Sukses

10 Makanan Tradisional Indonesia yang Melegenda, Intip Resep Lezatnya

Liputan6.com, Jakarta Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan makanan khasnya. Wajar, karena setiap kepulauan yang ada di Tanah Air, memiliki makanan tradisional Indonesia yang berbeda-beda.

Kali ini makanan tradisional Indonesia dari berbagai pulau yang akan diulas. Mulai dari pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan masih banyak lagi.

Makanan tradisional Indonesia ini dikenal sebagai makanan-makanan legenda karena sudah ada sejak zaman penjajahan atau bahkan sebelumnya. Meski tradisional, beberapa di antaranya sudah cukup mendunia juga loh!

Berikut Liputan6.com ulas makanan tradisional Indonesia dan resepnya dari berbagai sumber, Kamis (26/11/2020).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Makanan Tradisional Indonesia

Leughok

Leughok merupakan makanan tradisional Indonesia yang ada sejak zaman penjajahan dan berasal dari Aceh. Makanan ini dulunya bekal para pejuang tanah Aceh.

Makanan ini terbuat dari remasan pisang kepok dan sagu. Sangat mengenyangkan dan efektif menunda rasa lapar saat sedang berperang. Leughok biasanya disajikan dengan dibungkus daun pisang.

Bahan-Bahan :

- 2 sisir Pisang Wak/Pisang Klotok (pilih pisang yang matang sekali)

- 100 gram Tepung Beras Putih Rose Brand

- 1 buah Kelapa (setengah tua)

- Gula Pasir secukupnya

- Garam secukupnya

- Daun Pisang secukupnya

- Lidi/Tusuk Gigi

Langkah-Langkah :

1. Siapkan daun pisang yang telah dirobek-robek sama ukurannya.

2. Kupas pisang dari kulitnya lalu pisangnya dihaluskan dengan ulekan atau ditumbuk-tumbuk dengan bawah gelas.

3. Jika sudah halus tambahkan tepung, sedikit saja garam dan gula secukunya.

4. Lalu aduk agar semuanya tercampur rata.

5. Ambil daun pisang yang sudah dirobek-robek tadi, tindihkan menjadi 2 lapis.

6. Tuangkan adonan pisang secukupnya, sesuai ukuran leughok yang diinginkan.

7. Lalu dibungkus dengan cara digulung dan kedua ujungnya ditusuk dengan lidi/tusuk gigi, lakukan terus sampai adonannya habis.

8. Jika sudah lalu dikukus selama 30 menit.

9. Sambil menunggu leughoknya matang, ambil kelapanya lalu parut.

10. Jika sudah diparut tambahkan sedikit saja garam dan gula sesuai manis yang diinginkan, lalu aduk rata.

11. Jika leughoknya sudah matang, angkat, lalu potong sesuai selera.

12. Taburi kelapa di atasnya atau lumuri seluruhnya leughok dengan kelapa, sesuai selera.

Rendang

Rendang merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang mendunia. Rasa khas yang dimiliki makanan khas Sumatera ini konon lezat sekali. Lidah orang-orang dari berbagai belahan dunia mengakuinya.

Rendang memiliki citarasa khas rempah yang sangat kuat. Selain dimasak dengan menggunakan aneka rempah, rendang juga membutuhkan waktu berjam-jam untuk menghasilkan daging yang empuk.

Berikut resep rendang:

Bahan-Bahan:

- 500 gr daging

- 1 batang serai geprek

- 3 lembar daun jeruk

- 2 lembar daun salam

- 1 ruas lengkuas geprek

- 2 cm kayu manis

- 1 sdt gula merah

- 1 sdt kaldu sapi dan garam

- 1/2 sdt jintan bubuk

- 1/2 sdt merica bubuk

- Jeruk nipis

- 500 ml santan dari 1/2 kelapa

Bumbu Malus:

- 4 siung bawang putih

- 6 butir bawang merah

- 2 butir kemiri

- 1/2 sdt ketumbar

- 3 cabai merah besar (buang bijinya)

- 2 cm kunyit

- 3 cm jahe

Cara Membuat:

1. Cuci bersih daging, potong sesuai selera, beri perasan jeruk nipis, lalu cuci lagi

2. Haluskan bumbu, lalu tumis bumbu halus dengan serai, daun jeruk, daun salam, kayu manis dan lengkuas sampai matang

3. Masukkan daging, aduk rata, lalu masukkan santan. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk.

4. Kemudian masukkan garam, kaldu, jintan, merica dan gula merah, diamkan hingga bumbu meresap dan airnya menyusut.

5. Koreksi rasa, angkat dan hidangkan.

3 dari 6 halaman

Makanan Tradisional Indonesia

Soto Tangkar

Soto tangkar adalah makanan tradisional Indonesia yang cukup menyegarkan. Pada mulanya, soto tangkar ini dibuat oleh para pejuang dari tanah Betawi.

Soto ini dibuat karena kolonial Belanda selalu menyantap bagian daging sapinya saja. Sementara bagian sapi yang lain seperti kepala, jeroan, dan kulit diolah oleh para pejuang pada masanya.

Bahan-Bahan:

- 600 g daging iga sapi, potong ukuran 6 cm

- 500 ml air

- 3 lembar daun salam

- 7 lembar daun jeruk

- 3 batang serai, memarkan

- 200 ml santan kental

- 100 ml susu rendah lemak

Bumbu Halus:

- 10 butir bawang merah

- 5 siung bawang putih

- 2 cm kunyit, bakar

- 4 butir kemiri

- 1 sdm ketumbar butiran

- 1 sdt merica

- 1 sdm garam

- 3 cm lengkuas

Bahan Pelengkap:

- 3 buah tomat, potong-potong

- 1 batang daun bawang, iris

- 3 sdm bawang merah goreng

- 4 buah jeruk limau, ambil airnya

Langkah-Langkah:

1. Rebus iga sapi hingga mendidih, biarkan api tetap menyala. Sisihkan.

2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan serai, aduk hingga harum. Angkat.

3. Masukkan ke dalam kaldu iga.

4. Tambahkan santan, susu, dan penyedap.

5. Masak hingga iga empuk. Angkat.

6. Sajikan soto tangkar bersama pelengkapnya.

Gudeg

Gudeg merupakan makanan tradisional Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-15 atau tahun 1500-an. Tepatnya ketika kerajaan Mataram di Alas Mentaok mulai dibangun. Tak heran ketika membicarakan Gudeg, pasti yang terlintas di pikiran adalah Yogyakarta.

Banyak yang mengira Gudeg hanya dari Yogyakarta. Padahal ada aneka resep Gudeg nusantara yang begitu menggugah selera. Mulai dari gudeg Solo, Semarang, dan Padang. Meski pengolahannya berbeda, tetapi rasanya hampir mirip semua.

Bahan:

- 300 gram nangka muda

- 1 ekor ayam kampung, potong

- 5 buah tahu

- 100 gram krecek

- 500 ml santan kental

- 1700 ml santan cair

- 500 gram gula kelapa

- 3 ruas lengkuas

- 3 buah cabai rawit

- 10 lembar daun salam

Bumbu halus:

- 40 butir bawang merah

- 20 siung bawang putih

- 6 sendok makan ketumbar

- Garam secukupnya

Bumbu sambal:

- 40 buah bawang merah

- 20 siung bawang putih

- 5 buah cabai merah

Cara membuat:

1. Bagi bumbu halus menjadi 4 bagian.

2. Kupas nangka muda dan cincang kasar.

3. Masak dengan 1 bagian bumbu halus, 2 lembar daun salam, 1 bagian lengkuas, 200 gram gula kelapa, dan 800 ml santan cair.

4. Jangan terlalu sering mengaduk agar nangka tidak hancur.

5. Masak potongan ayam dengan 1 bagian bumbu halus, 2 lembar daun salam, 1 bagian lengkuas, 100 gram gula kelapa, dan 350 ml santan cair.

6. Masak tahu dengan 1 bagian bumbu halus, 2 lembar daun salam, 1 bagian lengkuas, 100 gram gula kelapa, dan 250 ml santan cair.

7. Masak areh dengan santan kental, 1 bagian bumbu halus, 2 lembar daun salam, 1 bagian lengkuas, dan 100 gram gula kelapa.

8. Masak dengan api kecil sambil diaduk, tunggu sampai mengental.

9. Mulai masak sambal krecek. Haluskan bumbu sambal, masak bersama krecek, 2 lembar daun salam, 1 bagian lengkuas, garam secukupnya, dan 200 ml santan cair.

10. Masukkan cabai rawit sebelum diangkat. Aduk lagi sambal krecek, angkat dan sajikan.

11. Sajikan gudeg, ayam, tahu, areh, dan sambal krecek dengan nasi putih hangat.

4 dari 6 halaman

Makanan Tradisional Indonesia

Nasi Goreng Tiwul

Nasi tiwul adalah makanan tradisional Indoneis yang ada sejak zaman penjajahan. Nasi goreng ini terbuat dari bahan dasar singkong, bukan nasi. Jepang tak menyukainya, tetapi para pejuang negeri begitu menikmatinya. Murah, nikmat, dan mengenyangkan.

Bahan-Bahan:

- 1 piring nasi tiwul

- 4 siung bawang putih, cincang atau geprek

- 1 butir telur

- Garam secukupnya

- Lada bubuk secukupnya

- Penyedap rasa secukupnya

- Minyak goreng secukupnya

Langkah-Langkah:

1. Masukkan minyak goreng pada wajan, panaskan dengan api sedang. Kocok lepas telur, kemudian goreng pada wajan.

2. Orak arik hingga matang, kemudian sisihkan.

3. Tumis bawang putih pada wajan yang sama dengan sedikit minyak, tumis hingga beraroma wangi.

4. Kemudian masukkan nasi tiwul, garam, lada, penyedap rasa.

5. Aduk semua bahan menjadi satu hingga rata.

6. Tes rasa, jika dirasa sudah pas, nasi goreng tiwul bisa langsung di sajikan.

7. Jangan lupa beri taburan bawang goreng supaya aromanya lebih nikmat.

Mi Aceh

Makanan tradisional Indonesia selanjutnya berasal dari Aceh. Mi Aceh ini memiliki tekstur yang tebal dan dicampur dengan irisan daging serta bumbu-bumbu rempah yang kuat.

Mi Aceh biasanya disajikan dengan digoreng, direbus atau ditumis. Selain itu juga bisa disajikan dengan tambahan seafood seperti kepiting, udang, dan cumi.

Bahan:

- 150 gram daging kambing/sapi, potong dadu.

- 400 gram mie basah/kuning.

- 750 ml kaldu sapi.

- 150 gram udang basah, bersihkan, buang kulitnya.

- 1 buah tomat, potong dadu.

- 4 siung bawang putih, iris tipis.

- 3 siung bawang merah, iris tipis.

- 1 sdt cuka

- 2 sdm kecap manis

- 1 batang daun bawang, iris halus.

- 60 gram tauge, siangi, buang buntutnya.

- 100 gram kol, iris tipis.

- 1 sdm seledri, iris halus.

- 2 sdt garam.

- 3 sdm makan minyak goring.

Bumbu halus:

- 4 butir kapulaga.

- 1 sdt jinten, sangrai.

- 5 buah bawang merah.

- 3 siung bawang putih.

- 4 buah cabai merah, buang bijinya.

- ½ sdm bubuk kunyit.

- 1 sdt lada butir.

Pelengkap:

- Kerupuk udang/kerupuk emping.

- Acar mentimun.

Cara Membuat:

1. Tumis irisan bawang merah, irisan bawang putih dan bumbu halus hingga harum.

2. Masukkan daging kambing/sapi, aduk. Masak hingga berubah warna.

3. Tambahkan udang dan tomat, aduk rata.

4. Masukkan kaldu, seledri, daun bawang, garam dan cuka.

5. Masak hingga daging matang dan air berkurang sambil sesekali diaduk.

6. Masukkan kol dan tauge, aduk rata. Masukkan mie dan kecap manis.

7. Aduk sampai semua bahan tercamppur rata dan matang. Angkat.

8. Sajikan panas-panas dengan acar mentimun dan emping goreng.

5 dari 6 halaman

Makanan Tradisional Indonesia

Sup Konro

Sup konro merupakan makanan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan. Sup ini sudah menjadi masakan andalan dan dikenal cukup melegenda oleh orang Indonesia. Sup Konro merupakan sup iga sapi yang disajikan dengan kuah berwarna coklat.

Bahan-bahan:

- 1 kg iga sapi (secukupnya)

- 100 gr daging sapi, potong-potong

- 150 air asam jawa

- 3 batang serai, ambil putihnya dan memarkan

- 3 butir cengkeh

- 2 buah kapulaga

- 2 batang kayu manis

- 2 batang daun bawang, potong-potong

- 2 cm lengkuas, memarkan

- 5 lembar daun salam

- Air secukupnya

Bumbu halus:

- 10 siung bawang merah

- 7 siung bawang putih

- 3 buah keluwak

- 2 sdt merica

- 2 cm jahe

- 2 cm kunyit

- 1 sdm ketumbar

- 1 sdt jinten

- 6 butir kemiri

- 3/4 pala

- Garam secukupnya

- Minyak untuk menumis

Cara membuat:

1. Rebus air hingga mendidih. Masukkan potongan iga dan daging sapi.

2. Buang busanya dan masak daging hingga empuk.

3. Saring air kaldu bersama dagingnya pada wadah panci lain agar kuahnya tidak kotor. Rebus lagi.

4. Tumis bumbu halus hingga wangi, masukkan serai, daun salam, dan lengkuas. Tumis lagi hingga bumbu matang dan wangi.

5. Tuang bumbu halus ke dalam panci daging. Aduk rata dan masak hingga mendidih.

6. Masukkan cengkeh, kayu manis, kapulaga, air asam jawa dan garam secukupnya (jika kurang terasa).

7. Masukkan daun bawang saat sudah matang. Matikan api.

Perkedel Jagung

Selain nasi jagung, makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari jagung adalah perkedel. Berbeda dengan nasi jagung yang jarang sekali diolah, perkedel jagung masih kerap jadi santapan harian. Namun tetap saja, tak banyak yang mengetahui bahwa perkedel jagung merupakan makanan khas zaman penjajahan.

Bahan-Bahan:

- 5 sendok makan tepung terigu

- 3 buah jagung manis, disisir

- 3 batang daun seledri, dirajang halus

- 1 batang daun bawang, dirajang halus

- 1 sendok makan tepung beras

- Garam secukupnya

- Gula secukupnya

- Air secukupnya

- Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus perkedel:

- 3 siung bawang merah

- 2 siung bawang putih

Langkah-Langkah:

1. Ulek kasar jagung sisir atau bisa diproses mengunakan chopper dengan hasil yang masih agak kasar.

2. Campur jagung dengan semua bahan lainnya, kemudian tuang air sedikit demi sedikit. Jangan sampai adonan terlalu encer atau terlalu bantat.

3. Setelah itu, bumbui adonan dengan menggunakan garam dan gula secukupnya.

4. Ambil satu sendok makan adonan lalu tuang melebar di pinggiran wajan yang sudah diisi minyak panas.

5. Goreng sampai bakwan berwarna kuning keemasan.

6 dari 6 halaman

Makanan Tradisional Indonesia

Ayam Taliwang

Makanan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat. Makanan ini berbahan dasar daging ayam. Daging ayam tersebut dibakar dengan bumbu cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah dan garam. Disajikan bersama bumbu tambahan, dan menu tambahan seperti plecing kangkung.

Bahan:

- 1 ekor ayam potong, potong jadi empat bagian 2 sdm kecap manis

- 1 sdm gula merah, sisir

- Garam dan air secukupnya

Bumbu:

- 7 siung bawang putih

- 15 buah bawang merah

- 10 buah cabai keriting

- 10 buah cabai rawit

- 2 ruas kencur

- 1 buah tomat

- 1 sdt rebon atau 1 cm terasi

Cara membuat:

1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan ayam dan aduk rata dengan bumbu.

2. Masak sambil diaduk-aduk hingga bumbu matang atau ayam berubah warna.

3. Tuang air secukupnya. Masukkan gula dan garam secukupnya.

4. Masak hingga ayam matang dan empuk. Tes rasa, masak lagi hingga air habis.

5. Panggang ayam beserta bumbu hingga kering dan terpanggang sempurna.

Soto Banjar

Soto Banjar merupakan makanan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan. Soto Banjar terbuat dari daging ayam yang dicampur dengan bumbu rempah-rempah, biasanya ditambahkan perkedel dan kentang rebus.

Bahan Utama:

- 1 kg ayam, cuci bersih dan kemudian lumuri dengan jeruk nipis

- 1,5 liter air

- 4-5 butir cengkeh

- 10 cm kayu manis

- 5-6 siung bawang putih

- 8 siung bawang merah

- 3 butir kapulaga

- 1/2 sendok teh pala bubuk

- 2 cm jahe

- 3 lembar daun salam

- 3 lembar daun jeruk

- 3 cm lengkuas

- 2 batang serai, memarkan

- 1 sendok teh merica bubuk

- Garam secukupnya

- Gula pasir secukupnya

Pelengkap:

- 100 gram soun, seduh hingga lunak

- 10 buah cabai rawit merah, rebus dan haluskan

- 3 butir telur rebus, kupas dan iris-iris

- 1 buah jeruk nipis, iris tipis

- Perkedel kentang

- Bawang goreng secukupnya

- Seledri secukupnya, iris halus

- Lontong secukupnya, iris

Cara Membuat:

1. Rebus ayam yang sudah dicuci bersih ke dalam 1,5 liter air.

2. Setelah mendidih, ambil kotoran yang mengapung di atasnya.

3. Kemudian kecilkan api dan rebus hingga menjadi kaldu.

4. Tambahkan daun bawang dan seledri ke dalamnya untuk memberi rasa kaldu yang lebih enak.

5. Di wajan terpisah, tumis bumbu halus yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, pala, merica dan jahe.

6. Tumis bumbu tersebut sambil ditambahkan cengkeh, kayu manis, kapulaga, serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk.

7. Tumis hingga harum dan bumbu matang.

8. Setelah itu, masukkan ke dalam kaldu ayam tadi.

9. Lalu tambahkan gula dan garam hingga pas rasanya.

10. Setelah semua masakan matang, matikan kompor, dan ambil ayam rebusan tadi. Suwir-suwir dagingnya, lalu sisihkan.

11. Tata daging ayam yang sudah disuwir, lontong, soun, telur rebus, dan perkedel kentang di mangkuk.

12. Guyur dengan kuah soto. Taburi dengan bawang merah goreng dan sambal sesuai selera.

13. Letakkan jeruk nipis di sampingnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.