Sukses

10 Penyebab Mood Swing dan Cara Mengatasinya yang Tepat, Jangan Anggap Sepele

Liputan6.com, Jakarta Penyebab mood swing bisa dipengaruhi oleh kondisi tubuh kamu saat itu. Mulai dari kondisi kesehatan fisik, kondisi hormon, hingga kondisi kesehatan mental menjadi berbagai macam faktor yang menyebabkan terjadinya mood swing.

Mood swing atau perubahan suasana hati dapat disebabkan oleh banyak hal, karena itulah ada kalanya kondisi ini bisa menimbulkan dampak yang serius. Hal ini terutama jika mood swing terjadi terlalu sering, berulang, atau sangat ekstrem.

Penyebab mood swing perlu dikenali segera agar dapat ditangani dengan baik. Walaupun kondisi ini normal terjadi, jika terlalu sering dan mengganggu aktivitas, serta disertai gejala lain kamu patut waspada memiliki gangguan mental.

Bahkan, mood swing yang terjadi tanpa adanya pemicu yang jelas perlu dicurigai sebagai kondisi bipolar. Konsultasi ke psikolog jika kamu mulai kesulitan mengatasinya. Jika hal ini mengganggu aktivitas, sudah saatnya kamu berkonsultasi ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (17/7/2020) tentang penyebab mood swing.

2 dari 5 halaman

Penyebab Mood Swing (Kondisi Hormon)

Penyebab mood swing bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi tubuh, salah satunya adalah kondisi hormon. Hal inilah yang menyebabkan mood swing sering kali terjadi pada perempuan. Berikut beberapa penyebab mood swing karena kondisi hormon:

PMS

Penyebab mood swing karena kondisi hormone yang pertama adalah PMS. Banyak wanita mengalami sindrom pramenstruasi (PMS) beberapa hari sebelum menstruasi. Ini bisa membawa gejala seperti kram, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

PMS dapat membuat kamu merasa sedih atau murung tanpa pemicu. Bisa jadi karena kadar hormon tertentu turun pada saat itu dalam sebulan. Setelah menstruasi datang, kadar hormon mulai meningkat, yang membantu menstabilkan suasana hati kembali.

Kehamilan

Penyebab mood swing karena kondisi hormon berikutnya adalah kehamilan. Saat hamil, kamu menghasilkan lebih banyak hormon dari biasanya. Lonjakan hormon ini dapat memengaruhi suasana hati.

Kamu mungkin akan menangis lebih sering atau merasa kosong. Mood kamu mungkin tiba-tiba berubah dari bahagia ke sedih, lalu kembali bahagia lagi.Beberapa wanita menjadi depresi selama kehamilan atau setelah bayi lahir, ketika kadar hormon turun dengan cepat. Jika ini terjadi, bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Menopause

Menopause juga bisa menjadi penyebab mood swing yang dipengaruhi kondisi hormon. Ketika mulai menopause, tubuh membuat hormon jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Penurunan itu dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk masalah tidur dan perubahan suasana hati.

Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang lebih sehat, lebih banyak tidur, atau lebih banyak olahraga, dapat membantu suasana hati kamu.

3 dari 5 halaman

Penyebab Mood Swing (Kondisi Kesehatan Mental)

Penyebab mood swing juga bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi mental, salah satunya adalah gangguan bipolar. Hal inilah yang patut kamu waspadai, karena bisa berbahaya. Berikut beberapa penyebab mood swing karena kondisi kesehatan mental:

Gangguan Bipolar

Apabila perubahan suasana hati atau mood swing terjadi terlalu sering, apalagi dalam tingkat yang berlebihan hingga mengganggu diri dan orang lain, perlu dicurigai bahwa kamu mengalami gangguan bipolar. Untuk memastikan hal ini, kamu dapat menemui dokter atau psikolog.

Stres

Penyebab mood swing berikutnya adalah stres. Stres kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, serta membuat kamu merasa sedih dan marah. Saat stres, kamu mungkin kehilangan kualitas tidur yang dapat memengaruhi suasana hati. Olahraga adalah cara yang baik untuk meredakan stres dan membantu membuat kamu merasa lebih baik.

ADHD

Penyebab mood swing akibat gangguan mental sekanjutnya adalah ADHD. Jika kamu memiliki masalah attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau hiperaktif, kamu mungkin tidak dapat mengendalikan impuls dengan baik.

Kamu akan cenderung marah atau frustrasi tiba-tiba, bahkan untuk hal-hal kecil, seperti antrean panjang atau kemacetan lalu lintas. Orang dengan ADHD lebih cenderung menjadi depresi atau memiliki masalah lain yang berkaitan dengan suasana hati.

4 dari 5 halaman

Penyebab Mood Swing (Kondisi Lainnya)

Penyakit Tertentu

Penyebab mood swing juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menderita penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid, dan kelainan pada otak.

Gula Darah Rendah

Penyebab mood swing selanjutnya adalah gula darah rendah. Jika kamu pernah mengalami lapar dan marah pada saat yang bersamaan, itu mungkin akibat gula darah rendah. Ini terjadi pada beberapa orang ketika mereka terlalu lama di antara waktu makan.

Kamu mungkin merasa marah, kesal, kesepian, atau bingung, bahkan ingin menangis atau menjerit. Para penderita diabetes pun harus memperhatikan perubahan suasana hati yang tiba-tiba jika gula darah rendah terlalu lama.

Makanan

Makanan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab mood swing. Selain menyediakan energi untuk kita beraktivitas, makanan dapat memengaruhi mood dengan merangsang produksi dopamin. Dopamin adalah senyawa kimia dalam otak yang membuat kita merasa senang, bahagia, dan puas, untuk mendorong kita mengulang perilaku menyenangkan tersebut.

Konsumsi Obat

Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab mood swing atau perubahan suasana hati.

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Mood Swing

Setelah mengenali berbagai penyebab mood swing, kamu tentunya juga perlu mengetahui cara menanganinya. Supaya tidak terjadi berkelanjutan atau secara berulang dan mengganggu rutinitas harian, berikut ini beberapa cara mengatasi mood swing yang bisa kamu terapkan:

- Cukup tidur setiap hari, agar kadar hormon stres bisa dikendalikan

- Lakukan hobi yang disenangi atau bermeditasi

- Olahraga secara rutin dan teratur, paling tidak 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu

- Cobalah untuk selalu berpikir positif akan segala sesuatunya

- Kurangi asupan kafein dan hindari minuman beralkohol

- Melalukan relaksasi dengan pijat

- Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari

- Carilah teman yang dapat mendengarkan keluh kesah kamu dan memberikan masukan positif

- Konsultasi ke psikolog jika mulai kesulitan mengatasinya

- Jika hal ini mengganggu aktivitas sudah saatnya anda berkonsultasi ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater