Sukses

Pertolongan Pertama Angin Duduk untuk Menghindari Komplikasi

Liputan6.com, Jakarta Pertolongan pertama angin duduk adalah kunci utama untuk menurunkan risiko komplikasi mematikan akibat penyakit tersebut. Seperti yang telah diketahui banyak orang, angin duduk merupakan penyakit yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa.

Angin duduk atau angina pectoris adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan nyeri dada. Angin duduk biasanya disebabkan oleh jantung koroner. Hal ini terjadi ketika adanya penyempitan atau penumpukan dari akumulasi plak di sekitar pembuluh darah. Plak di pembuluh darah berasal dari tumpukan lemak.

Semakin banyak lemak (dan plak) yang terbentuk, semakin sempit pula ukuran pembuluh darah. Ketika pembuluh koroner ini mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal.

Pertolongan pertama angin duduk wajib diketahui oleh kamu yang mengalaminya ataupun orang terdekat. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya yang dapat berujung pada kematian. Selain itu, kamu juga bisa menghindari angin duduk dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan sebelumnya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (6/1/2021) tentang pertolongan pertama angin duduk.

2 dari 4 halaman

Penyebab dan Gejala Angin Duduk

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab angin duduk adalah karena penyakit jantung koroner. Selain itu, angin duduk juga dapat muncul akibat pembuluh darah koroner menyempit sesaat karena otot pembuluh darah yang menegang.

Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya angin duduk adalah kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, stres, obesitas, merokok, kurang berolahraga, memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk, laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas, dan mengonsumsi minuman beralkohol telalu banyak. Segala hal tersebut tentunya harus kamu hindari.

Angin duduk ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Secara umum, angin duduk biasanya disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

- Dada terasa nyeri dan tidak nyaman, seperti tertimpa beban atau benda berat.

- Nyeri bisa menjalar ke area pundak, punggung, leher, dan lengan.

- Nyeri dada biasanya dirasakan ketika beraktivitas atau melakukan kegiatan yang membuat jantung berpacu lebih cepat.

- Nyeri dada dapat disertai keluhan keringat dingin, pusing, dan sesak napas.

- Nyeri dada akan berkurang ketika istirahat.

3 dari 4 halaman

Pertolongan Pertama Angin Duduk

Pertolongan pertama angin duduk sangat penting diketahui oleh kamu yang mengalaminya dan orang terdekat yang bisa langsung membantu. Pertolongan pertama ini tentunya sangat penting, karena angin duduk bisa berbahaya dan mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan benar.

Oleh karena itu, kamu harus mengetahui pertolongan pertama angina duduk untuk menurunkan risiko komplikasi, sebagai berikut:

1. Istirahat

Pertolongan pertama angin duduk yang paling penting adalah langsung beristirahat jika gejala mulai terasa. Jika dada mulai terasa nyeri hingga menyebabkan sesak napas, segera hentikan aktivitas dan cobalah untuk beristirahat.

Berbaringlah sambil mengatur napas, agar tubuh lebih relaks. Pastikan posisi kepala lebih tinggi daripada dada. Kamu dapat menggunakan bantal tambahan.

2. Minta Bantuan Orang Terdekat

Pertolongan pertama angin duduk selanjutnya adalah meminta bantuan orang terdekat untuk membawa kamu ke rumah sakit. Hal ini harus dilakukan jika rasa sakit sudah tidak tertahankan. Hal ini bahkan harus segera kamu lakukan jika memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

Sebaiknya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan oleh dokter agar tidak terjadi komplikasi yang berbahaya. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang sesuai dengan gejala, misalnya pengencer darah atau obat golongan nitrat.

4 dari 4 halaman

Pencegahan Angin Duduk

Tidak ada cara mengatasi angin duduk yang lebih baik daripada tindakan pencegahan. Berikut cara mencegah angina duduk:

- Rutin mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

- Olahraga yang cukup, misalnya bersepeda santai, berjalan kaki, atau berenang.

- Konsumsilah makanan yang sehat untuk jantung, terutama makanan berserat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian. Kurangi juga makanan olahan atau yang mengandung lemak jenuh.

- Menjaga berat badan ideal. Sebisa mungkin, hitunglah juga jumlah kalori dari makanan agar tidak lebih dari jumlah yang dibutuhkan.

- Menjauhi minuman beralkohol.

- Tidak merokok.

- Cukup istirahat selama minimal 8 jam dalam sehari.