Sukses

Penyebab Asam Lambung, Gejala, Pengobatan, dan Makanan yang Harus Dihindari

Liputan6.com, Jakarta Penyebab asam lambung penting untuk diketahui. Pasalnya jika diabaikan akan menimbulkan komplikasi penyakit lainnya. Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu.

Seseorang yang memiliki penyakit asam lambung harus lebih bijak dan selektif dalam memilih makanan. Jika asam lambung naik atau kambuh, dapat menyebabkan mulut terasa pahit atau asam. Agar penyakit asam lambung tidak semakin parah dan mudah kambuh, penting untuk mengetahui penyebab asam lambung agar lebih menjaga makanan.

Selain penyebab asam lambung yang penting untuk diketahui, gejala hingga pengobatan makanan yang harus dihindari juga harus menjadi perhatian dan diindahkan oleh penderita asam lambung. Asam lambung naik atau penyakit asam lambung bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. 

Penyakit asam lambung bisa ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penyebab asam lambung yang penting untuk diketahui, Jumat (9/10/2020).

2 dari 6 halaman

Penyebab Asam Lambung

Tak hanya penderita asam lambung, seseorang yang tidak menderita asam lambung juga penting untuk mengetahui penyebab asam lambung. Hal tersebut tentunya akan membuat kamu lebih menjaga kesehatan, khususnya kesehatan makanan.

Penyakit asam lambung disebabkan oleh melemahnya otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES). Otot ini berbentuk seperti cincin yang dapat membuka dan menutup saluran kerongkongan. Pada saat makan, otot LES akan mengendur sehingga makanan dapat masuk dari kerongkongan ke dalam lambung. Setelah makanan turun ke lambung, otot LES akan menegang dan menutup.

Pada penderita GERD, otot LES melemah sehingga tidak dapat menutup. Akibatnya, isi lambung dan asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada orang lanjut usia (lansia), orang dengan obesitas, perokok, orang yang sering berbaring atau tidur setelah makan, dan wanita hamil.

Asam lambung juga bisa terjadi pada bayi. Pada bayi, asam lambung naik atau refluks asam lambung biasanya terjadi karena otot LES masih dalam pertumbuhan, sehingga dapat sembuh sendiri seiring pertumbuhan anak. Gejala asam lambung naik pada bayi, seperti gumoh atau sendawa setelah menyusu atau makan, perlu diwaspadai jika gejala tak kunjung menghilang setelah usia 1 tahun.

 

 

3 dari 6 halaman

Penyebab Asam Lambung Lainnya

Berikut ini penyebab asam lambung lainya yang perlu diketahui diwaspadai :

1. Seseorang yang tengah menjalani diet ketat rentang menderita asam lambung. Diet yang tidak memperhatikan keseimbangan nutrisi untuk tubuh akan membuat produksi asam lambung terganggu. 

2. Kekurangan vitamin dan mineral rentan terhadap gangguan asam lambung. Vitamin dan mineral penting untuk menjaga keseimbangan asam lambung sehingga tubuh menjadi nyaman.

3. Gangguan emosi seperti stres bisa menjadi salah satu penyebab asam lambung. Stres menjadi salah satu penyebab naiknya produksi asam lambung yang sering menjadi penyakit maag atau gangguan lambung.

4. Mengonsumsi alkohol menjadi penyebab asam lambung selanjutnya yang harus diwaspadai.  Alkohol memiliki efek yang sangat buruk untuk lambung karena bisa menghentikan sistem kerja sel dalam lambung yang menghasilkan asam lambung.

5. Waktu makan yang tidak teratur. Hal tersebut kerap diabaikan oleh setiap orang sehingga menyebabkan asam lambung. Orang yang makan secara tidak teratur dapat menyebabkan gangguan sistem pada pencernaan. Hal ini dapat terjadi karena jarak waktu kerja sistem pencernaan yang terlalu jauh sehingga menyebabkan kenaikan asam lambung.

6. Istirahat tidak teratur memiliki potensi yang bersat untuk memproduksi asam lambung yang berlebihan.

7. Konsumsi kafein yang berlebihan, seperti kopi bisa meningkatkan asam lambung karena memicu produksi asam lambung yang berlebihan.

8. Konsumsi makanan yang mengandung serat berlebihan. Serat dapat menyebabkan organ pencernaan membutuhkan waktu khusus untuk mencerna makanan dan hal ini akan membuat produksi asam lambung terus meningkat.

9. Konsumsi makanan terlalu pedas merupakan penyabab asam lambung selanjutnya yang perlu diwaspadai. Makanan pedas akan meningkatkan asam lambung namun jumlah tersebut tidak memiliki manfaat yang baik karena akan membuat penderita merasa sakit perut dan gangguan pencernaan lain.

10. Kurangnya penyerapan nutrisi pada lambung. Hal ini disebabkan karena asupan yang kurang mengandung hipoklorida sehingga lambung tidak bisa memproduksi asam lambung.

 

4 dari 6 halaman

Gejala Asam Lambung

Setelah mengetahui penyebab asam lambung selanjutnya yakni gejala asam lambung yang harus diketahui dan diwaspadai. Gejala utama dari asam lambung naik adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring. Keluhan heartburn pada penderita asam lambung akan dirasakan paling tidak 2 kali dalam seminggu. Bila pasien datang dengan keluhan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian tes penunjang. Berikut ini Gejala Asam Lambung yang harus diperhatikan :

1. Rasa tidak nyaman pada bagian perut seperti nyeri, kembung dan panas.

2. Sering bersendawa.

3. Gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, mual dan muntah.

4. Nafsu makan yang turun karena perut selalu merasa kenyang.

5. Perut terasa lapar tapi tidak nyaman bila makan.

6. Tubuh terasa lemah dan mudah terserang penyakit.

5 dari 6 halaman

Komplikasi dan Pengobatan Asam Lambung

Komplikasi asam lambung harus diwaspadai. Penanganan penyakit asam lambung yang tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berupa peradangan pada saluran kerongkongan atau esofagus. Peradangan tersebut dapat menyebabkan munculnya luka hingga jaringan parut di kerongkongan, sehingga penderita jadi sulit menelan. Kondisi  ini juga dapat memicu terjadinya esofagus Barrett, yaitu penyakit yang berisiko menimbulkan kanker esofagus.

GERD atau gastroesophageal reflux disease dapat diatasi dengan mengubah perilaku sehari-hari, seperti menurunkan berat badan, tidak langsung berbaring setelah makan, dan berhenti merokok. Pengobatan asam lambung cukup bervariasi mulai dari perubahan gaya hidup hingga langkah operasi, yang memerlukan biaya tidak sedikit.

Dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengatasi penyakit asam lambung dan meringankan maag akibat asam lambung. Obat yang diberikan adalah obat yang dapat menetralkan asam lambung, menurunkan produksi asam lambung, dan obat yang mempercepat pengosongan lambung.

6 dari 6 halaman

Makanan yang Harus Dihindari

Ada beberapa makanan yang jadi penyebab lambung memproduksi terlalu banyak asam lambung, beberapa diantaranya ;

1. Makanan Lemak Tinggi

Salah satu makanan penyebab asam lambung naik adalah makanan berlemak. Pasalnya makanan berlemak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam lambung. Hal ini dikarenakan makanan berlemak dicerna secara perlahan. Makanan tinggi lemak yang biasa ditemui seperti makanan yang digoreng dan olahan daging seperti daging sapi, babi, dan domba.

2. Makanan Pedas

Makanan pedas bisa meningkatkan gejala refluks asam dan menyebabkan asam lambung naik. Rasa pedas bisa memicu perut mulas dan sensasi terbakar pada bagian dada. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi makanan yang mengandung cabai atau lada. Alangkah baiknya lagi, untuk tidak mengonsumsinya sama sekali.

3. Makanan Asam

Makanan asam tidak boleh dikonsumsi penderita GERD terutama saat perut kosong. Makanan asam seperti jeruk, nanas, saus tomat, atau lemon bisa mengiritasi kerongkongan dan menyebabkan ketidaknyamanan.

4. Cokelat

Cokelat merupakan makanan selanjutnya yang harus dihindari penderita asam lambung. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung tinggi lemak dan kakao bisa menyebabkan refluks. Adanya kandungan theobromine dan kafein pada cokelat juga bisa menyebabkan refluks.

5. Soda

Soda dan minuman berkarbonasi lainnya adalah beberapa penyebab utama refluks asam. Gelembung karbonasi mengembang di dalam perut, dan peningkatan tekanannya berkontribusi terhadap kenaikan asam lambung.