Sukses

10 Gejala Tekanan Darah Tinggi yang Sering Diabaikan

Liputan6.com, Jakarta Tekanan darah merupakan bentuk kekuatan aliran darah dari jantung ke pembuluh darah utama dalam tubuh (arteri). Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi ketika tekanan darahnya berkisar pada 140/90 milimeter merkuri (mmHg). Selain dari pemeriksaan, sebenarnya gejala tekanan darah tinggi ini bisa dikenali.

Mengenali gejala tekanan darah tinggi sangat perlu dilakukan. Tujuannya untuk mengantisipasi tekanan darah tinggi yang semakin parah jika terus dibiarkan. Hingga lama kelamaan akan menjadi krisis hipertensi, yakni ketika angka pemeriksaan berkisar pada 180/120 mmHg. Bukan lagi komplikasi yang dikhawatirkan, tetapi nyawa penderita tekanan darah tinggi.

Gejala tekanan darah tinggi akan nampak dari kondisi fisik penderitanya. Sayangnya, banyak sekali yang justru acuh dan tak memerdulikan. Seperti ketika seseorang mengalami sakit kepala, sulit buang air kecil, sesak napas, dan lain sebagainya. Tak heran jika kemudian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan angka penderita tekanan darah tinggi global selalu meningkat.

Berikut Liputan6.com ulas gejala tekanan darah tinggi dari berbagai sumber, Kamis (13/8/2020).

2 dari 7 halaman

Sakit Kepala, Hilang Keseimbangan, dan Sulit Buang Air Kecil

Sakit Kepala

Sakit kepala bisa mengindikasikan seseorang tengah mengalami gejala tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sakit kepala ini bisa lebih dikenali dari intensitas seseorang mengalaminya, lebih sering atau tidak. Kondisi ini akan semakin nampak lagi jika tekanan darah penderita sangat tinggi. Bagi beberapa penderita juga ada yang sampai mimisan ketika mengalami sakit kepala. Istilah medis menyebutkan bukan lagi hipertensi, tetapi krisis hipertensi.

Hilang Keseimbangan

Seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya akan mengalami hilang keseimbangan. Gejala tekanan darah tinggi ini terkadang sulit untuk dikenali. Meski begitu, ketika penderita sakit kepala hingga pusing luar biasa pasti akan lebih mengenalinya.

Bagi penderita yang sudah sampai hilang keseimbangan, harus mewaspadai komplikasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi yang diderita ini bisa mengindikasikan seseorang akan mengalami stroke. Melakukan pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan agar kondisi penderita tidak semakin parah.

Sulit Buang Air Kecil

Sulit buang air kecil jelas sulit dikenali dan membuatnya sering diabaikan. Padahal sulit buang air kecil termasuk gejala tekanan darah tinggi. Kondisi ketika tekanan darah tinggi sudah sampai memengaruhi kinerja ginjal penderitanya.

Kinerja organ ginjal akan menurun dengan sendirinya. Terutama perannya menyaring racun yang kemudian dikeluarkan melalui urin. Pada kondisi ini, justru urin sulit diproduksi hingga penderita mengalami perut kembung.

3 dari 7 halaman

Urin Berdarah dan Detak Jantung Tak Beraturan

Urin Berdarah

Selain sulit buang air kecil, gejala tekanan darah tinggi juga bisa sebabkan urin penderita berdarah. Kinerja ginjal pada tahap ini sudah sangat parah dan harus menjalani pemeriksaan. Hanya saja, darah pada urin penderita akan sulit terlihat. Penderita hanya bisa melihat darah ketika urin diperiksa menggunakan mikroskop.

Kondisi urine berdarah ini disebut dengan hematuria. Salah satu penyebab utamanya adalah pecahnya kista di dalam ginjal, atau adanya pembuluh-pembuluh darah kecil di sekitar kista. Gejala tekanan darah tinggi yang satu ini biasanya berlangsung selama sehari atau beberapa hari.

Detak Jantung Tak Beraturan

Mengenali detak jantung beraturan dan tak beraturan mungkin akan sulit. Akan tetapi, ketika sudah biasa melakukannya pasti lebih mudah. Detak jantung yang tak beraturan akan lebih cepat dari biasanya. Seperti ketika seseorang sedang ketakutan atau panik.

Bedanya, gejala tekanan darah tinggi ini terjadi saat penderitanya sedang beristirahat. Jantung justru berdetak tak beraturan ketika sedang tidur atau istirahat. Bahkan, beberapa penderitanya akan mengalami henti jantung sepersekian detik.

Sensasi detak jantung yang tak beraturan bagi beberapa penderita bisa dirasakan di tenggorokan, leher, dan rahang. Pada kondisi ini, jantung tidaklah bekerja dengan normal. Jantung justru sedang dipaksa bekerja lebih cepat dari biasanya dan sangat berbahaya. Penderita bisa sampai mengalami gagal jantung dan sebabkan kematian.

4 dari 7 halaman

Wajah Merah dan Pusing

Wajah Merah

Gejala tekanan darah tinggi bisa dikenali melalu warna wajah penderitanya. Penderita hipertensi ini akan lebih merah dari biasanya. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya pembesaran pada pembuluh darah wajah.

Bisa terjadi secara mendadak untuk merespon kondisi lingkungannya. Seperti ketika terpapar sinar matahari, udara dingin, makanan pedas, angin, minuman panas, atau produk perawatan wajah.

Selain dipengaruhi kondisi lingkungan, tekanan psikis atau stres juga bisa menjadi penyebab. Kemudian terkena air panas, konsumsi alkohol, dan olahraga. Kondisi ini bisa memicu tekanan darah tinggi untuk sementara waktu.

Pusing

Berbeda dengan sakit kepala, pusing justru menjadi gejala tekanan darah tinggi karena efek obat. Obat pengontrol tekanan darah tinggi dapat menimbulkan rasa pusing. Pusing juga harus diwaspadai ketika muncul secara tiba-tiba tanpa alasan jelas.

Rasa pusing yang tiba-tiba muncul dan sebabkan seseorang hilang keseimbangan bisa mengindikasi stroke. Apalagi jika sampai penderitanya mengalami kesulitan berjalan. Tekanan darah tingginya akan memicu gejala stroke sebagai komplikasi.

5 dari 7 halaman

Pandangan Kabur, Mimisan, dan Sesak Napas

Pandangan Kabur

Pandangan kabur atau buram akan lebih mudah dikenali terutama bagi yang matanya masih normal. Gejala tekanan darah tinggi ini mungkin akan lebih sulit dikenali bagi yang sudah mengalami rabun jauh atau dekat. Pandangan mata yang kabur tiba-tiba dipengaruhi oleh pembuluh darah mata yang sedang tidak beres. Hingga jika terus dibiarkan, tekanan darah tinggi bisa sebabkan kebutaan pada seseorang.

Jika merasa tiba-tiba mengalaminya, segera konsultasikan dengan dokter. Lakukan juga pemeriksaan tekanan darah agar segera mendapat penanganan yang dibutuhkan. Jangan sampai tekanan darah tinggi semakin parah dan menjadi krisis yang sulit disembuhkan.

Mimisan

Mimisan atau pendarahan dari hidung merupakan gejala tekanan darah tinggi yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya trauma atau infeksi sinus. Jaringan lembap yang memasok pembuluh darah rusak dan terluka hingga sebabkan pendarahan.

Ketegangan dan kerusakan akibat tekanan darah tinggi menyebabkan arteri koroner yang melayani jantung melambat dan menjadi menyempit, sehingga terjadi penumpukan. Ketika arteri mengeras dengan plak, gumpalan darah menjadi lebih mungkin terbentuk yang dapat mengakibatkan serangan jantung. 

Sesak Napas

Sesak napas juga bisa mengindikasikan gejala tekanan darah tinggi. Kondisi ini harus diwaspadai karena sesak napas membuat penderitanya tak nyaman sama sekali. Sesak napas timbul karena pembuluh darah di paru-paru dan jantung ada yang tidak beres.

Kondisi ini disebut dengan hipertensi pulmonal. Tepatnya ketika bagian kanan jantung kesulitan memompa darah melewati paru-paru. Kemudian darah yang mengandung oksigen tidak dapat dialirkan dengan baik.

Selain hipertensi pulmonal, sesak napas bisa terjadi pada penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi biasa dan sistemik. Namun, gejala ini umumnya dirasakan saat mengalami hipertensi krisis atau maligna.

6 dari 7 halaman

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Pola makan tidak sehat

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam atau makanan asin dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Begitu pula dengan kebiasaan memakan makanan yang rendah serat, tinggi lemak jenuh, dan lemak trans.

Kurangnya aktivitas fisik

Aktivitas fisik baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan bertambahnya berat badan yang meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.

Kegemukan

Ketidakseimbangan antara asupan makanan dengan pengeluaran energi menyebabkan kegemukan dan obesitas. Secara definisi, obesitas ialah kelebihan jumlah total lemak tubuh > 20 persen dibandingkan berat badan ideal.

Kelebihan berat badan ataupun obesitas berhubungan dengan tingginya jumlah kolesterol jahat dan trigliserida di dalam darah, sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi. Selain hipertensi, obesitas juga merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes dan penyakit jantung.

Konsumsi alkohol berlebih

Konsumsi alkohol yang rutin dan berlebih dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk di antaranya adalah hipertensi. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga berkaitan dengan risiko kanker, obesitas, gagal jantung, stroke, dan kejadian kecelakaan.

Merokok

Merokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan karbon monoksida bisa mengurangi jumlah oksigen yang dibawa di dalam darah. Tak hanya perokok saja yang berisiko, perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok di sekitarnya juga berisiko mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah.

 

7 dari 7 halaman

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Stres

Stres berlebih akan meningkatkan risiko hipertensi. Saat stres, Anda dapat mengalami perubahan pola makan, malas beraktivitas, mengalihkan stres dengan merokok atau mengonsumsi alkohol di luar kebiasaan. Hal-hal tersebut secara tidak langsung dapat menyebabkan hipertensi.

Kolesterol tinggi

Kolesterol yang tinggi di dalam darah dapat menyebabkan penimbunan plak aterosklerosis, yang nantinya dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, plak aterosklerotik yang terbentuk juga bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan serangan jantung. Apabila plak aterosklerotik berada di pembuluh darah otak, bisa menyebabkan stroke.

Diabetes

Diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. The American Diabetes Association melaporkan dari tahun 2002-2012 sebanyak 71 persen pasien diabetes juga mengalami hipertensi.

Diabetes dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat menurunnya eslastisitas pembuluh darah, meningkatnya jumlah cairan di dalam tubuh, dan mengubah kemampuan tubuh mengantur insulin.

Obstructive Sleep Apnea

Obstructive sleep apnea (OSA) atau henti napas saat tidur merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya hipertensi. Pada OSA, terjadi sumbatan total atau sebagian pada jalan napas atas saat tidur, yang dapat menyebabkan berkurang atau terhentinya aliran udara.

Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan jumlah oksigen di dalam tubuh. Hubungan antara OSA dengan hipertensi sangat kompleks. Selama fase henti napas, dapat terjadi peningkatan aktivitas saraf simpatis dan peningkatan resistensi vaksular sistemik yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah.