Sukses

9 Penyebab Pemanasan Global, Ketahui Agar Bencana Tak Terjadi

Liputan6.com, Jakarta Pemanasan global kini patut diberikan perhatian. Bukan karena bumi yang semakin tua, tetapi kegiatan manusia yang semakin semana-mena. Dampaknya akan merusak lingkungan, karena Penyebab Pemanasan Global menjadi tak terkontrol jika terus dibiarkan.

Kegiatan yang semena-mena atau sebut saja penyebab pemanasan global ini terjadi karena kesadaran lingkungan masih belum dipahami. Polusi seharusnya bisa keluar dengan mudah ke permukaan bumi. Hanya saja ketika pemanasan global terjadi, justru polutan ini membuat radiasi dan sinar matahari terperangkap di atmosfer.

Ketika penyebab pemanasan global tak segera ditangani, banyak bencana akan terjadi. Radiasi dan sinar matahari yang terperangkap di atmosfer akan membuat suhu bumi naik mencapai 1.1 derajat Celcius. Bukan tak berdampak apa-apa, ada badai, kekeringan, mencairnya es di kutub utara, kebakaran, dan banjir menjadi ancamannya.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab pemanasan global dari berbagai sumber, Minggu (13/9/2020).

2 dari 5 halaman

Penyebab Pemanasan Global

Gas Karbon Monoksida

Gas karbon monoksida bisa menjadi penyebab pemanasan global. Gas ini amat berkaitan erat dengan aktivitas manusia.

Apalagi jika aktivitas manusia ini berkaitan dengan penggunaan kendarakan bermotor. Gas karbon monoksida inilah yang akan dikeluarkan oleh kendarakan bermotor dan sebabkan polusi.

Membatasi penggunaan kendarakan bermotor bisa dijadikan solusinya. Misal lebih banyak berjalan kaki dan menggunakan kendarakan umum. Meski tak sepenuhnya mengatasi, setidaknya polusi bisa dikurangi.

Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca bisa menjadi penyebab pemanasan global. Hal ini disebabkan karena efek panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap. Utamanya terperangkap oleh gas-gas di lapisan atmosfer.

Akibatnya lagi, gas ini justru berhenti dan tidak dapat diteruskan ke luar angkasa. Hal ini kemudian membuat panas cahaya matahari dipantulkan kembali ke permukaan bumi.

Konsumtif

Sifat yang berlebihan dalam mengonsumsi suatu barang ternyata juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Dilansir dari reusethisbagproduk-produk yang digunakan manusia berkontribusi 60% penghasil gas rumah kaca.

Hal itu dikarenakan penggunaan energi untuk memproduksi produk tersebut dan menjaganya untuk tetap bisa digunakan membutuhkan jumlah energi yang sangat banyak. Di mana energi tersebut meliputi penggunaan listrik dan batu bara.

Dikutip dari Eco Watch, PBB mengungkapkan perkiraan konsumen yang membeli pakaian 60 persen lebih banyak dari 15 tahun belakangan. Namun pakain yang terbeli hanya disimpan dan tidak dikenakan. Hal ini juga terjadi pada produk-produk elektronik namun penggunaannya sebenarnya amat jarang.

3 dari 5 halaman

Penyebab Pemanasan Global

Gas Industri

Gas dari industri pun termasuk penyebab pemanasan global. Meski begitu, masih banyak industri yang mengabaikan. Pemerintah pun tak tegas menanggapi dan memberikan sanksi agar jera.

Gas dari industri akan menyebabkan pencemaran udara. Terutama karena asap pabriknya yang berlebihan dan tak ditampung dengan benar. Ada gas karbondioksida, karbon monoksida, gas metana, dan lain sebagainya.

Kadar karbon yang dihasilkan akibat kegiatan industry yaitu sebesar 412 bagian per juta dalam 150 tahun terakhir. Karbon dioksida, metana dan nitrogen oksida yang telah menyebabkan peningkatan suhu bumi selama 50 tahun terakhir.

International Energy Agency melaporkan antara tahun 2000-2016 negara yang menyumbang emisi karbon dioksida terbesar yang pertama yaitu Republik Rakyat China. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke-6 setelah Rusia dengan nilai 2,053 miliar ton.

CFC Tidak Terkontrol

CFC merupakan Cloro Four Carbon. CFC ini termasuk penyebab pemanasan global yang sulit dihindarkan. Akan tetapi, CFC ini masih bisa ditangani dan dikendalikan.

CFC merupakan bahan kimia yang digabungkan menjadi alat rumah tangga. Peralatan ini memang bermanfaat untuk menunjang kehidupan, tetapi jika berlebihan juga tak direkomendasikan.

CFC biasanya terdapat pada kulkas dan AC. Penggunaan yang berlebihan dan tak sesuai aturan akan berdampak buruk bagi lingkungan, seperti pemanasan global.

4 dari 5 halaman

Penyebab Pemanasan Global

Hutan Menyempit

Hutan yang semakin sempit pun termasuk penyebab pemanasan global. Maka ketika telah terjadi kebakaran hutan secara besar-besaran, patut diselidiki pelaku utamanya.

Lahan hutan sangat berperan penting untuk makhluk hidup, hutan merupakan paru-paru dunia yang seharusnya dijaga. Hutan yang menyempit akan membuat cuaca semakin memburuk.

Tanpa hutan, tak ada yang membantu mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Hal ini kemudian akan berdampak pada pernapasan yang semakin terganggu. Dampaknya, pencemaran udara akan terjadi.

Menurut Bank Dunia dunia masih kehilangan sekitar 14,5 juta hektar hutan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia yang illegal dan legal.

Pembukaan lahan dengan cara pembakaran untuk area industry dan tempat tinggal juga menyebabkan efek rumah kaca dan berkurangnya sejumlah pohon yang seharusnya bisa menyerap karbon dioksida.

Bahan Bakar Bensin

Penggunaan bahan bakar bensin secara cuma-cuma juga bisa menjadi penyebab pemanasan global. Bahan bakar bensin yang digunakan pada mobil dan motor misalnya.

Saat bensin digunakan sebagai bahan bakar, maka akan timbulkan gas karbondioksida. Bahayanya, gas ini akan sangat berpengaruh pada pemanasan global.

Gas karbondioksida ini pada akhirnya akan menangkap cahaya panas. Namun sayangnya, cahaya panas ini tidak bisa disalurkan ke luar angkasa.

Pada akhirnya, cahaya panas hanya akan kembali ke bumi. Hingga berdampak buruk bagi polusi udara di bumi.

5 dari 5 halaman

Penyebab Pemanasan Global

Boros Listrik

Boros listrik pun bisa menjadi penyebab pemanasan global. Ada penguapan pada listrik yang terlalu sering digunakan.

Upaya yang bisa dilakukan adalah lebih efisien menggunakan. Disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak asal-asalan.

Hal ini tetap harus diterapkan meskipun pembayaran pajak listrik sudah dibayarkan. Bukan semata-mata masalah uang, tetapi masalah kesehatan lingkungan.

Pengaruh buruknya bisa menambah gas karbondioksida ke bumi. Hingga sebabkan pemanasan global. Tak hanya boros pengeluaran, tetapi juga merusak lingkungan.

Polusi Metana

Gas metana adalah salah satu gas yang menjadi penyebab pemanasan global. Gas ini menempati urutan kedua dalam perusakan lingkungan.

Gas metana berasal dari bahan-bahan organik. Terutama terkait hasil pemecahan bakteri pada pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Semakin tinggi produksi hewan ternak maka gas metana inilah salah satu contohnya. Semakin meningkat produksinya, maka yang akan dilepaskan ke permukaan bumi juga semakin meningkat.

Metana termasuk gas rumah kaca. Di mana ia dapat memerangkap panas dalam atmosfer. Metana dipancarkan selama kegiatan produksi batu bara, gas alam, dan minyak.

Sisa makanan manusia yang terbuang dan menjadi sampah pun akan menghasilkan metana. Indonesia termasuk negara nomor dua terbesar di dunia penghasil sampah makanan.