Sukses

Bendung Lepen di Jogja, Taman Desa Kotor Kini Jadi Tempat Wisata Keluarga yang Nyaman

Liputan6.com, Jakarta Bendung Lepen menjadi salah satu destinasi pelepas penat yang setahun belakangan menjadi favorit warga Jogja dan sekitarnya. Lokasi Bendung Lepen berada di hulu Kali Gajah Wong, tepatnya di Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. 

Bendung Lepen sendiri dulunya merupakan saluran irigasi yang tidak sebersih sekarang ini. Sebelumnya, tempat ini merupakan saluran irigasi yang kumuh disertai taman desa yang tak terurus. Namun, kesadaran para pemuda akan kebersihan lingkungan mengubah kali (sungai/lepen) yang semula begitu kotor menjadi tempat wisata yang disenangi banyak orang.

Bendung Lepen sekarang menjadi indah dan dipenuhi ikan nila dan gurame. Jika dulunya hanya menjadi taman wisata yang tidak terurus dan kumuh, sekarang ini Bendung Lepen menjadi destinasi wisata yang nyaman dikunjungi bersama keluarga. Bahkan di kala pandemi COVID-19 ini, Bendung Lepen tidak kekurangan peminat.

Masih banyak anak-anak yang menikmati senja dengan riang sambil memberi makan ikan di kali. Tentunya ditemani oleh orang tuanya yang juga bisa mencuci mata melihat aliran air yang jernih dengan ikan warna-warni yang berenang di kali. Selain itu, banyak juga anak muda yang duduk-duduk di taman sembari menikmati udara sore yang sejuk ditemani segelas es teh.

2 dari 6 halaman

Berawal dari Kesadaran Pemuda akan Kebersihan Lingkungan

Bendung Lepen menjadi tempat rekreasi yang banyak diminati seperti sekarang tentunya membutuhkan proses yang tidak sebentar.  Keindahan Bendung yang terletak tidak jauh dari Terminal Giwangan ini tidak lepas dari peran para pemuda Mrican, yang tergabung ke dalam Mrican Youth.

Berawal dari kesadaran para pemuda yang sering nongkrong di taman desa ini, akhirnya Bendung Lepen menjadi tempat yang bersih dan nyaman seperti yang kita lihat sekarang ini.

“Dulu kita nongkrong itu yang lewat bukan ikan, sampah. Muncullah teman-teman ide gimana biar sampahnya ini bersih, kalo nongkrong enak. Terus dibersihkan, dibikin penyaring sampah sampai sungainya bersih. Terus pas udah bersih, kok ga ada isinya nih, terus ngisi ikan dari iuran warga. Lama kelamaan makin banyak,” jelas Adit, salah satu pengurus Bendung Lepen.

Proses membersihkan bendung yang dulunya kotor ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu selama 3-4 bulan. Hal ini disebabkan karena sedimen pasir dan sampah yang ada di kali cukup tinggi. Pembersihan kali pun dimulai pada bulan Februari 2019.

3 dari 6 halaman

Dari Irigasi Menjadi Tempat Rekreasi

Mengubah saluran irigasi yang kotor menjadi tempat rekreasi yang dikunjungi banyak orang tentunya tidak mudah. Namun, kepedulian pemuda dengan kebersihan lingkungannya malah menghasilkan hal yang terduga, membuat bendung lepen menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jogja.

Adit menjelaskan, tidak ada yang menduga dan berencana tempat ini bisa menarik begitu banyak wisatawan seperti sekarang.

“Dari awal gak ada tujuan buat dijadiin tempat wisata, kita cuma mau bersih, karna taman ini udah ada dari dulu, tapi mangkrak. Padahal ada gazebo buat kita nongkrong, tapi tempatnya kurang terurus dan kotor. Tau-tau diisi ikan, banyak warga yang datang, bawa temen, terus jadi rame,”  terangnya, ketika ditemui Liputan6 di Bendung Lepen, Senin (25/1/2021).

Berawal dari percakapan mulut ke mulut dari warga sekitar, Bendung Lepen akhirnya booming di media sosial setelah keindahannya membuat warganet berdecak kagum. Banyak orang berkunjung dan mengunggah foto-foto keindahan Bendung Lepen di Instagram, Twitter, maupun Facebook, sehingga samakin banyak orang tertarik mengunjungi tempat ini.

Gerakan para pemuda untuk membersihkan kali di lingkungannya sendiri, dengan turun langsung membersihkan kali semula sempat dicibir beberapa orang.

“Dulu kita langsung gerak aja nyemplung terus bersihin kali, sampe ada beberapa orang bilang kita anak-anak muda kurang kerjaan,” tambah Adit, mengenang saat pertama kali membersihkan kali.

Sebelumnya fungsi bendung lepen untuk irigasi, mengairi sawah di daerah Bantul. Sekarang fungsi tersebut tetap berjalan dengan baik. Bahkan, ditambah dengan menjadi tempat untuk rekreasi keluarga yang menyenangkan.

4 dari 6 halaman

Memberi Makan Ikan dan Menikmati Senja di Bendung Lepen

Banyak kegiatan yang bikin hati tenang saat ke Bendung Lepen ini. Kamu bisa memberi makan ikan yang telah disediakan di sekitar kali. Cukup dengan membayar Rp 2.000 saja, kamu sudah mendapatkan satu gelas makanan ikan. Tidak heran banyak orang berdiri dan duduk-duduk di sepanjang kali sambil melihat ikan berenang melawan arus aliran air yang tenang.

Selain itu, kamu juga bisa memancing ikan di kali yang terpisah dari kali utama untuk memberi makan ikan. Setelah memancing, kamu bisa membeli ikan tersebut dan membawa ikan segar untuk dimasak di rumah. Kamu bisa membeli ikan di sini setiap hari, tentunya selama persediaannya ada.

Sambil melakukan berbagai kegiatan tersebut, kamu juga bisa menikmati berbagai kuliner yang dijual di Bendung Lepen. Minuman segar, jajanan pasar, hingga angkringan bisa menjadi pilihan untuk mengganjal perut. Para penjual makanan dan minuman di Bendung Lepen sendiri kebanyakan adalah warga sekitar, yang mulai berjualan semenjak pertengahan tahun 2020, saat Bendung Lepen booming di media sosial.

Berbagai aktivitas, seperti memberi makan ikan, memancing, hingga kulineran semakin syahdu dengan suasana yang tenang dan bikin nyaman. Waktu terbaik untuk berkunjung tentunya adalah pagi dan sore, di saat udara sedang sejuk-sejuknya. Tidak sedikit orang yang datang bersepeda ke sini untuk menikmati suasana asri yang segar. Pada malam hari, tempat ini juga tidak kalah syahdu dengan lampu taman yang romantis.

Saat pandemi ini, dilakukan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan di Bendung Lepen. Berbagai imbauan dan tempat cuci tangan telah disediakan di sekitar bendung lepen. Pandemi ini membuat pengunjung di Bendung Lepen cukup berkurang. Namun, hal itu tidak membuat tempat ini benar-benar sepi penunjung.

Saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, Bendung Lepen tutup jam 7 malam. Sementara di hari biasa sebelum adanya pandemi COVID-19, tempat wisata Jogja ini tutup jam 10 malam. Saat pagi dan sore hari kebanyakan pengunjung Bendung Lepen adalah keluarga (orang tua dan anaknya), di malam hari biasanya mahasiswa atau pemuda yang nongkrong di tempat ini.

5 dari 6 halaman

Pemeliharaan Dilakukan Setiap Hari

Pemeliharaan Bendung Lepen sendiri dilakukan oleh organisasi Mrican Youth setiap harinya. Setiap orang diberikan tugas masing-masing sesuai dengan bidangnya, seperti bidang pengelolaan ikan, infrastruktur, dan lain-lain. Setiap hari setelah tempat ini tutup, akan ada warga dan pemuda yang bersih-bersih, seperti menyapu dan membuang sampah.

“Kegiataran rutinnya kerja bakti setiap hari kamis pahing, sebulan sekali untuk bersih-bersih secara total, semua pemuda dan warga ikut,” jelas Adit.

Selain itu, biasanya setelah panen ikan, dilakukan pengerukan bagian bawah kali lagi supaya bersih kembali. Panen biasanya dilakukan sekali dalam 4 atau 5 bulan.

“Terakhir panen september 2020, bulan Februari (2021) mungkin bakal panen lagi. Panen sudah 3 kali selama ini,” tambahnya.

Panen ikan di Bendung Lepen diprioritaskan untuk warga telebih dahulu, karena itu saat pandemi ini bahkan dilakukan pembatasan untuk yang ingin measuk atau membeli ikan saat panen. Ikan di Bendung Lepen sendiri saat panen dijual dengan patokan di bawah harga pasar. Selain saat panen, tiap harinya, kamu juga bisa membeli ikan segar.

Untuk selanjutnya, Adit mengungkapkan bahwa pembersihan kali akan diperpanjang sekatnya sampai habis kampung, yaitu sampai ring road. Sekarang ini pengurus Bendung Lepen fokus untuk memperpanjang pembersihan kali dan mengisi ikan.

6 dari 6 halaman

Belajar Peduli Lingkungan dan Menjaga Alam

Bendung Lepen menjadi tujuan wisata atau rekreasi yang bagus untuk menenangkan pikiran sejenak dari hiruk-pikuk kota.  Tidak hanya keluarga, anak muda dan orang dewasa yang bosan dengan rutinitas juga bisa memanjakan mata dan menghirup udara segar yang menenangkan di Bendung Lepen ini.

Walaupun terbilang bersih, sangat disayangkan masih ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan, padahal sudah disediakan banyak tong sampah. Pihak pengurus Bendung Lepn sendiri sudah menyediakan tempat sampah di beberapa tempat dan spanduk imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Padahal, sungainya udah bersih tapi masih buang sampah sembarangan. Kita himbauannya juga sudah bikin tulisan yang menarik mata biar orang-orang sadar buat tidak buang sampah sembarangan,” jelas Adit, menyanyangkan masih ada orang yang buang sampah sembarangan.

Bendung Lepen yang makin banyak dikunjungi orang dari berbagai wilayah. Tidak hanya para pemuda dan warga pengurus Bendung Lepen saja yang seharusnya menjaga kebersihan tempat tersebut, namun pengunjung juga harus sadar akan kebersihan lingkungan.

Para orang tua yang datang membawa anaknya mengingatkan pada anaknya supaya tidak membuang sampah sembarangan. Begitu pula dengan orang dewasa yang berkunjung, tentunya bisa membaca imbauan yang telah dibuat pengurus Bendung Lepen untuk membuang sampah pada tempatnya.

Terakhir, Adit memberikan pesan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi keberlangsungan alam di sekitar kita.

“Kalo kita sih dari dulu cuma 1 teman-teman bilang, jaga alammu, alammu akan menjagamu gantian,” pungkasnya.

Cerita dari para pemuda dan warga di sekitar Bendung Lepen ini tentunya dapat menjadi inspirasi kita untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam, tentunya alam juga akan memberikan kamu kenyamanan dalam melakukan aktivitas setiap harinya. Kamu bisa melihat aktivitas Bendung Lepen di Instagram @bendung_lepen.