila dan sejak usia muda saya menderita insomnia. Saya tidak pernah merasa nyaman dengan kulit saya sendiri dan semakin memburuk selama bertahun-tahun dan ini berlangsung selama dua puluh lima tahun.” ungkap Anita Wong.

4 dari 5 halaman

Sudah Mulai Membaik

Ragam upaya yang dilakukan pun membuahkan hasil yang baik, pada tahun 2018, kulit wajahnya perlahan sudah mulai membaik. Anita mengatakan dirinya melakukan detoksifikasi selama bertahun-tahun sehingga kulit wajahnya sudah mulai membaik.

"Saya termotivasi untuk mendetoksifikasi semua obat berbahaya dari sistem saya secepatnya. Saya memulai perjalanan detoksifikasi pada Juli 2013, di mana saya menarik diri dari steroid topikal dan obat-obatan konvensional, dan itu adalah neraka pada awalnya.”tutur wanita berusia 36 tahun ini.

 

5 dari 5 halaman

Bersyukur

Setelah berjuang mengobati penyakit selama bertahun-tahun, Anita pun bersykur setelah merasa kulitnya menjadi lebih baik.

"Sekarang, saya merasa diberkati. Saya merasa bebas. Saya merasa nyaman di kulit saya sendiri dan normal. Saya telah belajar banyak tentang kesehatan, tubuh dan pikiran saya. Saya adalah orang yang jauh lebih kuat dan percaya diri sekarang," katanya.