Sukses

18 Makanan Khas Daerah di Indonesia yang Populer, Wajib Dicoba

Liputan6.com, Jakarta Popularitas makanan khas daerah di Indonesia rupanya semakin menggeliat. Wisatawan dari mancanegara yang datang, sekarang tidak hanya tertarik dengan kekayaan alam Indonesia tetapi makanan khas daerahnya juga.

Indonesia terkenal kaya rempah dan hasil bumi yang melimpah. Tidak heran jika kemudian banyak bule yang ketagihan datang ke berbagai pelosok negeri, hanya untuk mencicipi makanan khas daerah di Indonesia ini.

Selain begitu menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia, makanan khas daerah yang ada dikenal sangat nempel di lidah orang Indonesia. Terbukti dari banyaknya makanan khas daerah legenda yang sampai sekarang masih eksis dengan antrean pelanggan mengular panjang.

Berikut Liputan6.com ulas makanan khas daerah di Indonesia dari berbagai sumber, Sabtu (16/1/2021).

2 dari 7 halaman

Makanan Khas Daerah di Indonesia

Gudeg Jogja

Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna cokelat yang memancar dari Gudeg biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan.

Gudeg biasanya dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek. Meski berasal dari Yogyakarta, namun sejumlah kota di Jawa Tengah dan Indonesia bagian lainnya juga sudah banyak memproduksi gudeg.

Solo, misalnya. Namun tetap ada perbedaan antara gudeg buatan Jogja dan buatan kota lain. Gudeg Jogja cenderung kering dan tahan lama dari gudeg buatan Solo atau daerah lain.

Serabi Notosuman

Berdiri sejak 1923, Serabi Notosuman dikenal sebagai salah satu wisata kuliner Solo yang cukup legendaris. Meski begitu, kuliner ini masih populer hingga sekarang karena menawarkan cita rasa yang lezat. Dibuat menggunakan adonan tepung beras dan santan, serabi di sini memiliki tekstur yang lembut dengan pinggiran renyah. Seluruh serabi juga dimasak secara tradisional, yakni dengan menggunakan tungku kecil. 

Ada dua varian rasa serabi yang bisa kamu beli di Serabi Notosuman, yakni polos dan cokelat. Satu porsi serabi terdiri dari sepuluh buah dan dijual seharga kurang lebih Rp 20.000 untuk serabi polos dan Rp 25.000 untuk serabi cokelat. Selain dinikmati dilokasi, kamu juga bisa menjadikan serabi ini sebagai oleh-oleh dari Solo, lho. Jadi, datanglah ke Jalan Mohammad Yamin No 28 jika ingin membelinya.

Soto Banjar

Soto Banjar adalah makanan khas Kalimantan yang paling terkenal di Indonesia. Di luar Kalimantan, Soto Banjar sudah banyak ditemui. Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam serta memiliki aroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkih.

Soto ini berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel, kentang rebus, rebusan telur, potongan wortel dan ketupat. Kuah Soto Banjar juga biasanya dicampur dengan sedikit susu yang membuat warna kuahnya sedikit keruh. Penjual soto Banjar biasanyan juga menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping. Nasi sop adalah sebutan untuk soto Banjar yang dikuahkan ke sepiring nasi.

3 dari 7 halaman

Makanan Khas Daerah di Indonesia

Bubur Manado

Bubur Manado atau Tinutuan merupakan makanan khas daerah Sulawesi Utara yang paling populer. Bubur Manado merupakan olahan bubur dengan campurang berbagai sayuran seperti kangkung, bayam, jagung, singkong atau ubi, dan kemangi. Di Manado, Tinutuan biasa disajikan berasama sambal roa, dabu-dabu, atau ikan cakalang.

Tinutuan juga dapat dicampur dengan sup kacang merah yang disebut brenebon. Tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini kadang juga ditambahkan tetelan sapi.

Sate Lilit

Sate lilit merupakan salah satu makanan tradisional khas Bali yang sangat populer. Cara membuat sate lilit khas Bali hanya dengan melilitkan daging yang dicincang, kemudian dililitkan. Untuk daging sate lilit sendiri biasanya menggunakan ikan tengiri.

Makanan khas Bali satu ini cukup mudah ditemukan, mulai dari warung makan sampai restoran. Menjadi salah satu makanan yang mudah ditemukan, makanan khas Bali ini patut kamu cicipi ketika berkunjung ke Pulau Dewata, Bali.

Rawon

Dimulai dari makanan tradisional khas Jawa Timur yang paling terkenal, yaitu Rawon. Makanan ini identik dengan kuah hitamnya. Warna hitam pada rawon tersebut tidak lain berasal dari bumbu khas yaitu kluwek.

Rasa rawon sangat ramah bagi Anda yang tidak suka pedas. Makanan tradisional khas Jawa Timur ini akan semakin nikmat disantap dengan nasi putih, kerupuk, serta lauk pelengkap seperti telur asin.

4 dari 7 halaman

Makanan Khas Daerah di Indonesia

Jagung Bose

Rasanya tidak lengkap kalau mengunjungi atau berwisata ke NTT tanpa mencicipi makanan khas NTT Kupang yang satu ini. Jagung bose adalah sebutan masyarakat setempat untuk menu khas yang diolah dari jagung kering yang diambil biji jagungnya. Biji jagung ini lalu ditumbuk menggunakan lesung atau alat tradisional yang digunakan untuk menumbuk jagung ataupun padi.

Biji jagung tanpa kulit ini kemudian diolah bersama kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kacang tanah. Campuran jagung bose dan kacang-kacangan itu dimasak dengan menggunakan santan. Dengan melewati proses memasak yang cukup lama, kamu tidak akan menyesal saat mencobanya nanti.

Sambal Ganja

Nama sambal ini memang cukup kontroversi, namun bahan aslinya bukanlah terbuat dari ganja. Alasan pemberian namanya karena sambal ini membuat ketagihan siapa saja yang mencobanya. Asam Udeung atau sambal ganja berbahan dasar udang dengan cita rasa asam. Cara membuatnya juga terbilang sangat mudah seperti sambal pada umumnya.

Ulat Sagu

Mendengar namanya saja mungkin sudah membuat kamu geli. Ya, ulat sagu menjadi makanan khas Papua. Makanan khas suku Kamoro ini dipercaya mengandung vitamin tinggi. 

Ulat ini merupakan larva dari kumbang merah kelapa. Cara mendapatkannya hanya dengan menebang pohon sagu, kemudian batangnya dibiarkan membusuk. Nah, pohon sagu yang membusuk tadi akan muncul ulat. Pohon kemudian dibelah untuk mengambil ulat yang ada. Ulat ini berwarna putih dan ukurannya sebesar ibu jari.

Kamu pun bisa memakannya secara langsung atau dibakar seperti sate. Bisa juga diolah dengan cara direbus dan disajikan dengan sambal. Bicara soal rasa, ulat sagu mempunyai rasa gurih dan terasa lunak di bagian dalam.

Kandungan gizi di dalamnya sangat besar, seperti protein, asam amino serta bebas kolesterol. Tak heran jika ulat ini sangat digemari masyarakat Papua. Berani mencobanya?

5 dari 7 halaman

Makanan Khas Daerah di Indonesia

Papeda

Papeda adalah makanan khas Papua yang terbuat dari sagu. Papeda harus dimasak selama beberapa menit sampai tekstur makanan berubah menjadi bubur. Bubur putih dengan tekstur lengket seperti itu terasa hambar.

Oleh karena itu, biasanya sebelum disajikan terlebih dahulu disaring kemudian diberi air jeruk untuk menambah kelezatan rasa dan ditambah air panas secukupnya kemudian diaduk sampai mengembang.

Sebagai pelengkap, makanan khas Papua ini diberi ikan kuah pedas dan sayur tagas-tagas yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya, dan ubi jalar. Papeda makin lezat bila disantap selagi hangat.

Papeda juga menjadi sebuah tradisi di Komunitas muslim di Fakfak, Papua saat bulan suci Ramadhan secara turun-temurun. Biasanya sebelum menyantap papeda, para pemuda di sana memainkan musik tradisional hadrah dengan melantunkan syair berbahasa Arab sampai beduk Maghrib menjelang.

Bebek Betutu

Bebek betutu merupakan makanan tradisional khas Bali yang dimasak dengan cara betutu. Cara ini memang menjadi ciri khas dari Bali, salah satunya adalah dengan bahan dasar bebek betutu yang dipadukan dengan aneka rempah pilihan.

Cara membuatnya berbeda-beda, namun biasanya setelah bumbu-bumbu dibuat dan telah menjadi base genep, maka selanjutnya adalah melumuri bumbu genep tersebut ke sekeliling bebek. Penyajiannya biasanya akan diberi tomat, timun, nasi, dan sambal matah agar semakin nikmat rasanya.

Eungkot Keumamah

Eungkot Keumamah merupakan makanan khas Aceh yang sangat lezat. Makanan ini berbahan dasar ikan tongkol yang telah direbus dan dikeringkan kemudian disuwir-suwir.

Makanan ini dimasak dengan santan kelapa, cabai hijau dan bahan rempah lainnya. Selama perang Aceh melawan Belanda, makanan ini menjadi andalan ketika bersembunyi karena awet tanpa perlu dipanaskan.

6 dari 7 halaman

Makanan Khas Daerah di Indonesia

Nasi Liwet Wongso Lemu

Nasi liwet menjadi salah satu kuliner solo yang wajib kamu coba. Salah satu tempat warung nasi liwet yang terkenal dengan kelezatannya adalah Nasi Liwet Wongso Lemu, warung ini sudah berdiri sejak tahun 1950 dan selalu ramai dengan pengunjung.

Untuk kamu yang belum tau, nasi liwet itu terdiri dari nasi gurih yang memiliki rasa hampir sama dengan nasi uduk. Biasanya nasi ini diberi ayam suwir yang dilengkapi dengan sayur labu, telur rebus, dan sambal sedikit.

Kuliner satu ini berada di Jalan Teuku Umar, Keprabon dan bisa kamu kunjungi mulai dari jam 16.00 – 01.00 dini hari. Untuk harga, nasi liwet ini dipatok mulai dari Rp 10.000 – Rp 20.000.

Cakalang Fufu

Cakalang fufu merupakan olahan ikan cakalang atau tongkol yang dibumbui, dijepit dengan kerangka bambu, dan diasap hingga matang. Kuliner ini merupakan hidangan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Daging ikan dibaluri garam dan bubuk soda.

Cakalang Fufu biasa dikonsumsi bersama nasi panas dan dabu-dabu. Suwiran daging cakalang fufu juga dapat ditambahkan dalam berbagai hidangan seperti selada kentang, mi cakalang, atau dimasak rica-rica dengan cabai.

Sate Payau

Sate payau adalah Makanan khas Kalimantan Timur yang sudah cukup populer dikalangan wisatawan, khususnya bagi para pecinta kuliner. Sate Payau berbeda dengan sate pada umumnya karena terbuat dari daging rusa. Tetapi, makanan khas Kalimantan ini terbilang sudah langka, sebab rusa merupakan satu satwa yang dilindungi.

Walau demikian, makanan khas yang satu ini masih dapat ditemui di beberapa acara festival yang di gelar di Kalimantan Timur. Sate payau memiliki struktur daging yang lembut serta empuk, bila dibanding dengan daging sapi atau kambing. sate ini biasa dihidangkan bersama dengan bumbu kacang dan kecap.

7 dari 7 halaman

Makanan Khas Daerah di Indonesia

Oseng-Oseng Mercon

Anda penggemar kuliner pedas? Jika Anda penggemar kuliner pedas, maka makanan khas Jogja selain gudeg yang satu ini wajib untuk masuk daftar tujuan kuliner saat berkunjung ke Jogja.

Oseng mercon ini bukan tanpa maksud kenapa diberi nama mercon. Oseng mercon ini memiliki rasa pedas yang sangat kuat, dan akan membuat lidah dan mulut Anda panas seperti terkena api mercon. Di dalam oseng mercon ini, terdapat tetelan daging seperti koyor sapi, usus, ati ampela dan kikil sebagai bahan utamanya, dan tentunya cabai rawit yang membuat rasanya pedas.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, maka Anda bisa menuju ke oseng-oseng mercon bu Narti. Oseng Mercon Bu Narti merupakan penjual oseng mercon pertama di Jogja, sejak tahun 1977.

Timlo Sastro

Bagi kamu yang belum tahu, timlo merupakan sejenis sup berkuah kaldu bening yang disajikan dengan daging ayam suwir, hati dan ampela, sosis solo, dan potongan telur pindang. Untuk menikmatinya, kamu bisa menyantapnya secara langsung atau mencampurnya dengan nasi. Rasanya akan semakin nikmat dengan menambahkan sambal dan perasan jeruk nipis.

Ada cukup banyak penjual timlo yang bisa kamu temukan di Solo. Salah satu yang populer dan terjamin kualitasnya adalah Timlo Sastro di Jalan Kapten Mulyadi No. 8, belakang Pasar Gedhe, Solo. Biasanya, warga Solo menyebut Timlo Sastro sebagai Timlo Mbalong karena lokasi Pasar Gedhe yang berada di Kampung Balong. Saat musim liburan tiba, Timlo Solo ini tak pernah sepi pengunjung.

Bubur Pedas

Bubur pedas adalah hidangan bubur tradisional dari Orang Melayu baik di Sambas dan Sarawak. Jenis bubur ini berasal dari orang Melayu di Sambas, Kalimantan Barat dan kemudian diadaptasi sebagai makanan untuk orang Melayu Sarawak.

Di Kalimantan Barat, bubur pedas biasanya terbuat dari bubur nasi dicampur ikan teri sedikit, kacang, daun bawang, dan rempah-rempah. Juga tak lupa dengan saus dan kecap untuk menambah citarasanya.

Biasanya bubur pedas juga ditambahkan perasan jeruk limau. Di Sambas, makanan ini merupakan makanan rakyat. Di Pontianak, biasanya orang menjual bubur pedas dengan gerobak.