Sukses

6 Risiko Makan Mi Instan Pakai Nasi, Dapat Memicu Kerusakan Hati

Liputan6.com, Jakarta Risiko makan mi instan pakai nasi tak boleh dianggap sepele. Umumnya, seseorang menambahkan nasi karena merasa bahwa satu bungkus mi instan tidak cukup. Selain itu, mi instan ini kerap dijadikan sebagai lauk, sehingga jika dikonsumsi bersamaan dengan nasi tanpa lauk lainnya, mi instan dan nasi sudah sangat enak. Padahal jika mi instan dan nasi dmakan secara bersamaan akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Risiko makan mi instan pakai nasi harus lebih diperhatikan. Jika kebiasaan ini masih kerap dilakukan akan mengganggu kesehatan kamu. Melansir dari Healthline, mayoritas mi instan tinggi karbohidrat, lemak, sodium, kalori, protein dan beberapa mikronutrien.

Kamu bisa mengganti ‘pendamping’ mi instan dengan sayuran, sumber protein, vitamin, ataupun serat. Dengan begitu, kamu bisa merasa lebih kenyang tanpa harus mengonsumsi mi instan bersamaan dengan nasi. Risiko makan mi instan pakai nasi harus diwaspadai kelebihan kalori dalam tubuh dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Mi instan sendiri merupakan salah makanan yang digemari oleh hampir seluruh masyarakat. Selain cara membuatnya yang simpel dan praktis, makanan satu ini juga bisa dijadikan lauk. Walau nikmat, risiko makan mi instan pakai nasi berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi terus menerus.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang risiko makan mi instan pakai nasi yang harus diwaspadai, Jumat (16/10/2020).

2 dari 4 halaman

Risiko Makan Mi Instan Pakai Nasi

Risiko makan mi instan pakai nasi tak boleh dianggap sepele dan harus diwaspadai. Makan mi instan pakai nasi terus menerus tentunya akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

1. Kelebihan Karbohidrat

Kelebihan karbohidrat merupakan risiko makan mi instan pakai nasi yang harus diwaspadai. Mi instan dan nasi merupakan sumber karbohidrat. Kandungan karbohidrat yang tinggi dari kedua makanan ini, membuat kombinasi mi instan dan nasi memberi dampak buruk untuk tubuh. Melansir dari Medicpole, karbohidrat memiliki sifat yang mengenyangkan dalam waktu singkat. Sehingga, kamu tidak ingin makan lagi dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi. Pasalnya, tubuh tidak hanya butuh karbohidrat, tapi juga protein, lemak, dan mineral lainnya. Ketidakseimbangan nutrisi akan berisiko mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.

2. Memicu Kerusakan Hati

Risiko makan mi instan pakai nasi juga dapat memicu kerusakan hati. Ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang berlebihan, karbohidrat masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi zat lain.

Misalnya, seseorang kekurangan lemak, maka karbohidrat berubah menjadi lemak. Pemrosesan lemak akan dipindahkan ke hati sebagai sistem pendukung pencernaan. Lemak baik akan bermanfaat untuk tubuh, tapi bila justru lemak jahat yang menumpuk di liver akan memicu kerusakan fungsi hati.

3. Meningkatkan Hormon Insulin

Dapat meningkatkan hormon insulin merupakan risiko makan mi instan pakai nasi selanjutnya yang harus diwaspadai.  Makan mi instan dan nasi secara bersamaan dapat menghasilkan 750 kalori hanya dari karbohidrat.

Beberapa studi menyebutkan bahwa dalam satu porsi mi instan mengandung sedikitnya 400 kalori. Jumlah ini sama dengan jumlah kalori yang terkandung di dalam satu porsi nasi beserta lauknya. Jika kamu makan nasi dan mi instan secara bersamaan, kalori yang masuk ke tubuh diperkirakan bisa mencapai 600 sampai 700 kalori. Padahal, rata-rata kalori yang dibutuhkan wanita dewasa hanya sekitar 2000 kalori.

Tidak adanya asupan lain seperti protein, vitamin, dan serat tentunya tidak sehat untuk tubuh. Ketika makan mi instan pakai nasi dan karbohidratnya masuk ke dalam tubuh, makanan ini akan dicerna menjadi gula dan meningkatkan hormon insulin.

Hormon ini berperan menciptakan energi dalam tubuh yang dihasilkan dari gula, tapi kalau terlalu banyak gula dari karbohidrat, hormon insulin tidak bisa memproduksi semuanya. Sehingga sisa hormon insulin ini memicu diabetes.

 

3 dari 4 halaman

Risiko Makan Mi Instan Pakai Nasi

4. Menaikkan Tekanan Darah

Seseorang memiliki penyakit darah tinggi sebaiknya harus menghindari makan mi instan pakai nasi. Mie instan mengandung sodium yang meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Bila kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

5. Melebarkan Volume Perut

Risiko makan mi instan pakai nasi tentunya akan berdampak buruk terhadap kondisi perut. Mengonsumsi mi intan bersamaan dengan nasi akan membuat perut menjadi buncit.

Kelebihan karbohidrat membuat lingkar perut seseorang menjadi lebih besar yang disebabkan lemak jenuh menumpuk di tubuh. Jika kondisi ini terus diabaikan, memicu obesitas atau kelebihan berat badan dan berbahaya untuk kesehatan dalam jangka panjang.

6. Merusak Pankreas

Risiko makan mi instan pakai nasi juga dapat merusak pankreas. Salah satu risiko ini tak boleh kamu anggap sepele. Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat nanti akan membuat rusak pankreas.

Hasil produksi gula yang nantinya akan di olah menjadi hormon insulin, organ tubuh yang paling banyak berperan adalah pankreas. Jika terlalu banyak gula, maka pankreas juga akan bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga lama kelamaan pankreas anda mengalami kelelahan dan kerusakan.

 

 

 

4 dari 4 halaman

Risiko Terlalu Sering Makan Mi Instan

Terlau sering makan mi instan juga menimbulkan risiko yang harus diwaspadai. Selain risiko makan mi instan pakai nasi, kamu juga perlu mengetahui tentang risiko terlalu sering makan mi instan. Jika kamu penikmat makanan ini dan cukup sering mengonsumsinya, kamu tak boleh menganggap sepele risiko sering makan mi instan.

1. Batu Ginjal

Batu ginjal bisa dipicu karena terlalu sering makan mi instan. Hal ini sangat dipengaruhi dengan kandungan garam yang sangat tinggi. Garam yang sangat tinggi akan semakin memicu pembentukan batu ginjal. Sehingga setelah mengonsumsi, minumlah lebih banyak air putih untuk mengurangi risikonya.

2. Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit yang kerap menjadi salah satu penyakit yang ditakutkan oleh masyarakat. Risiko sering makan mi instan selanjutnya adalah kanker. Pertumbuhan sel kanker sangat dipengaruhi bahan kimia dan bahan pengawet dalam mie instan. Bahan kimia kebanyakan memiliki sifat karsinogenik. Tidak heran jika risikonya bisa berakibat pada pertumbuhan sel kanker.

3. Ganggu Pencernaan

Gangguan pencernaan bisa menjadi risiko sering makan mi instan. Hal ini disebabkan kandungan serat, protein, dan nutrisinya sangat rendah. Kekurangan nutrisi ini sangat penting bagi sistem pencernaan manusia. Jika tidak dapat terpenuhi dengan baik, akan menyebabkan sembelit.

Sembelit yang terus berulang nantinya akan menjadi penyebab ambeien atau pembengkakan pembuluh darah anus. Selain itu, mi instan juga bukan sumber makanan yang baik karena dapat mengenyangkan dan membuat lapar lebih cepat.

4. Merusak Otak

Risiko sering makan mi instan ini dipengaruhi oleh zat kimia yang menumpuk dalam tubuh. Sumber dari adanya penumpukan zat kimia dalam tubuh adalah mie instan. Kondisi terburuknya akan membuat penurunan transmisi sinyal otak. Kerusakan ini juga akan berakibat pada stroke atau kelumpuhan.

5. Ganggu Jadwal Menstruasi

Risiko terlalu sering makan mi instan yang harus kamu waspadai yakni dapat mengganggu jadwal menstruasi. Risiko sering makan mi instan ini dipengaruhi kandungan sodium di dalamnya. Semakin sering/banyak wanita mengonsumsi sodium, akan menyebabkan kelainan hormon.