Sukses

5 Curahan Hati Lidya Pratiwi Usai Bebas dari Penjara, Sempat Ingin Bunuh Diri

Liputan6.com, Jakarta Aktris Lidya Pratiwi baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik. Sebelumnya, pesinetron yang telah dinyatakan bebas murni dari penjara terkait kasus pembunuhan pada 2006 ini sempat mencuri perhatian publik karena mulai terlihat dihadapan publik.

Lidya Pratiwi sendiri diketahui telah bebas murni pada 24 November 2018 setelah sebelumnya mendapatkan bebas bersyarat di 2013. Sudah 7 tahun keluar dari jeruji besi, wanita kelahiran 14 Januari 1987 ini memang memilih tak langsung kembali berkecimpung di dunia entertain Indonesia.

Perubahan penampilan pun terlihat ketika Lidya Pratiwi tengah berjalan-jalan di sebuah mal. Namun, rambut hitam sebahu pun masih terlihat sebagai salah satu ciri khasnya sejak lama.

Melalui sebuah wawancara, yang dilansir Liputan6.com dari channel YouTube SCTV, wanita 33 tahun ini mengaku memiliki trauma tersendiri setelah terseret kasus yang menimpanya pada 2006 lalu. Bahkan, Lidya Pratiwi juga membeberkan curahan hatinya yang selama ini terpendam pada publik.

Dilansir Liputan6.com dari channel YouTube SCTV, berikut ini beberapa curahan hati Lidya Pratiwi usai dinyatakan bebas murni, Rabu (23/9/2020).

2 dari 7 halaman

1. Tak menyangka masih dikenali

Melalui wawancaranya, Lidya Pratiwi mengaku cukup terkejut jika dirinya masih dikenali. Meski begitu, pemain Ande-Ande Lumut ini juga mengapresiasi karena tak sedikit yang masih ingin mengetahui kabar mengenai dirinya. Mendapatkan bebas bersyarat, Lidya Pratiwi pun menginginkan membuka lembaran baru dalam hidupnya.

"Enggak pernah berpikir akan ada fase-fase yang menghitung ulang, mendapat kebebasan. Yaudah selesai aja semuanya. Sperti ini jalan hidup aku yaudah aku terima, berusaha dengan ikhlas, tapi kenyataannya kan Tuhan masih memberikan jalan lain." ujarnya.

3 dari 7 halaman

2. Putus asa dan trauma

Mendapatkan vonis hukuman penjara 14 tahun, membuat Lidya merasa sangat putus asa. Pada 2013, Lidya pun telah bisa menghirup udara bebas. Namun rupanya, setelah melangkah keluar dari penjara, pesinetron satu ini justru merasakan putus asa serta trauma.

"Pada saat keluar itu, serba takut ketemu orang, karena semua orang tahu, udah bukan rahasia lagi apa yang menimpa aku dan siapa penyebabnya." lanjutnya.

4 dari 7 halaman

3. Hilang kepercayaan

Bukan hanya merasa putus asa dan trauma saja, akan tetapi setelah mendapatkan vonis penjara, Lidya juga kehilangan rasa percaya pada orang lain. Pasalnya, dalam kasus pembunuhan yang menyeret namanya, Lidya Pratiwi diketahui dijadikan sebagau umpan dalam pembunuhan model papan atas Naek Gonggom Hutagaling. Sedangkan sang paman yang diketahui menjadi pelaku divonis seumur hidup, serta sang ibu yang mendapat tuntutan hukuman mati.

"Karena keluarga adalah lingkungan pertama yang jadi garda utama aku. Tapi aku jatuh karena mereka." Papar Lidya.

5 dari 7 halaman

4. Pernah hampir bunuh diri

Keputusasaannya atas kejadian-kejadian sebelumnya membuat pemain Untung Ada Jinny ini pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

"Pernah, pernah berpikir seperti itu, pernah berupaya untuk seperti itu. Sampai berdiam diri, masa sih tidak ada kesempatan lagi untuk aku untuk memulai semuanya. Pelan-pelan berpikir masih ada hari besok yang lebih baik"

Meski telah berupaya untuk membuka lembaran baru di kehidupannya, akan tetapi ia mengaku masih belum bisa menghapus luka lama. Pasalnya, jika kembali ke dunia entertain ia pun harus kembali berusaha dari nol dan berjuang bukan dengan cara instan.

6 dari 7 halaman

5. Pilih mengganti nama

Salah satu cara yang dilakukan untuk membuka lembaran baru ialah dengan mengganti nama. Lidya Pratiwi pun memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Maria Eleanor. Ia pun berharap jika nama barunya bisa mengangkat beban yang tengah dipikul. Ia juga berharap bisa melangkah untuk lebih hati-hati kedepannya. Ia juga sangat berterima kasih jika dipanggil dengan nama barunya, Maria.

Bahkan, ia juga mengaku akan sangat bahagia bila mendapatkan kesempatan untuk kembali bergabung di dunia sinetron Tanah Air.

7 dari 7 halaman

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit.

Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku  

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemenkes.go.id.