Sukses

Cara Menceritakan Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri dalam Wawancara Kerja

Liputan6.com, Jakarta Menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri merupakan bagian yang penting dalam wawancara kerja. Pertanyaan ini biasanya akan selalu ada di setiap wawancara kerja yang kamu ikuti. Menjawabnya tentu membuat kebanyakan orang bingung.

Apalagi, pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan diri ini akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap diterima atau tidaknya kamu nanti. Tentunya kamu harus jujur dalam menjawab pertanyaan tersebut. Menjawab pertanyaan ini tidak boleh asal-asalan tanpa persiapan.

Menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri harus dilakukan dengan persiapan yang matang. Susunlah jawaban yang paling baik dengan kesadaran diri dan profesionalitas tinggi saat wawancara kerja. Jika kamu telah melakukan persiapan untuk menjawab pertanyaan ini, tentunya kamu akan lebih relaks dan kemungkinan diterima pun lebih tinggi.

Wawancara kerja yang dilakukan pihak perusahaan tentunya bertujuan untuk mengenal diri kamu lebih dalam. Oleh karena itu, kamu tidak perlu cemas dalam menjawab pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan ini. Jawablah dengan jujur dengan persiapan dan strategi yang matang.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (2/12/2020) tentang menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

2 dari 6 halaman

Menceritakan Kelebihan Diri Sendiri

Menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri tentunya harus diikuti dengan bukti yang kuat. Jika menyebutkan bahwa kelebihan diri kamu adalah disiplin, tentunya kamu harus menunjukkan pengalaman kamu dalam menerapkan disiplin dalam kerja atau kehidupan. Kamu harus bisa menceritakan bagaimana kamu disiplin dalam pekerjaan sebelumnya sebagai contoh.

Oleh karena itu, menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri ini memerlukan persiapan yang matang. Persiapkan cerita tentang kelebihan kamu agar pewawancara memilih kamu. Dengan memiliki cerita yang siap untuk diceritakan ketika kamu ditanya pertanyaan ini akan membantu kamu lebih menonjol dari orang lain.

Alih-alih hanya sekadar menyebutkan kelebihan, kamu dapat memikirkan cara yang meyakinkan untuk menyampaikan cerita kamu sambil menyoroti apa yang dapat kamu bawa ke posisi yang sedang kamu lamar. 

Ketika tiba saatnya untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus sangat spesifik. Periksalah apa yang kamu yakini sebagai kelebihann pribadi atau mintalah seorang teman untuk membantu kamu mengidentifikasi apa yang kamu kuasai.

Pastikan untuk memasukkan berbagai kelebihan, termasuk keterampilan berbasis pengetahuan, keterampilan yang dapat ditransfer, dan sifat-sifat pribadi untuk menunjukkan keserbagunaan kamu.

3 dari 6 halaman

Contoh Jawaban Kelebihan Diri Sendiri

Berikut Liputan6.com rangkum dari Merdeka, beberapa jawaban yang bisa kamu gunakan dalam menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, khususnya pada kelebihan:

- Kontrol diri

- Kemampuan berkomunikasi.

- Kemampuan menulis.

- Kemampuan analisis.

- Kejujuran.

- Skill kepemimpinan.

- Kesabaran.

- Empati

- Motivasi diri.

- Literasi komputer.

- Kreativitas

- Keserbagunaan

- Fleksibilitas

- Berfokus

- Mengambil inisiatif

- Dedikasi

- Integritas

- Pembelajaran berkelanjutan

Jangan lupa untuk menjelaskannya dengan baik untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk diterima di posisi tersebut.

4 dari 6 halaman

Menceritakan Kekurangan Diri Sendiri

Menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri memang harus dipersiapkan sedemikian rupa. Tentunya jika kamu menjawab tidak memiliki kekurangan, hal ini hanya membuat kamu tampak sombong di depan pewawancara. Sedangkan, jika kamu terlalu banyak menyebutkan atribut negative, hal ini tentu membuat posisi kamu akan lebih sulit lolos wawancara.

Oleh karena itu, menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan lah sikap yang rendah hati dan mau belajar tanpa menakut-nakuti manajer perekrutan dengan kelemahan yang tidak dapat kamu atasi. 

Persiapan dalam menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri menentukan kesuksesan kamu dalam wawancara. Saat memikirkan kekurangan, penting untuk memilih atribut yang kamu kerjakan secara proaktif atau menunjukkan langkah-langkah yang akan kamu ambil untuk mengubah kekurangan itu menjadi kelebihan.

Menceritakan kisah yang relevan atau menguraikan bagaimana kamu bekerja untuk mengubah kelemahan ini dapat memperkuat jawaban tentang menceritakan kelebihan dan kekurangan ini. 

Kamu harus ingat bahwa kekurangan itu tidak permanen, dan hanya karena kamu memiliki beberapa kekurangan tidak berarti kamu tidak bisa berubah. Mampu mengidentifikasi bidang-bidang perbaikan menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang berpengetahuan luas. 

5 dari 6 halaman

Contoh Jawaban Kekurangan Diri Sendiri

Berikut Liputan6.com rangkum dari Merdeka, beberapa jawaban yang bisa kamu gunakan dalam menceritakan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, khususnya pada kekurangan:

Berikut contoh jawaban kekurangan diri:

- Kurang percaya diri

- Mengkritik diri sendiri

- Sangat Introvert

- Sangat Ekstrover

- Berorientasi terlalu detail

- Literasi Keuangan Kurang

- Terlalu sensitif

- Kemampuan presentasi

- Perasaan malu.

- Kurangnya pengetahuan tentang perangkat lunak tertentu.

- Berbicara di depan umum.

- Menerima kritik.

- Kurang pengalaman.

- Ketidakmampuan untuk mendelegasikan.

Jangan lupa untuk menjelaskannya dengan baik untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk diterima di posisi tersebut.

 

6 dari 6 halaman

Contoh Menceritakan Kekurangan Diri Sendiri

Berikut contoh menceritakan kekurangan diri sendiri dengan penjelasan yang tepat:

“Saya selalu berusaha menghindari konfrontasi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional saya. Hal ini menyebabkan saya kadang-kadang kompromi pada kualitas pekerjaan saya atau apa yang saya butuhkan untuk menyelesaikan proyek hanya untuk menjaga perdamaian. Ini menjadi masalah nyata ketika saya menjadi manajer.

Salah satu aspek paling kritis dalam mengelola orang adalah memberi tahu mereka apa yang perlu mereka dengar dan bukan apa yang ingin mereka dengar. Saya mengenali kelemahan ini dan secara aktif bekerja untuk menyuarakan pendapat saya secara konstruktif dan bermanfaat untuk kemajuan tim.”