Sukses

12 Penyebab Nyeri Perut Kiri Bawah, Jangan Abaikan

Liputan6.com, Jakarta Penyebab nyeri perut kiri bawah tak boleh diabaikan begitu saja. Nyeri perut bisa berkisar ringan hingga berat. Nyeri ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas.

Ada beberapa kemungkinan penyebab nyeri perut kiri bawah. Jenis pengobatan akan tergantung pada kondisi atau penyakit yang menyebabkan nyeri. Maka dari itu penting mengetahui apa saja penyebab nyeri perut kiri bawah.

Penyebab nyeri di perut kiri bawah bisa jadi tidak berbahaya seperti gas. Tapi, penyebab nyeri di perut kiri bawah juga bisa lebih serius seperti infeksi. Nyeri perut yang kronis harus mendapatkan pertolongan segera.

Segera kunjungi dokter jika nyeri tak kunjung hilang atau sering datang tiba-tiba. Penting juga mencatat gejala tambahan yang mungkin terjadi. Berikut 12 penyebab nyeri perut kiri bawah, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Jumat(18/9/2020).

2 dari 7 halaman

Penyebab nyeri perut kiri bawah

Sembelit

Sembelit bisa menyebabkan nyeri perut bagian kiri bawah. Kondisi ini kerap disebabkan oleh pola makan yang buruk dan kurang olahraga. Gejala sembelit seperti susah BAB, perlu memberi tekanan pada perut untuk membantu mengeluarkan tinja, tinja sangat keras, dan BAB kurang dari tiga kali seminggu.

Gas

Penyebab nyeri perut kiri bawah selanjutnya adalah gas yang terperangkap di saluran pencernaan. Gas yang tidak bisa keluar ini menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman.

Gas dapat disebabkan oleh mencerna makanan yang rentan mengeluarkan gas, menelan udara, merokok, makan berlebihan, mengunyah permen karet, hingga bakteri. Gejala tambahan yang tak boleh diabaikan meliputi penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, sembelit, muntah atau diare.

3 dari 7 halaman

Penyebab nyeri perut kiri bawah

Penyakit radang usus

Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan peradangan yang menyakitkan di bagian mana pun di saluran pencernaan. Penyakit Crohn paling umum terjadi di usus kecil, dan kolitis ulserativa paling sering terjadi di usus besar.

Gejala yang paling umum termasuk nyeri di perut dan diare berdarah. Kondisi ini juga dapat menyebabkan demam dan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.

Herpes zoster

Herpes zoster atau cacar api disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah seseorang menderita cacar air, virus menonaktifkan diri di jaringan saraf dekat sumsum tulang belakang dan otak. Bertahun-tahun kemudian, virus dapat aktif kembali sebagai cacar api.

Terkadang herpes zoster menyebabkan rasa sakit dan ruam yang membungkus satu sisi perut. Gejala herpes zoster meliputi sakit saat disentuh, gatal, ruam, demam, dan lepuh yang bisa pecah dan bekas luka. Seseorang mungkin merasakan nyeri tekan dan gatal pada satu area kulit sebelum ruam muncul. Begitu ruam muncul, rasa sakitnya bisa parah.

4 dari 7 halaman

Penyebab nyeri perut kiri bawah

Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan atau indigestion disebabkan oleh penumpukan asam setelah makan. Bagi kebanyakan orang, nyeri gangguan pencernaan terjadi di bagian atas perut.

Meski jarang, gangguan pencernaan bisa terjadi di bagian bawah perut. Gejala gangguan pencernaan termasuk sensasi terbakar, sedikit nyeri atau tidak nyaman, mulas, kembung, atau gas.

Sindrom iritasi usus besar

Sindrom iritasi usus besar atau Irritable bowel syndrome (IBS) adalah kelainan umum yang memengaruhi usus besar. Kondisi ini merupakan gangguan gastrointestinal kronis yang mungkin hanya didiagnosis oleh dokter. Tanda dan gejala termasuk kram, sakit perut, kembung, gas, dan diare atau sembelit, atau keduanya.

5 dari 7 halaman

Penyebab nyeri perut kiri bawah

Penyakit Celiac

Celiac disease merupakan kondisi kronis yang terjadi pada saluran pencernaan ketika seseorang tidak dapat mencerna gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum dan beberapa makanan. Ketika seseorang mengidap penyakit celiac, sistem kekebalannya menyerang bagian-bagian usus, menyebabkan berbagai masalah pencernaan dan kekurangan vitamin.

Gejala penyakit celiac termasuk tekanan dan gas, kembung, nyeri perut termasuk di bagian kiri bawah, kelelahan, penurunan berat badan, dan diare.

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan benar. Ini disebabkan kurangnya jumlah enzim laktase.

Laktase memecah laktosa dalam susu, yang terdiri dari gula sederhana, glukosa dan galaktosa. Gejala intoleransi laktosa meliputi diare, nyeri perut termasuk di bagian kiri bawah, kembung, gas, mual, dan perut keroncongan.

6 dari 7 halaman

Penyebab nyeri perut kiri bawah

Hernia

Hernia terjadi ketika suatu organ atau bagian tubuh lain mendorong melalui dinding perut. Terkadang, benjolan bisa muncul di bagian tengah atau dekat selangkangan. Ini bisa menyebabkan nyeri di bagian perut bawah kiri. Karena hernia dapat menyebabkan masalah tambahan, penting untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin. Beberapa gejala tambahan komplikasi hernia antara lain sakit saat mengangkat suatu benda, sakit yang meningkat, adanya tonjolan, dan perasaan kenyang yang presisten.

Diverkulitis

Divertikulitis adalah salah satu penyebab paling umum dari sakit perut kiri bawah. Divertikulitis terjadi ketika divertikula (kantong kecil) di dinding usus terinfeksi dan meradang. Seiring bertambahnya usia seseorang, jumlah divertikula meningkat, membuatnya lebih mungkin untuk robek atau membengkak.

Nyeri divertikulitis cenderung meningkat saat seseorang makan atau segera setelah makan. Gejala tambahan divertikulitis meliputi nyeri perut, demam, mual, muntah, dan kembung.

7 dari 7 halaman

Penyebab nyeri perut kiri bawah

Batu ginjal

Nyeri perut kiri bawah bisa juga menjadi tanda adanya batu ginjal. Kebanyakan batu terbentuk dari penumpukan kalsium dan dapat terbentuk di ginjal kanan atau kiri. Gejala khas batu ginjal meliputi sakit perut di kanan atau kiri bawah, mual atau muntah, darah dalam urin, demam, dan sering buang air kecil.

Obstruksi usus

Obstruksi usus atau penyumbatan usus bisa jadi penyebab nyeri perut kiri bawah. Saat penyumbatan terjadi di usus, makanan tidak bisa melewati saluran pencernaan.

Obstruksi usus lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan biasanya disebabkan oleh kondisi lain, seperti divertikulitis atau kanker usus besar. Gejala umum obstruksi usus meliputi sakit perut, sembelit, dan muntah.