Sukses

6 Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, Tidak Hanya Rasa

Liputan6.com, Jakarta Perbedaan kopi robusta dan arabika tidak hanya pada rasanya saja, namun juga bisa dilihat dari berbagai hal lainnya. Banyak orang hanya mengetahui bahwa kopi arabika memiliki rasa yang cenderung asam, sedangkan kopi robusta memiliki cita rasa lebih pahit. 

Kopi robusta dan arabika tidak hany memiliki rasa yang berbeda, bahkan terkait harga pun keduanya juga berbeda. Mengenali perbedaan kedua jenis kopi tersebut bisa membuat kamu mengerti kopi mana yang sesuai dengan selera kamu. Selain itu, jika kamu berniat membuka kedai kopi, tentunya mengenali perbedaan kedua jenis kopi ini sangatlah penting.

Perbedaan kopi robusta dan arabika memang dapat dilihat dari segi karakternya. Kamu bisa melihat perbedaan tersebut dari segi ukuran biji, cara penanaman, aroma, hingga karakteristik pertumbuhannya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2020) tentang perbedaan kopi robusta dan arabika.

2 dari 4 halaman

Ukuran Biji dan Aroma

Ukuran Biji

Perbedaan kopi robusta dan arabika yang pertama adalah pada ukuran biji kopi. Biji kopi arabika lebih besar, cenderung berbentuk lonjong, dan garis lipatannya terlihat lebih jelas. Sedangkan biji kopi Robusta berbentuk lebih kecil, cenderung berbentuk lebih bulat, dan bagian tengahnya kurang terlihat jelas.

Aroma

Aroma kedua jenis kopi tersebut juga berbeda. Perbedaan kopi robusta dan arabika pada aromanya adalah kopi arabika memiliki aroma wangi mirip aroma percampuran bunga dan buah, sedangkan kopi robusta memiliki aroma manis yang khas.

3 dari 4 halaman

Cita Rasa dan Kadar Kafein

Cita Rasa

Salah satu perbedaan kopi robusta dan arabika yang paling banyak diketahui tentunya adalah pada cita rasanya. Kopi arabika dikenal dengan jenis kopi yang bercita rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi robusta.

Kopi arabika juga memiliki tekstur yang halus, sehingga lebih kental di mulut. Bahkan, kopi arabika juga lebih pahit dibanding kopi Robusta. Kopi Robusta memiliki tekstur yang sedikit lebih kasar di lidah, dan rasanya lebih manis seperti cokelat.

Kadar Kafein

Kadar kafein juga bisa menjadi salah satu patokan perbedaan kopi robusta dan arabika. Biji kopi arabika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan biji kopi Robusta. Kadar kafein pada kopi Arabica sebesar 1,2%, sedangkan kadar kafein pada biji kopi Robusta sebesar 2,2%.

4 dari 4 halaman

Ketinggian Tempat Tanam dan Harga

Ketinggian Tempat Tanam

Perbedaan kopi robusta dan arabika juga bisa dilihat dari ketinggian tempat tanam. Kopi Arabika harus ditanam di tempat yang lebih tinggi untuk menghasilkan rasa asamnya. Kopi Arabika sendiri tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1.700 mdpl dengan suhu 16-20°C.

Sedangkan kopi Robusta bisa tumbuh dan hidup di daerah dengan ketinggian 400-700 mdpl dengan temperatur 21-24°C. Biji kopinya pun tak mudah rusak oleh hama. Oleh karena itu, produksi kopi robusta per hektar pun lebih banyak, dan membutuhkan biaya produksi yang cukup rendah.

Harga

Perbedaan kopi robusta dan arabika juga bisa dilihat dari harganya. Perkembang biakannya yang lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa dipanen, membuat biji kopi arabika dihargai lebih mahal daripada kopi Robusta.

Bahkan harga kopi arabika bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada Robusta. Kopi Robusta lebih sering diproduksi menjadi kopi instan karena kadar kafeinnya yang tinggi dan cocok dikonsumsi saat butuh suntikan energi cepat.

Itulah beberapa perbedaan kopi robusta dan arabika yang perlu kamu ketahui. Bagi kamu pencinta kopi ataupun yang ingin membuka kedai kopi, hal ini tentunya sangat penting untuk dipahami.