Sukses

6 Penyebab Darah Haid Menggumpal, Miom Salah Satunya

Liputan6.com, Jakarta Haid merupakan siklus normal reproduksi yang dialami wanita. Haid ini akan berlangsung selama 7 hingga 15 hari setiap bulannya. Bagi wanita yang siklus haidnya lebih panjang, biasanya akan mengalami darah haid menggumpal. Kondisi ini sebenarnya normal saja terjadi, tetapi penyebab darah haid menggumpal lain juga perlu diwaspadai.

Penyebab darah haid menggumpal, normalnya dipengaruhi oleh senyawa antikoagulan yang tidak bekerja optimal. Senyawa ini tidak bisa mengencerkan darah pada saat lapisan rahim meluruh. Nah, hal inilah yang kemudian membuat darah dikeluarkan dalam bentuk gel dan berwarna merah atau merah tua kecokelatan.

Namun, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai ketika darah haid yang dikeluarkan menggumpal. Terutama ketika gumpalan darah terus menerus keluar, berukuran besar, dan disertai rasa sakit. Pada kondisi ini, penyebab darah haid menggumpal tidak lagi normal dan bisa mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab darah haid menggumpal dari berbagai sumber, Jumat (24/7/2020).

2 dari 7 halaman

Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon bisa menjadi penyebab darah haid menggumpal. Tepatnya berkaitan dengan kadar hormon esterogen dan progesteron. Terlalu banyak dan terlalu sedikit hormon yang dimiliki, bisa sebabkan darah haid menggumpal. Terkadang bisa samapai menyebabkan haid berlangsung lebih lama dan lebih banyak dikeluarkan.

Kondisi ini biasanya akan dialami pada tahun-tahun pertama haid atau saat pubertas dan mendekati menopause. Terkadang, siklus haid bisa memanjang atau memendek. Darah haid yang keluar pun bisa sedikit atau banyak. Beruntungnya kondisi ini tidak membahayakan.

Penyebab dari ketidakseimbangan hormon juga umumnya disebabkan karena psikologis. Stres kronis atau bahkan kegelisahan jangka pendek misalnya. Kemudian pada kondisi ini, siklus dan volume menstruasi menjadi tak terkontrol dengan baik.

 

3 dari 7 halaman

Miom

Miom atau fibroid disebut sebagai masalah reproduksi yang menakutkan. Kondisi ketika ada tumor non-kanker yang tumbuh pada dinding rahim. Selain bisa menjadi penyebab darah haid menggumpal, miom juga sebabkan volume darah haid lebih banyak dari biasanya.

Miom terjadi ketika terjadi pertumbuhan massa di dalam rahim atau di luar rahim yang tidak bersifat ganas. Miom berasal dari sel otot polos rahim. Terkadang juga berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Jumlah dan ukuran miom bervariasi, terkadang bisa tumbuh lebih dari satu. Miom akan tumbuh di area dinding rahim. Memiliki bentuk yang menonjol pada rongga endometrium atau permukaan rahim.

Memang tidak terlalu membahayakan, tetapi miom bisa mengganggu kesuburan wanita. Penelitian menunjukkan ada 27 persen wanita yang memiliki miom dan mengalami gangguan kesuburan. Sedangkan saat sedang hamil, miom bisa sebabkan keguguran. Parahnya bisa sebabkan adanya tindak operasi pengambilan rahim (histerektomi) terbesar.

4 dari 7 halaman

Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Endometriosis juga bisa menjadi penyebab darah haid menggumpal dan perdarahan abnormal. Meski sebenarnya endometriosis tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Umumnya disebabkan oleh keturunan, hormon, dan operasi panggul.

Endometrium akan muncul pada ovarium, tuba falopi, dinding luar dari rahim, dalam perut atau sekitar usus dan kandung kemih. Kondisi ini bisa terjadi pada anak perempuan dan wanita usia subur. Komplikasi yang bisa dialami oleh penderita adalah sulit hamil, meski sebenarnya pembedahan bisa sedikit memberikan harapan kehamilan.

5 dari 7 halaman

Adenomyosis

Adenomysis ini hampir mirip dengan endometriosis. Kondisi ketika ada lapisan rahim yang tumbuh ke dalam dinding rahim. Hingga menyebabkan rahim menebal dan membesar 2-3 kali lipat dari ukuran normal. Tidak heran jika kemudian penderitanya akan mengalami perdarahan hebat. Termasuk menjadi penyebab darah haid menggumpal.

Meski begitu, sebenarnya jaringan tersebut tetap mengalami siklus yang sama. Seperti penebalan, luruh, dan perdarahan, selama siklus haid berlangsung. Selain pembesaran rahim, penderita juga akan mengalami rasa nyeri dan perdarahan menstruasi yang berlebihan.

Gejala:

- Perdarahan menstruasi yang berlebih atau memanjang

- Kram yang sangat berat atau nyeri yang tajam pada panggul saat mengalami menstruasi (dismenorea)

- Nyeri panggul yang kronis

6 dari 7 halaman

Keguguran

Keguguran merupakan penyebab darah haid menggumpal yang lebih mudah dikenali. Pasalnya gumpalan darah haid yang keluar akan lebih besar. Ada pula yang sampai sudah membentuk seperti tangan dalam gumpalan darah.

Ketika mengalaminya setelah telat datang bulan, sebaiknya lebih diwaspadai dan segera periksakan ke dokter. Gejala umum dari keguguran adalah ada bercak darah dari vagina. Cairannya cukup bervariasi, mulai dari lendir kecokelatan, bercak darah ringan, hingga perdarahan banyak.

Kondisi ini bisa hilang-timbul dan berlangsung selama beberapa hari. Namun, perlu diingat bahwa pendarahan ringan cukup umum terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Para ahli memperkirakan 70 persen kasus keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom janin.

Kelainan ini biasanya mengakibatkan janin tidak dapat berkembang. Sedangkan jika keguguran terjadi pada trimester kedua. Tepatnya antara minggu ke-14 hingga minggu ke-26, biasanya disebabkan oleh penyakit atau kondisi kesehatan ibu yang mengandungnya.

Gejala:

- Kram dan nyeri perut pada perut bagian bawah

- Keluar cairan dari vagina

- Keluar jaringan dari vagina

- Tidak lagi mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti mual

7 dari 7 halaman

Kanker

Kanker serviks atau leher rahim memang terdengar cukup menyeramkan karena bisa sebabkan kematian. Kanker ini juga termasuk salah satu penyebab darah haid menggumpal yang perlu diwaspadai. Terkadang perdarahan bisa terjadi sangat hebat selain terjadi gumpalan. Bagi wanita muda, perdarahan dan gumpalan bisa muncul setelah berhubungan seksual.

Sebagian besar kasus kanker leher rahim disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Namun, penyebab utamanya tetap disebabkan oleh virus HPV (human papillomavirus).

Terdapat lebih dari 100 tipe virus HPV yang berbeda. Sayangnya, saat terjangkit virus, sebagian besar jenis virus itu tidak menimbulkan gejala yang berarti. Hingga membuat wanita kesulitan mendapat pengobatan pada stadium awal kanker.

Faktor Risiko:

- Jumlah pasangan seksual yang lebih tinggi

- Berhubungan seksual di usia dini

- Adanya infeksi menular seksual lain

- Daya tahan tubuh yang lemah

- Merokok