Sukses

Tujuan Laporan Keuangan, Jenis, dan Cara Membuatnya yang Benar

Liputan6.com, Jakarta Tujuan laporan keuangan tentunya sangat penting bagi sebuah perusahaan. Hal ini berkaitan dengan kondisi suatu perusahaan, apakah memeroleh laba atau malah mendapat rugi. Laporan keuangan biasanya dilakukan di akhir bulan atau akhir tahun.

Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi pada suatu periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang disajikan dengan tujuan dapat membantu dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Setiap perusahaan, baik perusahaan besar, menengah maupun kecil wajib membuat laporan keuangan pada setiap periode.

Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit. Selain itu, laporan keuangan juga berfungsi sebagai laporan kondisi keuangan perusahaan untuk dijadikan dokumentasi.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (12/10/2020) tentang tujuan laporan keuangan.

2 dari 4 halaman

Jenis Laporan Keuangan

Sebelum mengenal tujuan laporan keuangan, kamu perlu mengetahui jenis laporan keuangan terlebih dahulu. Dalam akuntansi, terdapat empat jenis laporan keuangan yang biasa dibuat oleh perusahaan. Empat jenis laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut:

Laporan Laba Rugi. Melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil dan laba (rugi) perusahaan selama suatu periode tertentu. Di dalam laporan ini terdapat informasi ringkas mengenai jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk operasional suatu perusahaan serta laba yang didapatkan selama perusahaan tersebut beroperasi.

Laporan Perubahan Ekuitas. Merupakan laporan yang timbul atas transaksi dengan pemilik yang juga merupakan termasuk jumlah investasi, perhitungan deviden dan distribusi lain ke pemilik ekuitas selama suatu periode.

Neraca. Neraca adalah bagian keuangan yang menampilkan informasi bagaimana posisi keuangan dari perusahaan atau entitas pada suatu periode, biasanya dalam satu tahun.

Laporan Arus Kas. Laporan arus kas adalah yang menggambarkan perputaran kas perusahaan, mengenai jumlah kas masuk (penerimaan kas) dan jumlah kas keluar (pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu.

 

3 dari 4 halaman

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan bisa kamu simak dari berbagai macam referensi, seperti Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia, hingga para ahli. Berikut beberapa tujuan laporan keuangan:

Menurut Standar Akuntasi Keuangan

Menurut Standar Akuntasi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia 2002:4) tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, seta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian di masa lalu.

3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggunggjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:3), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Menurut Irham Fahmi

Irham Fahmi dalam bukunya yang berjudul Analisa Laporan Keuangan (2011) menyampaikan tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang mencakup perubahan dari unsur-unsur laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam menilai kinerja keuangan terhadap perusahaan di samping pihak manajemen perusahaan.

4 dari 4 halaman

Cara Membuat Laporan Keuangan

Setelah mengetahui tujuan laporan keuangan dan jenis-jenisnya, kamu tentunya juga harus mengetahui cara membuatnya dengan benar. Berikut langkah-langkah dalam menyusun laporan keuangan:

Menyusun Neraca Saldo. Neraca saldo merupakan tahap awal untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur. Laporan ini berisi daftar rekening buku besar dengan saldo debet atau kredit yang disusun sebelum adanya jurnal penyesuaian. Neraca saldo dibuat ketika semua jurnal telah dibukukan ke masing-masing rekening pada buku besar.

Membuat Jurnal Penyesuaian. Jurnal penyesuaian menyajikan data keuangan sebuah perusahaan. Jika masih ada transaksi yang belum tercatat atau masih tidak sesuai dengan akhir periode, kamu harus mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk membuat Jurnal penyesuaian. Jurnal ini biasanya dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan yang akan menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan.

Menyusun Neraca Lajur (worksheet). Neraca lajur atau worksheet merupakan suatu cara yang memudahkan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Saldo yang telah disesuaikan akan terlihat pada kolom neraca saldo yang disesuaikan dan merupakan saldo yang akan ada dalam neraca dan laporan laba rugi.

Menyusun Laporan Keuangan. Laporan keuangan ini tentunya terdiri dari laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta laporan-laporan lainnya. Laporan-laporan tersebut dapat disusun langsung di neraca lajur, karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba. Kedua laporan tersebut nantinya dapat diubah bentuknya,sehingga dapat dihasilkan neraca dan laporan rugi laba yang lebih mudah dibaca dan dianalisa.

Jurnal Penutupan. Setelah rekening-rekening di dalam buku besar disesuaikan, maka berikutnya adalah membuat jurnal penutupan untuk menutup rekening-rekening nominal ke rekening rugi laba dan memindahkan saldo rugi laba ke rekening laba tidak dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke buku besar sesuai dengan rekening-rekening yang bersangkutan.

Menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan. Kemudian, untuk memeriksa keseimbangan debet dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka, maka dibuatlah neraca saldo setelah penutupan yang isinya rekening-rekening yang nyata saja, bukan termasuk nominal yang sudah ditutup.