Sukses

10 Alat Seduh Kopi Manual ala Cafe yang Bisa Kamu Gunakan di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Saat ini kebutuhan akan kopi memang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Kopi sendiri sudah menjadi sebuah bagian dari budaya di masyarakat. Bahkan, di kota-kota besar hingga daerah pinggiran selalu ada warung yang menjajakan kopi.

Tapi dewasa ini kopi yang dijual bukan lagi jenis kopi instan layaknya yang dijual di warung kelontong. Masyarakat sudah mulai melirik bahkan menjadikan kopi yang masih berbentuk biji sebagai konsumsi setiap hari. Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam membuat kopi murni tersebut.

Jika Anda pernah berkunjung ke salah satu kedai kopi mungkin Anda akan melihat ada beberapa alat seduh kopi manual yang dipajang. Saat memesan salah satu menunya, Anda bisa memilih mana alat seduh kopi manual yang akan digunakan untuk menyajikan kopi nikmat pilihan Anda tersebut.

Nah, jika Anda bingung sebenarnya apa saja alat seduh kopi manual yang ada saat ini, serta bagaimana dampak penggunaan alat seduh kopi manual terhadap cita rasa kopi tersebut. Di bawah ini Liputan6.com telah merangkumnya dari berbagai sumber, Sabtu (22/8/2020).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Alat Seduh Kopi Manual yang Mudah Ditemukan

1. Vietnam Drip

Seperti namanya, alat penyeduh kopi ini dikenal berasal dari Vietnam. Pada awal kemunculannya, orang-orang Vietnam gemar menyeduh kopi menggunakan filter besi kecil. Saat kopi diseduh dengan air panas, dari filter tersebut akan keluar tetesan kopi panas secara perlahan ke dalam cangkir.

Vietnam Drip memiliki saringan bawah, cangkir, saringan atas atau tamper, serta penutup. Dalam Vietnam Drip terdapat dua jenis tamper, yaitu tamper sekrup untuk memberikan tekanan tambahan, dan tamper tanpa sekrup untuk memberikan tekanan sesuai gaya gravitasi.

Metode penyeduhan dengan alat ini banyak disajikan di kedai-kedai yang menjual kopi. Sebab, metode ini dinilai bisa menjaga rasa yang terkandung pada kopi. Proses penyeduhan dan ekstraksinya juga cukup cepat. Namun kopi yang dihasilkan tidak terlalu padat.

2. V60

Selanjutnya yaitu metode V60 yang merupakan alat penyeduh kopi dengan menggunakan metode pour over. Alat seduh kopi manual ini ada yang terbuat dari keramik, kaca, metal, plastik, hingga tembaga.

Apabila dilihat sekilas sebenarnya bentuk V60 seperti cangkir biasa. Namun, uniknya pada V60 terdapat motif spiral. Pada V60 terdapat ujung lubang yang berguna sebagai pengontrol waktu ekstraksi, suhu air, serta grind size. Hal tersebut membuat rasa yang dihasilkan dari metode V60 menjadi lebih ringan.

3 dari 6 halaman

Alat Seduh Kopi Manual Selanjutnya

3. Cafe Press

Alat seduh kopi manual ini menggunakan stainless steel yang dilengkapi karet silikon sebagai filter shaft-nya. Penutupnya terbuat dari bahan plastik polypropylene dengan bahan yang tidak mudah terbakar. Cafe Press menghasilkan kopi yang halus namun sangat kaya rasa. Metode penyeduhan dengan Cafe Press juga membuat bubuk ampas kopi tidak ikut terbawa.

 

4. Rok Presso

Alat seduh kopi manual ini merupakan buatan Patrick Hunt. ROK Presso terdiri dari “kedua tangan” yang berfungsi sebagai presser atau penekan, tamper, portafilter, cerat (spout), lalu juga terdapat pembuih susu (milk frother). Selain itu bentuk dari ROK Presso lebih ringkas dan mudah dibawa kemana saja.

Dengan menggunakan metode ROK Presso jenis bubuk kopi yang digunakan bisa beragam. Hasil penyeduhan menggunakan ROK Presso cukup mendekati rasa espresso yang prosesnya menggunakan mesin kopi professional. Namun, jika dibanding mesin espresso standar, ROK Presso tidak memerlukan daya listrik.

 

4 dari 6 halaman

Alat Seduh Kopi Manual yang Tidak Kalah Menarik

5. AeroPress

Waktu penyeduhan kopi menggunakan AeroPress mungkin salah satu yang paling mudah dan cepat dibanding metode lainnya. Secara teknis, bagian yang digunakan dalam AeroPress hampir mirip dengan Vietnam Drip. Namun, perbedaannya ada pada bantuan tekanan udara yang digunakan.

Hal ini karena Vietnam Drip bergantung pada gaya gravitasi, sementara AeroPress menggunakan bantuan tekanan udara. Rasa kopi yang menggunakan metode penyeduhan ini akan terasa lebih kuat.

Bagian-bagian dari AeroPress terdiri dari tabung kopi, filter kertas, alat pengaduk, satu sendok takaran kopi bubuk, serta funnel atau corong yang berguna untuk mengalirkan air panas. AeroPress sendiri memang umumnya hanya terbuat dari bahan plastik.

 

6. Chemex

Alat seduh kopi manual ini ditemukan oleh Peter Schulmbohm. Lalu, alat ini diproduksi oleh Chemex Corporation pada 1942, dan selanjutnya alat pembuat kopi ini dimanufaktur oleh International Housewares of Pittsfield.

Alat seduh kopi manual ini sebenarnya baru mulai populer pada 2000-an. Sebab, bentuk dari chemex cukup menarik dan banyak yang justru menjadikan chemex sebagai dekorasi.

Sebenarnya metode kopi menggunakan chemex bisa juga dikatakan sebagai metode infusi. Dimana dari segi rasa tidak jauh berbeda dengan kopi yang menggunakan drip pada umumnya. Chemex sendiri lebih lamban dalam memproses kopi, namun rasa yang dihasilkan lebih kuat.

 

 

5 dari 6 halaman

Alat Seduh Kopi Manual Khas Eropa

7. French Press

Orang Italia menyebutnya caffettiera a stantuffo. Sedangkan, orang Prancis menyebutnya cafetière à piston. Tapi memang, French Press merupakan alat seduh kopi manual yang berasal dari Prancis, sebelum akhirnya dipatenkan oleh desainer asal Milan yang bernama Attilio Calimani pada tahun 1929.

Jika diperhatikan dengan seksama, French Press berbentuk plot silinder yang dilengkapi dengan sebuah alat panjang semacam pompa mini atau plunger. Selain itu, dilengkapi juga sebuah layar saringan yang berguna untuk menekan air panas hingga menembus kopi yang sudah digiling.

 

8. Bialetti Moka Pot

Alat seduh kopi manual ini pertama kali ditemukan pada awal tahun 1930-an. Bialetto Moka Pot juga umum dikenal dengan sebutan Moka Espresso atau Moka Elite. Proses pembuatan kopi dengan alat ini tidak terlalu sulit. Caranya hanya dengan memanaskan air yang terdapat di kontainer terbawah. Lalu uap akan menekan ground coffee yang berada di tengah container. Hal ini akan membuat kopi yang ditekan naik ke kontainer bagian atas hingga pada akhirnya siap untuk disajikan.

6 dari 6 halaman

Alat Seduh Kopi Manual yang Terakhir

9. Syphon

Mungkin alat seduh kopi manual ini terlihat sangat modern dengan desain futuristik seperti bentuk gelas pada laboratorium. Alat ini juga disebut sebagai Vacuum Coffee Maker di mana proses pembuatan kopi ini menggunakan sistem perendaman penuh. Yaitu dengan menggunakan sumber panas konstan. Cara brewing pada alat ini tidak jauh beda dengan metode Moka Pot, yaitu dengan proses memanaskan kontainer dengan aliran air panas yang berasal dari uap air.

 

10. Bodum Coffee Maker

Lalu, alat seduh kopi manual yang terakhir dengan menggunakan Bodum Coffee Maker. Metode ini tidak sulit, caranya dengan menyimpan ground coffee ke dalam alat lalu masukkan air, dan tekan tombol on. Setelah itu hanya tinggal menunggu hingga proses selesai.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.