Sukses

Dapur Aksi Berbagi, Solidaritas Jogja Lawan Corona dengan Semangat Gotong Royong

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Corona COVID-19 menyebabkan berbagai kerugian sejak awal tahun 2020. Banyak orang yang tidak dapat bekerja dan kehilangan pekerjaan karena adanya pandemi ini. Dari kota-kota besar hingga pedesaan merasakan dampak dari pandemi ini.

Bagi orang-orang dengan pekerjaan yang bergantung pada keramaian seperti penggiat seni, penggiat event, hingga pekerja informal, hal ini tentu mengharuskan mereka memutar otak untuk bertahan di masa pandemi ini. 

Dengan semangat “membantu selagi bisa, berbagi selagi mampu”, Dapur Aksi Berbagi muncul sebagai solidaritas yang peduli pada orang-orang yang terdampak dan kesusahan di masa pandemi ini. Dapur Aksi Berbagi ini merupakan aksi solidaritas dalam menanggulangi dampak Corona COVID-19 di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Aksi solidaritas ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan untuk membantu orang-orang yang terdampak pandemi. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya adalah berbagi makanan siap santap, sembako, masker, hingga menyiapkan aksi tetandur (menanam).

2 dari 6 halaman

Inisiatif Para Pegiat Seni di Jogja

Dapur aksi berbagi terbentuk karena inisiatif para pegiat seni di Jogja yang gelisah dengan perkembangan Pandemi Corona yang semakin meresahkan. Setelah melakukan diskusi, mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk membantu orang-orang terdampak oleh virus corona ini.

“Awal itu, beberapa teman-teman kesenian mulai gelisah pada Maret dengar-dengar berita tentang Pandemi COVID ini, yang kabar-kabarnya akan mendekat ke kita juga. Terus mau apa kita? Ngobrol-ngobrol, yaudah kita mengerjakan sesuatu aja, semampu kita. Disepakati itu, kita pake nama Dapur Aksi Berbagi.” jelas Ignasius Kendal, salah satu penggagas solidaritas Dapur Aksi Berbagi.

Awalnya, gerakan ini ditujukan untuk rekan-rekan pekerja seni, pekerja event, dan pekerja informal di kampung-kampung yang terdampak karena pandemi Corona. Seniman juga terdampak pandemi. Banyak pertunjukan diurungkan, galeri-galeri juga batal gelar pameran, disebabkan panggung dan galeri seni itu magnet kerumunan. Sementara sekarang kerumunan dilarang. Kita wajib menjaga jarak jika berjumpa. Secara ekonomi banyak seniman yang terguncang.

Pada akhirnya, aksi ini terus berkembang dengan makin banyaknya donatur dan riset terkait orang-orang yang terdampak virus corona ini. Hal ini membuktikan di masa susah, tetap ada empati untuk saling berbagi.

3 dari 6 halaman

Mulai Bulan April

Periode pertama pengiriman bantuan berlangsung pada 1-30 April 2020. Untuk periode pertama dibagikan paket sembako kepada keluarga yang pemasukannya terdampak pandemi (data penerima divalidasi Ketua RT setempat), dan paket makanan siap santap bagi tenaga kebersihan dan keamanan serta keluarga pasien di rumah sakit.

Kegiatan penyaluran donasi Dapur Aksi Berbagi dimulai pada Rabu, 1 April 2020. Pada hari pertama, relawan menyalurkan donasi berupa makanan siap santap untuk makan siang di Bangsal Anak Melati RSUP Dr Sardjito dan daerah sekitar Universitas Sanata Dharma (USD) kampus Mrican.

Selama satu bulan pertama, yaitu dari 1-30 April 2020, relawan Dapur Aksi Berbagi telah menyalurkan 5.356 porsi makan siang/malam. Selain itu, Dapur Aksi Berbagi juga menyalurkan 723 paket sembako kepada mereka yang membutuhkan. Para donatur tidak hanya menyumbang uang, namun juga ada yang menyumbang barang, antara lain berupa sembako, sayur mayur, masker kain, dan lain-lain.

Sejak awal Dapur Aksi Berbagi punya dua titik dapur umum, di sektor utara dan sektor selatan. Namun, seiring waktu dapur umum bercabang dengan sendirinya. Hal ini disebabkan karena ada saja donatur yang menyumbangkan makanan jadi untuk dibagikan relawan kepada mereka yang membutuhkan. Dapur umum Dapur Aksi Berbagi juga mendapat kiriman aneka bahan mentah untuk dimasak.

Ditanyakan soal kesulitan dalam pelaksanaan aksi solidaritas ini, Kendal menjawab “Tidak ada kendala, karena senang-senang. Kita bukan organisasi, cuma komunitas Jogja aja.” jelasnya ketika ditemui Liputan6 di Desa Wisata Karang Tanjung, Jumat (20/11/2020).

4 dari 6 halaman

Berbagi Makanan Siap Santap dan Sembako

Aksi solidaritas Dapur Aksi Berbagi bertujuan untuk berbagi makanan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan dan pejuang kesehatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan utamanya adalah Dapur Aksi Berbagi, yang diwujudkan dalam kegiatan bagi-bagi sembako dan bagi-bagi makanan siap santap untuk makan siang dan makan malam.

Proses dari penerimaan donasi hingga pemberian bantuan bagi yang membutuhkan tidak ribet. Setelah menyebarkan info tentang adanya Dapur Aksi Berbagi ini, para donatur pun mulai berdatangan. Tidak hanya dalam bentuk uang, banyak juga yang mengirimkan hasil pangan seperti sayuran dan sembako.

Atas dasar rasa kemanusiaan, relawan lapangan Dapur Aksi Berbagi harus melawan rasa khawatir karena masuk-keluar kawasan rawan virus. Relawan lapangan tentunya harus sehat dan kuat, selalu konsentrasi di jalan, serta fokus memastikan kecepatan dan ketepatan penyaluran bantuan.

Dapur Aksi Berbagi memiliki 3 posko yang berlokasi di daerah utara, tengah, dan selatan Jogja untuk memudahkan distribusi bantuan. Nantinya, relawan akan menjemput bantuan tersebut ke posko yang akan dibagikan sesuai daerah terdekat. Para relawan pun mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Kegiatan Dapur Aksi Berbagi juga melakukan kerja sama dengan aplikasi gojek dalam pengiriman barang kepada penerima.

Para penerima bantuan dipilih terlebih dahulu apakah sebaiknya menerima paket sembako atau makanan siap santap. Aksi ini dilaksanakan dengan penerima bantuan diantaranya adalah pekerja rumah sakit yang tidak bisa pulang, mahasiswa luar daerah yang tidak bisa pulang, pekerja seni, pekerja informal seperti tukang becak, dan lain sebagainya.

5 dari 6 halaman

Dapur Aksi Tetandur

Selain itu, ada juga kegiatan yang dinamakan Dapur Aksi Tetandur, yaitu kegiatan bagi-bagi bibit tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk jadi makanan. Kegiatan ini bertujuan agar orang-orang yang terdampak pandemi bisa hidup dari hasil panen sendiri.

Tetandur (menanam), dalam skala rumah tangga dan kampung, bisa dilakukan di pekarangan rumah, hingga ke kebun/lahan bersama milik komunitas warga/petani. Dapur Aksi Tetandur menyiapkan edubox tetandur sayuran yang berisi benih benih biji, bibit tumbuh, pupuk kompos untuk media tanam dan nutrisi tanaman, brosur cara menanam tasalampot/ruang terbatas perkotaan dan kandungan gizi manfaat, serta nutrisi pupuk cair jika dibutuhkan.

Dapur Aksi Tetandur ini juga medorong penerima manfaat untuk memanfaatkan kaleng, botol/gelas plastik, mika bekas bungkus makanan sebagai media tanam. Sasaran dari kegiatan ini adalah rumah tangga di permukiman padat perkotaan seperti di bantaran Kali Winongo, mahasiswa perantauan dari luar Jawa, keluarga pekerja seni, keluarga lansia miskin, dan komunitas penyandang disabilitas.

Selain Dapur Aksi Berbagi dan Dapur Aksi Tetandur, ada juga kegiatan pembagian masker kain untuk segenap siswa dan guru sekolah SD dengan kerja sama dan bantuan berbagai pihak.

6 dari 6 halaman

Banyak yang Terbantu

Penyaluran bantuan Dapur Aksi Berbagi tentunya mendapat sambutan positif dan tanggapan yang sangat baik dari masyarakat Jogja. Banyak dari penerima bantuan mengucapkan rasa terima kasihnya secara langsung maupun dengan chat pribadi kepada relawan.

“Pak Tejo. Sampekan pak Paningron dan team Dapur Berbagi ucapan terimakasih bingkisannya. Alhamdulillah raono job dapet sembako. Lemah teles. Gusti sing mbales.” Begitu salah satu chat yang diterima oleh relawan.

Ada pula yang mendoakan supaya relawan Dapur Aksi Berbagai mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

“Assalamualaikum. Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Dapur Berbagi atas pemberian bingkisannya. Kami sekeluarga sangat senang dan sangat terbantu. Semoga amal kebaikan panjenengan mendapat pahala dari Allah SWT. Wass”, dari chat lainnya.

Terakhir, Kendal memberikan pesan untuk selalu menjaga kesehatan dan beradaptasi dengan keadaan sekarang ini dengan selalu menjaga kesehatan.

“Ya sudah, ga usah membayangkan kapan ini akan berakhir, ya mungkin ini memang akan bersama kita sampai ke depan. Jadi berbagai kegiatan harus menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan, termasuk kegiatan seni yang dilakukan secara daring. Yang penting berusaha untuk menjaga kesehatan saja”, pungkas Kendal.

Jika di sekitar kamu ada warga yang butuh bantuan makan tetapi kamu tidak sanggup membantu, mari usulkan mereka sebagai penerima bantuan makanan maupun sembako dari Dapur Aksi Berbagi (DAB) di Yogyakarta. Pastikan mereka benar-benar membutuhkan dan belum menerima bantuan dari pihak lain, supaya inisiatif saling bantu semacam ini bisa saling mengisi sehingga menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dapur Aksi Berbagi percaya, dengan saling berbagi, kita akan bisa melalui masa krisis akibat dampak Corona dengan baik. Kamu bisa melihat aktivitas Dapur Aksi Berbagi di Instagram @dapuraksiberbagi.