Sukses

Reseller adalah Kegiatan Menjual Kembali Produk agar Dapat Untung, Begini Caranya

Liputan6.com, Jakarta Reseller adalah salah satu kata yang ada di dalam bahasa Inggris. Arti dari kata “re” bisa diartikan kembali, sedangkan kata “seller” artinya penjual. Maka, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, arti dari reseller adalah “Penjual Kembali”.

Berdasar arti kata yang dijelaskan di atas tadi, sebenarnya sudah cukup jelas apa makna atau definisi dari reseller. Jika dijabarkan lebih lanjut, reseller adalah kelompok “perusahaan” atau individu “perorangan” yang membeli sebuah barang atau jasa, dan barang yang dibeli tersebut tujuannya tidak untuk konsumsi pribadi, melainkan untuk dijualagar mendapatkan keuntungan.

Untuk membahas lebih dalam mengenai reseller, dan mungkin saja Anda sedang tertarik ingin menjadi seorang reseller, maka di bawah ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, mengenai berbagai hal mengenai reseller, Kamis (24/9/2020).

2 dari 5 halaman

Kiat Sukses Menjadi Reseller

Penggunaan istilah reseller sering digunakan dalam bisnis berbasis online. Akan tetapi, masih banyak yang keliru mengenai bagaimana bisnis reseller tersebut. Umumnya, banyak yang tidak bisa membedakan bisnis reseller dengan dropshipper, padahal keduanya sangat berbeda. Nah, jadi agar sukses bisnis reseller adalah sebagai berikut:

Tentukan produk yang akan dijual

Yang paling dasar, agar sukses dalam bisnis reseller adalah dengan menentukan produk yang akan dijual. Umumnya para reseller memilih produk baik barang atau jasa yang banyak digunakan oleh masyarakat sehari-hari rutin serta memiliki umur pemakaian yang singkat atau cepat ganti.

Sebagai contoh, produk yang sering dijual oleh reseller adalah produk makanan, minuman, herbal, aksesoris gadget, dan sejenisnya. Sebab, dengan jenis produk yang masa pakainya singkat, maka akan memungkinkan para konsumen membeli produk terus menerus tanpa menunggu rusaknya produk dalam jangka waktu lama.

 

Siapkan modal dan tempat penyimpanan

Sebagai seorang reseller maka perlu menyiapkan modal untuk beli produk dari produsen atau distributor. Kemudian, produk tersebut perlu disimpan pada tempat yang benar agar tidak rusak.

 

Kerjasama dengan pihak pertama

Kunci keberhasilan dari bisnis reseller adalah mampu menemukan pihak pertama yang memasarkan produk tersebut. Pihak pertama di sini bisa berupa produsen atau distributor. Sebab, harga dari pihak-pihak tersebut biasanya lebih murah, alias harga tangan pertama.

 

Proses penjualan

Para reseller bisa menjual berbagai macam produknya secara offline atau online. Contohnya secara online bisa dengan memanfaatkan marketplace, media sosial, dan platform yang bisa digunakan untuk jual beli lainnya.

 

Bangun kepercayaan konsumen

Kepercayaan konsumen terhadap bisnis reseller menjadi tonggak penting agar bisnis ini dapat terus berjalan. Untuk membangun kepercayaan konsumen, dapat dimulai dari menjual produk yang berkualitas. Kemudian, bisa juga dengan memberi pelayanan yang cepat tanggap dan menyenangkan konsumen.

3 dari 5 halaman

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Mungkin Anda masih bingung apa sebenarnya perbedaan dari reseller dan dropshipper. Untuk membahas lebih dalam mengenai apa perbedaan antara reseller dengan dropshipper, maka simak penjelasannya berikut ini:

Reseller

- Membeli suatu produk terlebih dahulu, tentunya sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh pihak supllier.        

- Jenis promosi dapat dilakukan dengan katalog produk atau produk yang sudah Anda beli untuk stok.     

- Bisa mendapatkan media promosi atau sejenisnya. Contoh dari media promosi tersebut seperti iklan gratis yang umumnya berupa website.         

- Untuk urusan pengiriman barang bisa dilakukan oleh reseller atau supplier.       

- Biasanya akan diberikan website replika untuk diolah, namun tetap kontrol utama ada di pihak supplier.             

 

Dropshipper

- Dropshipper tidak harus membeli produk terlebih dahulu.

- Biasanya promosi akan dilakukan dengan daftar produk.

- Jenis media promosi yang didapatkan biasanya hanya berupa banner yang diberikan secara gratis.

- Proses pengiriman barang dilakukan oleh pihak supplier. Sehingga cepat atau lambat proses pengiriman tidak terpantau.

- Biasanya para dropshipper tidak diberikan website replica dan hanya diberikan banner promosi.

4 dari 5 halaman

Kelebihan Reseller

Ada berbagai kelebihan bisnis reseller yang cukup menarik untuk dipertimbangkan. Beberapa kelebihan bisnis reseller adalah:

- Bisa mengelola stok barang karena sudah membeli terlebih dahulu dari produsen.

- Bisa menyesuaikan sendiri besar keuntungan yang diambil dari tiap produk yang dijual.

- Mudah untuk mengembangkan bisnis, sebab tidak tergantung satu produsen saja.

- Punya ikatan kuat dengan konsumen dan kemungkinan pembelian ulang semakin besar.

- Mudah kontrol branding bisnis, karena tidak tergantung produsen untuk packing serta masalah pengiriman produk.

5 dari 5 halaman

Kekurangan Reseller

Selain dari sisi kelebihan, tentunya sebuah model bisnis selalu terdapat kekurangan yang umum dimiliki. Hal tersebut rasanya wajar dan sudah seharusnya dihadapi. Beberapa kekurangan dari bisnis reseller adalah:

- Modal awal yang cukup besar.

- Perlu tempat atau gudang penyimpanan stok barang.

- Kerjakan banyak hal, baik dari pemasaran, pelayanan konsumen, pengemasan, pengiriman, hingga proses komplain.

- Saat barang tidak laku atau rusak bisa berakibat pada kerugian yang besar.