Sukses

8 Unsur Seni Rupa Lengkap, Kenali Dasar-Dasarnya

Liputan6.com, Jakarta Unsur seni rupa merupakan dasar ilmu seni rupa yang wajib dipahami. Unsur seni rupa adalah dasar untuk menciptakan sebuah seni. Seniman menggunakan unsur seni rupa, memadukannya dengan prinsip desain, dan menyusun sebuah karya seni.

Unsur seni rupa sudah sering diajarkan kepada anak-anak sekolah sebagai bagian dari pendidikan seni dasar. Dengan memahami unsur seni rupa, lebih mudah untuk menganalisis, mengungkap, dan membuat semua jenis karya seni rupa mulai dari lukisan dan fotografi hingga patung dan arsitektur.

Tidak setiap karya seni mengandung setiap satu dari unsur seni rupa, tetapi setidaknya dua di antaranya selalu ada. Berikut 7 unsur seni rupa dasar, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(16/10/2020).

2 dari 9 halaman

Garis

Garis merupakan unsur seni rupa berupa jarak antara satu titik dan titik lainnya, bisa lurus atau melengkung. Garis adalah goresan dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya.

Garis dapat digunakan untuk membuat bentuk dan bidang, serta memberi kesan kedalaman dan struktur. Berdasarkan jenisnya, garis dibedakan menjadi garis lurus, garis melengkung, garis panjang, garis pendek, garis horizontal, garis vertical, garis diagonal, garis putus-putus dan lain-lain.

Baik dua dimensi atau tiga dimensi, tidak dapat disangkal bahwa garis memiliki pengaruh besar pada elemen seni lainnya. Garis bisa menjadi sebuah fondasi dari gambar atau lukisan.

3 dari 9 halaman

Titik

Unsur seni rupa yang tak kalah penting dari garis adalah titik. Titik pada dasarnya adalah awal dari "sesuatu" dalam "ketiadaan". Titik memaksa pikiran untuk memikirkan posisinya dan memberikan sesuatu untuk dibangun di atas imajinasi dan ruang.

Elemen titik biasanya digunakan pada bagian-bagian yang terkecil dalam suatu karya seni rupa. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

4 dari 9 halaman

Bentuk (shape)

Bentuk ada di mana-mana dan semua benda memiliki bentuk. Saat melukis atau menggambar, kamu membuat bentuk dalam dua dimensi: panjang dan lebar. Bentuk merupakan wujud yang terdapat di alam dan terlihat nyata.

Bentuk dapat digunakan untuk mengontrol cara seniman memandang komposisi. Misalnya, segitiga dapat membantu menarik mata ke titik tertentu, sedangkan lingkaran mewakili kontinuitas.

entuk geometris seperti lingkaran dan kotak bersifat matematis dan tepat, sedangkan bentuk organik mengambil isyarat dari alam dan cenderung melengkung dan abstrak. Batasan suatu bentuk ditentukan oleh unsur seni rupa lain seperti garis, nilai, warna, dan tekstur.

5 dari 9 halaman

Bidang (form)

Ketika suatu bentuk memperoleh kedalaman dan menjadi tiga dimensi, maka ia bisa disebut dengan bidang. Dalam hasil karya seni rupa dua dimensi, bidang terbentuk karena pertautan garis yang membatasi suatu bentuk. Bidang sendiri memiliki dimensi panjang dan lebar atau biasa disebut dengan pipih. Jika dilihat dari bentuknya, bidang teridiri dari bidang biomorfosis (organis), bidang geometris, bidang tak beraturan serta bidang bersudut.

Dalam unsur dasar seni rupa, terdapat bidang dasar yakni bidang segiempat, segitiga, lingkaran, trapezium dan sebagainya. Silinder, piramida, dan bola adalah beberapa bentuk bidang 3 dimensi yang lebih umum.

Sebagai sebuah unsur seni rupa, bidang berkonotasi dengan sesuatu yang tiga dimensi dan melingkupi volume, memiliki panjang, lebar, dan tinggi, versus bentuk, yang dua dimensi, atau datar.

6 dari 9 halaman

Ruang

Unsur seni rupa ini dapat dimanipulasi berdasarkan bagaimana seorang seniman menempatkan garis, bentuk, bidang, dan warna. Ruang mengacu pada jarak atau area di sekitar, di antara, dan di dalam komponen sebuah karya.

Ruang bisa positif atau negatif, terbuka atau tertutup, dangkal atau dalam, dan dua dimensi atau tiga dimensi. Terkadang ruang tidak disajikan secara eksplisit dalam sebuah karya, tetapi ilusi darinya. Ruang memberikan referensi kepada penonton untuk menafsirkan sebuah karya seni.

7 dari 9 halaman

Tekstur

Tekstur adalah unsur seni rupa yang bisa memengaruhi indra peraba. Tekstur didefinisikan sebagai deskripsi tentang bagaimana sesuatu terasa atau terlihat. Pada dasarnya, tekstur didefinisikan sebagai kualitas sentuhan permukaan suatu objek.

Tekstur digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana sebenarnya karya tiga dimensi terasa ketika disentuh. Dalam karya dua dimensi, seperti lukisan, ini mungkin merujuk pada "rasa" visual sebuah karya.

Seniman menggunakan pengetahuan ini untuk mendapatkan respons emosional dari orang-orang yang melihat karyanya. Tekstur dijelaskan oleh berbagai macam kata sifat. Kasar dan halus adalah dua yang paling umum, tetapi keduanya dapat didefinisikan lebih jauh.

8 dari 9 halaman

Warna

Warna adalah unsur seni rupa yang dihasilkan ketika cahaya yang mengenai suatu objek dipantulkan kembali ke mata. Warna dikelompokkan menjadi warna primer, warna sekunder, warna tertier, analogus dan komplementer.

Pemahaman mendalam tentang teori warna membantu setiap seniman memanfaatkan warna yang mereka miliki dengan lebih baik. arna dapat digunakan secara simbolis atau untuk membuat pola. Ini dapat dipilih untuk kontras atau untuk mengatur suasana hati tertentu.

9 dari 9 halaman

Gelap terang

Terkait dengan warna, gelap terang adalah terang dan gelapnya suatu warna. Gelap terang atau value yang paling terang adalah putih dan nilai paling gelap adalah hitam, dengan perbedaan di antara keduanya ditetapkan sebagai kontras.

Bermain dengan value tidak hanya mengubah bentuk tertentu, tetapi juga mempengaruhi mood karya seni. Tenik gelap terang dibedakan menjadi dua yaitu chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette yakni bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi.