Sukses

Meninggal Usai Cetak Gol, Ini 6 Fakta Sosok Ricky Yacobi Legenda Timnas Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Dunia sepak bola Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Legenda tim nasional (timnas) Indonesia Ricky Yakobi, mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini Sabtu (21/11/2020) pagi. Ricky wafat di usia 57 tahun karena serangan jantung usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Mintoharjo, Bendungan Hilir.

Sebelum dilarikan ke Mintoharjo, Ricky Yacobi diketahui bermain sepak bola di lapangan A, Senayan Jakarta dalam turnamen Trofeo Medan Selection. Ia satu tim bersama komentator sekaligus mantan pemain timnas futsal Indonesia, Vennard Hutabarat.

"Setelah bang Ricky bikin gol, terus pelukan sama saya. Terus tiba-tiba dia kayak terduduk sujud gitu. Orang-orang pikir dia mau selebrasi kan," kata Vennard saat dihubungi Liputan6.com.

Legenda timnas Indonesia era 80an itu langsung dibawa ke rumah sakit Mintoharjo, Jakarta Pusat. Namun, nyawa Ricky tidak tertolong. Selain keluarga, kepergian pemain sepak bola ternama ini meninggalkan duka yang mendalam bagi sahabat dan penggemarnya. Sosoknya dikenal sebagai striket top pada periode pertengahan 1980-an hingga awal 90-an.

Berikut fakta menarik sosok Ricky Yacobi dirangkum Liputan6.com, dari berbagai sumber, Sabtu(21/11/2020).

2 dari 7 halaman

1. Pemain sepak bola legendaris

Ricky Yacobi merupakan pemain sepak bola legendaris Indonesia. Ia lahir di Medan, Sumatera Utaram 12 Maret 1963. Ricky mengawali karier sepak bola di PSMS Medan. Bersama PSMS Medan, Ricky berhasil meraih Piala Suratin. Kemudian karier sepak bolanya lebih banyak dihabiskan di Arseto Solo.

3 dari 7 halaman

2. Populer dengan nama Ricky Yacobi

Ricky juga pernah bermain untuk Matsushita FC pada 1988. Pria 57 tahun ini populer dengan nama Ricky Yacobi. Huruf 'i' di belakang namanya ditambahkan setelah Ricky berkarier di klub Jepang tersebut.

Nama Ricky mulai dikenal setelah membawa Timnas Indonesia lolos ke semifinal Asia Games 1986 di Korea Selatan. Dia menjadi aktor utama yang meloloskan Skuat Garuda hingga semifinal sebelum kalah 0-4 dari tuan rumah Korea Selatan.

4 dari 7 halaman

3. Salah satu striker terbaik

Ricky Yacobi adalah satu di antara deretan striker terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia. Ia pencetak gol top periode pertengahan 1980-an hingga awal 1990-an. Ricky Yacobi kerap bersaing dengan Bambang Nurdiansyah untuk memperebutkan satu tempat di tim utama Timnas Indonesia.

Berdasarkan catatan RSSSF, pria kelahiran 12 Maret 1963 itu punya 31 caps bersama Timnas Indonesia dengan koleksi 15 gol.

5 dari 7 halaman

4. Memenangkan medali emas SEA Games 1987

Selama bermain di Indonesia, Ricky Yacobi tidak pernah membawa klubnya menjadi juara Galatama atau Liga Indonesia. Namun, ia sempat mempersembahkan medali emas SEA Games pada 1987. Pamornya semakin melambung setelah dibeli Matsushita FC.

Sayang, kariernya di klub Jepang itu tidak berjalan mulus karena sulit beradaptasi dengan udara dingin. Ia hanya mencetak satu gol dari empat laga.

6 dari 7 halaman

5. Dijuluki Paul Breitner Indonesia

Ricky Yacobi kerap dijuluki Paul Brietner Indonesia. Paul Brietner merupakan mantan pemain Timnas Jerman era 1970-an hingga awal 1980-an. Ia dinilai mampu memanfaatkan peluang dengan baik.

Selain teknik yang bagus, Ricky Yacobi juga punya kecepatan. Parasnya yang dinilai tampan dan rambut gondrongnya membuat Ricky begitu dikenal.

7 dari 7 halaman

6. Jadi pelatih

Usai pensiun, Ricky Yacobi memutuskan menjadi pelatih dengan membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) Ricky Yacobi di lapangan F, kompleks Senayan, Jakarta Pusat. Murid pilihannya adalah talenta berbakat berusia 7-12 tahun yang kurang mampu. Meski bebas iuran, Ricky menjamin sekolah sepak bola yang memiliki kurikulum teori kelas dan praktik itu akan bertahan lama.

Diketahui, sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Kelompok Pecinta Olahraga Sepak Bola Senayan (KPOSS) itu telah banyak menarik simpati donatur semisal American Express Foundation. Hingga akhir hayatnya, Ricky Yacobi masih bergelut dengan sepak bola.