Sukses

10 Penyebab Bintik Merah di Kulit, Tandakan Masalah Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Bintik merah di kulit termasuk jenus ruam kulit yang umum terjadi. Bintik merah di kulit bisa terjadi karena sejumlah alasan, mulai dari reaksi alergi hingga paparan panas. Banyak penyebab bintik merah pada kulit tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya.

Namun, dalam kasus tertentu, bintik merah juga bisa menandakan adanya infeksi dalam tubuh. Bintik merah pada kulit juga dapat terjadi karena kondisi yang lebih serius, seperti infeksi virus atau bakteri. Bintik merah yang disebabkan infeksi biasanya juga disertai gejala lain seperti demam atau luka lepuh.

Perawatan bintik merah pada kulit tergantung pada penyebabnya. Bintik merah yang disebabkan kondisi ringan seperti biang keringat atau dermatitis bisa sembuh dengan sendirinya atau dengan pengobatan rumahan. Sementara bintik merah yang disebabkan oleh infeksi memerlukan perawatan dokter.

Berikut penyebab bintik merah di kulit, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Kamis (21/1/2021).

2 dari 6 halaman

Penyebab bintik merah di kulit

Biang keringat

Biang keringat, ruam panas, atau juga disebut miliaria terjadi ketika kelenjar keringat tersumbat, menjebak keringat di lapisan dalam kulit. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil dengan kelenjar keringat yang belum matang. Gejala biang keribgat meliputi kelompok benjolan merah kecil yang disebut papula, benjolan keras berwarna daging, sensasi gatal atau berduri, keringat ringan, nyeri, pusing dan mual.

Ruam panas biasanya hilang dalam waktu 24 jam. Perawatan biasanya melibatkan penggunaan losion atau bedak untuk meredakan gatal, iritasi, dan bengkak. Biang keringat juga bisa dicegah dengan menjaga kulit tetap dingin dan menghindari pakaian yang ketat.

Biduran

Biduran atau urtikaria adalah munculnya benjolan atau plak merah pucat pada kulit secara tiba-tiba. Biduran biasanya berwarna merah, merah muda, atau berwarna daging, dan kadang-kadang terasa perih atau sakit.

Dalam kebanyakan kasus, gatal-gatal disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan atau reaksi terhadap iritasi di lingkungan. Sebagian besar ruam akan hilang dengan sendirinya. Bedak, losion, dan antialergi bisa digunakan untuk mengurangi gejalanya.

3 dari 6 halaman

Penyebab bintik merah di kulit

Keratosis pilaris

Keratosis pilaris (KP) adalah kondisi kulit umum yang menyebabkan benjolan kecil berwarna merah, putih, atau daging pada kulit. Kondisi ini paling sering memengaruhi bagian luar lengan atas. Ini juga dapat memengaruhi lengan bawah dan punggung atas.

Gejala keratosis pilaris meliputi kulit yang terasa kasar atau kering, bercak benjolan kecil tanpa rasa sakit di kulit, dan gatal. Kondisi ini bisa diatasi dengan pelembap yang mengandung urea atau asam laktat, salep dan losion untuk mengurangi gejala.

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan zat yang mengiritasi kulitnya atau memicu reaksi alergi. Gejala dermatitis kontak bervariasi tergantung pada pemicu dan tingkat keparahan reaksinya. Gejala dermatitis kontak meliputi ruam yang muncul dalam pola atau bentuk geometris, kulit kering yang mengelupas dan pecah-pecah, ruam kulit cerah dan memerah, gatal-gatal, lepuh berisi cairan, kulit gelap dan menebal, dan kepekaan terhadap sinar matahari.

Perawatan untuk dermatitis kontak tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala seseorang. Gejala ringan hingga sedang membaik ketika seseorang menghindari kontak dengan iritan atau alergen. Untuk gejala yang parah, dokter dapat meresepkan antihistamin topikal atau oral yang lebih kuat.

4 dari 6 halaman

Penyebab bintik merah di kulit

Dermatitis atopik

Dermatitis atopik, juga dikenal sebagai eksim, adalah kondisi inflamasi kronis kulit. Ada banyak jenis eksim, termasuk eksim papular yang muncul sebagai benjolan merah kecil di kulit. Selain benjolan merah di kulit, eksim dapat menyebabkan kulit yang sangat gatal, panas dan bengkak kulit, kulit kering bersisik, dan lepuh berisi cairan.

Dermatitis atopik dapat diatasi dengan minum obat resep, seperti steroid dan antihistamin, terapi cahaya, mengoleskan pelembap, dan menghindari pemicu seperti udara kering, stres, dan alergen.

Rosacea

Rosacea merupakan kondisi kulit yang menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, dan jerawat kecil. Rosacea paling sering terjadi pada orang dewasa berusia 30-60 tahun, orang dengan kulit cerah, dan mereka yang sedang mengalami menopause.

Gejala rosacea meliputi kulit yang teriritasi atau merah di dahi, hidung, pipi, dan dagu, pembuluh darah yang terlihat di bawah kulit, kelompok benjolan atau jerawat kecil, kulit tebal di wajah, mata merah, gatal, atau berair, radang kelopak mata, dan penglihatan kabur. Menjaga kebersihan kulit, menghindari pemicu, menggunakan pelembap dan tabir surya bisa membantu mengatasi kondisi ini.

5 dari 6 halaman

Penyebab bintik merah di kulit karena infeksi

Cacar air dan cacar api

Infeksi tertentu juga dapat menyebabkan bintik merah pada kulit. Cacar air dan cacar api yang disebabkan oleh virus varicella-zoster dapat menimbulkan gejala berupa bintik merah. Infeksi ini menghasilkan lepuh merah, gatal, berisi cairan yang dapat muncul di mana saja di tubuh.

Rubella

Rubella merupakan infeksi virus yang menular dan menyebabkan ruam khas berupa bintik-bintik merah atau merah muda. Ruam biasanya dimulai di wajah sebelum menyebar ke batang tubuh, lengan, dan kaki. Infeksi rubella juga menyebabkan demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Rubella bisa dicegah dengan vaksin untuk bayi dan anak berusia antara 9 bulan dan 6 tahun.

6 dari 6 halaman

Penyebab bintik merah di kulit karena infeksi

Meningitis

Meningitis adalah peradangan pada selaput yang menutupi sumsum tulang belakang dan otak. Ini biasanya terjadi karena infeksi bakteri atau virus. Gejala meningitis meliputi demam, leher kaku, sakit kepala, mual, sensitivitas cahaya, kebingungan, dan muntah. Ruam tidak selalu muncul. Namun, jika ya, seseorang mungkin melihat bintik kecil berwarna merah muda, merah, cokelat, atau ungu pada kulit.

Infeksi MRSA (staph)

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis bakteri yang resisten terhadap beberapa antibiotik. MRSA sering menginfeksi kulit, menyebabkan area kulit yang meradang dan nyeri. Orang juga mungkin mengalami drainase nanah dari kulit yang terkena dan demam.

Infeksi bakteri lain pada kulit juga dapat menyebabkan area kulit yang nyeri dan meradang. Jika curiga mengalami infeksi kulit, sebaiknya konsultasikan ke dokter.