Sukses

5 Jenis Tes Bahasa Inggris Sebagai Standar untuk Melanjutkan Studi

Liputan6.com, Jakarta Semakin meningkatnya minat masyarakat terutama para pelajar yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, seakan menjadi bukti jika globalisasi memberi dampak yang positif dari sektor pendidikan. Apabila kamu salah satu di antaranya, maka setidaknya diperlukan beberapa sertifikasi termasuk beberapa jenis tes bahasa Inggris yang biasanya menjadi syarat utama.

Namun, jenis tes bahasa Inggris ini akan berbeda kegunaannya, tergantung dimana kamu akan melanjutkan studi tersebut. Misalkan kamu akan melanjutkan studi ke luar negeri, akan dibutuhkan jenis tes bahasa Inggris seperti IELTS yang memang pada tiap jenis tes bahasa Inggris tersebut memiliki kesulitan yang berbeda dalam pengerjaan soalnya.

Secara umum ada 5 jenis tes bahasa Inggris yang biasa digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan studi. Tapi, bukan berarti kamu harus melaksanakan semua jenis tes bahasa Inggris tersebut ya. Kamu cuma perlu mengikuti serangkaian tes dari salah satu jenis tes bahasa Inggris tersebut sesuai dengan apa yang dijadikan syarat oleh instansi yang bersangkutan.

Nah, mungkin kamu sendiri masih kebingungan apa saja memangnya jenis tes bahasa Inggris yang sudah umum menjadi syarat dalam melanjutkan studi. Maka, di bawah ini Liputan6.com sudah merangkum informasi yang penting kamu simak mengenai jenis tes bahasa Inggris sebagai persyaratan dalam melanjutkan studi tersebut, Kamis (16/7/2020).

2 dari 6 halaman

1. TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

Dimulai dari jenis tes bahasa Inggris yang sudah sangat umum dan tidak asing mungkin di telingamu, yaitu TOEFL. Kamu sendiri mungkin sudah pernah atau akan mengikuti tes ini sebagai syarat melanjutkan studimu. TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language, yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas seseorang dalam berbahasa Inggris. TOEFL umumnya digunakan sebagai pra-syarat dalam melanjutkan pendidikan ke universitas.

Jenis tes bahasa Inggris ini diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) di USA. ETS sendiri pertama kali mengadakan TOEFL tahun 1963. Dan, biasanya tes ini akan memakan waktu hingga sekitar tiga jam dan umumnya diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu:

1. Listening Comprehension

2. Grammar Structure and Written Expression

3. Reading Comprehension

4. Writing

Dan, TOEFL sendiri terbagi menjadi tiga jenis metode tes yang bisa kamu lakukan, yaitu:

a. PBT (Paper Based Test)

PBT-TOEFL atau Paper Based Test TOEFL merupakan jenis tes TOEFL berbasis kertas. Tes ini memang dikerjakan dengan media berupa kertas dengan tiga sesi ujian yaitu Listening, Structure, dan Reading. Umumnya, jenis tes TOEFL ini memiliki rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677. Tes ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam.

b. CBT (Computer Based Test)

CBT-TOEFL atau Computer Based Test TOEFL dikenalkan pertama kali tahun 1998. Tes ini menggunakan perangkat lunak resmi yang diterbitkan oleh ETS sebagai media pengujian. Pada tes jenis ini ada empat sesi ujian yaitu Listening, Structure, Reading, dan Writing. Tes ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. CBT-TOEFL memiliki rentang nilai antara nol hingga 330.

c. iBT (Internet Based Test)

iBT-TOEFL atau internet Based Test TOEFL dikenalkan dan berlaku secara internasional pada 2005. Jenis tes TOEFL ini dilakukan di computer tanpa perangkat lunak khusus sebagai media pengujian. Pada iBT tes dilakukan secara online dan peserta ujian akan mengerjakan soal tes yang langsung disediakan oleh ETS secara online.

Pada iBT-TOEFL tes terdiri dari empat sesi yaitu Listening, Writing, Reading, dan Speaking, dengan nilai maksimum 120 dan berlangsung selama 4 jam. Jenis tes Bahasa Inggris ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Individual Test dan Integrated Test.

3 dari 6 halaman

2. IELTS (International English Language Testing System)

Salah satu tes yang bisa dikatakan lebih sulit dari TOEFL yaitu IELTS. Tes ini wajib untuk kamu yang ingin studi ke Australia, New Zealand, Amerika, dan Inggris. Sebab, bahasa yang dipakai dalam tes ini menggunakan satandar British English. Selain terkenal karena tingkat kesulitannya, tes ini juga membutuhkan strategi yang tepat dalam menjawab. Itulah mengapa, untuk dapat melakukan tes IELTS ini, sangat dibutuhkan preparation course agar kamu bisa lulus.

Dan, jika kamu ingin mengambil S2 di luar negeri, sangat disarankan untuk mengambil IELTS Preparation karena akan diajarkan mengenai writing untuk data dan writing untuk opini sehingga sangat berguna untuk mengerjakan paper-paper kuliah. Namun memang secara biaya tes IELTS lebih mahal dibandingkan tes TOEFL.

IELTS sendiri terbagi menjadi dua jenis tes, yaitu General Training (untuk bekerja) dan Academic Training (untuk studi). Tes IELTS memiliki empat bagian ketika tes, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Uniknya, standar skor IELTS di tiap negara berbeda-beda tingkatannya, misalnya di Australia, yang memberi syarat minimum skor sekitar 4.5-5.0 untuk General Training dan 5.5-7.0 untuk Academic Training.

4 dari 6 halaman

3. GMAT (Graduate Management Admission Test)

GMAT biasanya diperuntukan bagi mahasiswa program studi bisnis yang akan melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di luar negeri. Test ini terbagi dari empat bagian, yaitu kemampuan verbal umum, matematika (quantitative), analytical writing, dan penalaran terpadu (integrated reasoning).

Durasi untuk melakukan tes ini berlangsung sekitar tiga jam. Dan, ada baiknya sebelum kamu akan mengikuti tes ini untuk melakukan persiapan yang bisa diikuti melalui les ataupun praktek sendiri dengan menggunakan teknologi yang ada, sebab biaya tes GMAT cukup mahal.

5 dari 6 halaman

4. SAT (Scholastic Aptitude/Assessment Test)

SAT adalah jenis tes bahasa Inggris yang dipakai untuk menilai standar penerimaan mahasiswa baru S1 di Amerika Serikat. Pada tes ini terdapat beberapa komponen seperti evidence-based reading and writing, reading test, writing and language test, mathematics, serta essay.

Untuk skor minimum yang menjadi syarat kelulusan dalam tes ini adalah 2000. Apabila kamu bisa menembus angka tersebut, maka bukan tidak mungkin kamu bisa diterima di universitas-universitas ternama yang ada di Amerika Serikat. Dari segi persiapan, jika ingin mengikuti tes ini memang perlu waktu persiapan yang cukup lama, sekitar enam sampai tujuh bulan.

6 dari 6 halaman

5. TOEIC (Test of English for International Communication)

Tes ini sebenarnya merupakan jenis tes yang dapat dikatakan lebih mudah dibandingkan TOEFL. Tes bahasa Inggris ini biasanya lebih umum digunakan sebagai tes yang menjadi syarat untuk masuk ke dalam perusahaan.

TOEIC sendiri mulai menjadi tren di banyak perusahaan karena penggunaan TOEFL untuk dunia kerja dianggap kurang efektif. TOEIC sendiri sudah diselenggarakan ETS (Educational Testing Service) selama 25 tahun di seluruh dunia, namun baru mulai digunakan di Indonesia sejak tahun 1999.

Mengapa TOEIC bisa dibilang lebih mudah? Sebab materi tes TOEIC hanya merupakan tes pilihan ganda yang biasa dilakukan selama 2 (dua) jam yang terbagi menjadi sesi listening dan sesi reading, dengan durasi tes sekitar 2 jam dan terdiri dari 200 soal.

Setiap peserta ujian TOEIC akan menerima skor dari listening dan reading dengan skala skor 5 hingga 495 untuk masing-masing sesinya. Sehingga jika dijumlahkan skor total yang didapat adalah antara 10 sampai 990. Namun, meski umumnya TOEIC digunakan sebagai standar untuk masuk ke dalam lingkup pekerjaan, nilai dari tes TOEIC ini masih bisa digunakan di beberapa kampus di Indonesia sebagai syarat masuknya.

Sertifikat TOEIC sendiri terdiri dari 5 warna yaitu :

- Orange (10–215)

- Cokelat (220–465)

- Hijau (470–725)

- Biru (730–850)

- Emas (855–990)

Nah, setelah mengetahui apa saja jenis tes bahasa Inggris yang bisa kamu ikuti di atas, jangan lupa untuk melakukan persiapan agar tesmu berjalan lancar dan tidak mengalami kendala, sehingga kamu bisa lulus dengan skor memuaskan.