Sukses

Kasus Mayat Dikubur di Kontrakan Sawangan Depok, Ini 5 Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini, warga Sawangan, Depok tengah dikejutkan dengan penemuan mayat yang dikubur dalam kamar rumah kontrakan milik Sukiswo yang ditemukan pada Rabu (18/11/2020) malam. 

Hal tersebut terungkap akibat adanya misteri ubin yang berbeda warna di lokasi kontrakan. Akibat terlihat ganjil, sang pemilik yang awalnya hanya ingin membetulkan toliet pun akhirnya membongkar ubin yang nampak ganjil tersebut.

Alhasil ditemukanlah mayat manusia di kedalaman 1,5 meter. Kapolsek Sawangan, Kompol Sutrisno menjelaskan, kondisi jasad saat ditemukan. "Duduk ya, dia memakai kaos hitam dipadu celana bola," kata Sutrisno.

Selanjutnya, penyidikan terhadap kasus ini, ternyata membawa mengungkap misteri atas laporan orang hilang di Bogor, Jawa Barat yang tidak jauh dari lokasi kejadian TKP.

Berikut ini merupakan fakta-fakta selengkapnya terkait kasus mayat di kubur dalam kamar kontrakan kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020).

 

2 dari 6 halaman

1. Berawal dari ubin yang ganjil

Kasus pembunuhan ini awalnya terungkap dikarenakan sang pemilik kontrakan yakni Sukiswo ingin memenahi toilet yang rusak di rumah tersebut. Namun, ketika melihat-lihat kamar kontrakan, ia malah curiga kepada ubin yang nampak ganjil karena memiliki warna yang berbeda seolah baru dipasang.

Berangkat dari kecurigaan, Sukiswo pun akhirnya memutuskan untuk membongkar lantai ubin tersebut. Kemudian, ia pun mendapati tulang yang menyerupai dengkul manusia. Hal ini pun lantas ia laporkan ke polisi.

Sementara, kondisi dari kontrakan tersebut memang sudah kosong. Diketahui, penghuni sebelumnya adalah seorang penjual bakso Malang yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

3 dari 6 halaman

2. Korban dikubur dalam kamar

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian pun segera menindaklanjutinya. Dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, jenazah itu berhasil dievakuasi dari kedalaman 1,5 meter.

Kapolsek Sawangan, Kompol Sutrisno menjelaskan terkait kondisi jasad saat ditemukan. "Duduk ya, dia memakai kaos hitam dipadu celana bola," ungkap Sutrisno.

Kemudian, guna penyelidikan jasad dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tubuh korban, terdapat luka-luka bekas penganiayaan. Sehingga Kapolres Metro Depok Kombes Azis Ardiansyah memastikan bahwa jasad yang tertanam di dalam rumah kontrakan itu adalah korban pembunuhan.

"Ditemukan di bagian dari memerah kemudian ada juga di bagian gigi rontok. Artinya sangat patut diduga ini jelas tindak pidana karena ada tanda kekerasan dan kematian yang tidak wajar," ungkap Azis. 

 

4 dari 6 halaman

3. Pelaku ditangkap

Selanjutnya, berdasarkan penemuan tersebut, kepolisian pun telah memeriksa enam orang saksi. Identitas jasad pun diidentifikasi sebagai Dendi (30). 

"Dari identitas yang ditemukan di rumah kontrakan tadi, kita telusuri ternyata korban memang hidup biasanya bersama adiknya. Tetapi pada saat korban ditemukan di kubur atau dimakamkan di dalam kontrakan, si adik (berinisial J) tidak ada di tempat," kata Kapolres, Kamis (19/11)

"Maka pantas untuk dicurigai kemudian kita fokus untuk mengejar adik dari korban tersebut," ujar Azis. Akhirnya, Satreskrim Polres Metro Depok berhasil meringkus J di kediamannya di Gunung Pongkor, Bogor Jawa Barat.

Benar saja, akhirnya setelah diringkus oleh polisi, J mengaku telah membunuh kakaknya sendiri.

"Korban diperkirkan dibunuh pada 14 November atau sekitar seminggu yang lalu. Awalnya dianiaya dengan menggunakan alat dan kemudian ditanam, ucap Azis.

5 dari 6 halaman

4. Motif pembunuhan

Perbuatan keji yang dilakukan oleh pelaku J tersebut ternyata diakibatkan oleh cekcok atau pertengkaran yang terjadi di antara keduanya. 

Pelaku J mengaku bahwa niatnya untuk menikahi sang pujaan hati terhalang oleh korban. Hal ini dikarenakan J tidak ingin melangkahi kakaknya saat menikah. "Ketika si adik ini mengejar kakaknya untuk segera menikah kakaknya tersinggung dan sering marah semenjak 2 bulan terakhir. Nah di situlah kemudian, menurut alasan saat ini dari tersangka itulah alasan dia melakukan pembunuhan terhadap kakaknya" jelas Azis.

Ketika cekcok berkepanjangan, lantas pelaku J pun akhirnya gelap mata. Ia akhirnya tega menghabisi nyawa kakaknya sendiri menggunakan tabung gas melon. Dia memukul kepala korban hingga terkapar. Tak hanya di kepala, pelaku J juga memukul korban di dada.

Usai membunuh Dendi, J kemudian menguburkan korban ketika jasad masih segar. Lantas, dia pun segera meninggalkan kontrakan dan menitipkan kunci kepada pemilik kontrakan pada Minggu (15/11).

 

6 dari 6 halaman

5. Mengungkap kasus pembunuhan lain

Aksi keji yang dilakukan oleh J ini ternyata membuka tabir kasus orang yang dilaporkan hilang di Bogor, Jawa Barat pada Agustus 2020. Ketika diringkus oleh polisi terkait kasus pembunuhan Dendi, J mengaku bahwa perbuatannya tersebut bukanlah yang pertama.

"Kemudian kita kembangkan, dan ternyata mayat kedua disembunyikan di lahan di wilayah Bogor saat ini sedang dalam proses penggalian. Di wilayah Gunung Pongkor," kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Kamis (19/11).

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Nanggung, Iptu Dedi Hermawan membenarkan bahwa telah ditemukan mayat kedua di sebuah kebun di Kampung Gunung Dahu Cibayid, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (19/11).

Dari hasil identifikasi, ditemukan bahwa sosok mayat yang dikubur di kebun singkong itu atas nama Saripudin. "Pelaku dua. Keduanya warga Nanggung, Kabupaten Bogor," ungkap Dedy, Jumat (20/11).

Dua pelaku adalah J yang merupakan adik dari Dendi, sedangkan satu lagi berinisial K.