Sukses

16 Penyakit Kulit yang Paling Umum, Mulai dari yang Menular dan Tidak Menular

Liputan6.com, Jakarta Penyakit kulit jadi masalah umum banyak orang. Ada ratusan penyakit kulit yang menyerang manusia. Penyakit kulit sangat bervariasi dalam gejala dan tingkat keparahan.

Beberapa penyakit kulit memiliki penyebab situasional, sementara yang lain mungkin bersifat genetik. Penyakit kulit yang umum bisa memiliki beberapa gejala yang serupa. Jadi penting mengenali perbedaan di antara penyakit-penyakit kulit ini.

Penyakit kulit bisa menyerang segala umur, anak maupun dewasa. Penyakit kulit juga bisa dibedakan dalam berbagai jenis. Ini mulai dari penyakit kulit yang menular dan tidak menular, penyakit kulit bawaan hingga penyakit kulit sementara.

Berikut beberapa jenis penyakit kulit yang umum dialami yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (10/10/2020).

2 dari 9 halaman

Penyakit kulit menular

Herpes

Herpes adalah infeksi yang disebabkan oleh HSV (virus herpes simpleks). Virus ini mempengaruhi genitalia eksternal, daerah anus, permukaan mukosa, dan kulit di bagian lain tubuh. HSV dapat dengan mudah ditularkan ke orang lain melalui kulit lembab yang melapisi mulut, anus, dan alat kelamin.

Virus ini juga dapat menyebar ke individu lain melalui area kulit lain, serta mata. Seseorang yang tertular herpes akan mengalami lepuh di sekitar mulut, alat kelamin, atau dubur.

Cacar air

Cacar air merupakan macam-macam penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster (VZV). Cacar air juga dikenal sebagai varicella ditandai dengan lepuh merah gatal yang muncul di seluruh tubuh. Virus ini rentan menyerang anak di bawah usia 12 tahun.

Cacar air adalah salah satu penyakit kulit paling menular. Orang yang belum pernah menderita cacar air dan belum pernah divaksinasi berisiko paling tinggi terinfeksi. Biasanya, seseorang hanya bisa mengalami satu kali infeksi cacar air.

3 dari 9 halaman

Penyakit kulit menular

Cacar api

Herpes zoster atau cacar api pada orang dewasa disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang merupakan virus yang sama yang menyebabkan cacar air pada anak-anak. Jika seseornag sudah terkena cacar air, virus dapat menyebabkan ruam menyakitkan berisi cairan yang melepuh muncul di satu sisi wajah atau tubuh.

Kudis (scabies)

Scabies atau kudis disebabkan oleh tungau kecil yang menggali ke dalam kulit dan bertelur di dalamnya. Ini menyebabkan rasa gatal yang hebat dan ruam yang terlihat seperti jerawat yang kemudian mengkerut. Kudis ditularkan melalui kontak kulit ke kulit yang berkepanjangan.

4 dari 9 halaman

Penyakit kulit menular

Kutu air

Kutu air merupakan infeksi jamur yang biasanya dimulai di antara jari kaki. Penyakit kutu air disebabkan oleh jenis jamur yang sama yang menyebabkan kurap. Jamur ini dikenal Trichophyton yang menyebabkan infeksi pada kulit, rambut, dan kuku manusia.

Jamur ini ada tidak berbahaya pada kulit manusia. Selama kulit kering dan bersih, reproduksi jamur ini terbatas. Namun, dalam kondisi lembap dan hangat, jamur berkembang biak dengan cepat bisa menyebabkan kutu air.

Kurap (ringworm)

Ringworm atau kurap disebabkan oleh jamur yang hidup dari kulit mati, rambut, dan jaringan kuku. Ini dimulai sebagai bercak merah, bersisik atau benjolan. Kemudian muncul cincin merah gatal. Cincin memiliki batas terangkat, lepuh, atau bersisik. Kurap dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Penyakit kulit ini juga dapat menular dari hewan ke manusia.

5 dari 9 halaman

Penyakit kulit menular

Impetigo

Impetigo terutama menyerang bayi dan anak-anak, meski orang dewasa juga bisa berisiko. Penyakit kulit ini mudah disebarkan dengan sentuhan, baik dari luka langsung atau barang yang disentuh, seperti pakaian dan mainan. Impetigo menyebabkan luka merah muncul di sekitar hidung dan mulut. Luka bisa pecah atau berkerak.

Kusta

Kusta adalah infeksi bakteri progresif kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama mempengaruhi saraf ekstremitas, kulit, lapisan hidung, dan saluran pernapasan bagian atas. Kusta menghasilkan borok kulit, kerusakan saraf, dan kelemahan otot.

Diperkirakan bahwa kusta menyebar melalui kontak dengan sekresi mukosa dari seseorang yang terinfeksi. Ini biasanya terjadi ketika seseorang dengan bersin atau batuk. Penyakit ini sebenarnya sulit menular, tapi kontak yang dekat dan berulang dengan orang yang tidak diobati untuk jangka waktu yang lebih lama dapat menyebabkan tertularnya kusta.

6 dari 9 halaman

Penyakit kulit tidak menular

Biang keringat

Biang keringat atau milaria merupakan salah satu masalah kulit yang sering dijumpai pada bayi dan anak. Miliaria dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, namun miliaria biasanya terjadi pada daerah wajah, leher dan punggung. Biang keringat bisa terjadi karena kelembapan udara yang tinggi atau panas, pakaian terlalu ketat, dan kurangnya kebersihan kulit.

Jerawat

Jerawat merupakan penyakit kulit tidak menular yang sangat umum dialami. Jerawat disebabkan oleh produksi minyak berlebih yang kemudian menyumbat folikel rambut. Sumbatan ini kemudian meradang dan menyebabkan jerawat.

7 dari 9 halaman

Penyakit kulit tidak menular

Eksim

Eksim juga disebut dermatitis atopik, adalah kondisi kulit umum yang ditandai dengan bercak-bercak kulit yang gatal dan meradang. Penyebab eksim terkait dengan bocornya penghalang kulit. Hal ini menyebabkan area tersebut mengering, sehingga berisiko iritasi dan peradangan.

Eksim sering terlihat pada bayi dan anak kecil, muncul di wajah bayi. Tetapi eksim bisa datang dalam berbagai jenis pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Psoriasis

Psoriasis adalah kondisi autoimun kronis yang menyebabkan penumpukan cepat sel-sel kulit. Psoriasis adalah hasil dari proses produksi kulit yang dipercepat. Biasanya, sel-sel kulit tumbuh jauh di dalam kulit dan perlahan-lahan naik ke permukaan. Akhirnya, mereka jatuh. Siklus hidup khas sel kulit adalah satu bulan.

Pada orang dengan psoriasis, proses produksi ini dapat terjadi hanya dalam beberapa hari. Karena itu, sel-sel kulit tidak punya waktu untuk lepas. Sisik psoriatik khas berwarna keputihan-perak dan berkembang dalam bercak merah tebal. Terkadang, kulit akan retak dan berdarah.

8 dari 9 halaman

Penyakit kulit tidak menular

Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi yang dapat memengaruhi satu atau lebih folikel rambut. Folikel rambut adalah rongga kecil yang mengelilingi akar rambut. Folikulitis dapat terjadi pada kulit di mana pun rambut tumbuh, termasuk kulit kepala. Folikulitis biasanya muncul sebagai benjolan kecil. Ini mungkin terlihat seperti jerawat atau ruam.

Vitiligo

Vitiligomerupakan kelainan autoimun, ditandai dengan bercak yang lebih terang pada kulit. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menyerang sel yang disebut melanosit yang menghasilkan pigmen yang memberi warna kulit dan rambut. Vitiligo tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa perawatan dapat membantu mengembalikan warna kulit terlihat lebih rata.

9 dari 9 halaman

Penyakit kulit tidak menular

Rosacea

Rosacea paling sering ditandai dengan kemerahan di hidung dan pipi. Penyebab rosacea tidak diketahui, tetapi bisa jadi karena kombinasi faktor keturunan dan lingkungan. Rosacea tidak disebabkan oleh kebersihan yang buruk.

Biduran

Bidur, atau bekas yang sering gatal, datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mereka paling sering disebabkan oleh alergi, paling umum reaksi terhadap makanan seperti kacang-kacangan, susu, telur, kerang, atau buah jeruk. Biduran atau bentol juga bisa dipicu oleh gigitan serangga dan sengatan, atau obat-obatan. Bidur dapat muncul dalam beberapa menit setelah terpapar alergen atau bisa memakan waktu hingga dua jam.