Sukses

7 Cara Masak Deep Frying yang Tepat, Hasilkan Makanan yang Renyah dan Gurih

Liputan6.com, Jakarta Mungkin Anda pernah menjumpai penjaja makanan yang menggoreng dengan minyak dalam jumlah banyak. Ya, tujuannya tentu agar makanan yang digoreng lebih renyah dan semakin memikat lidah. Nama dari metode tersebut adalah deep-frying.

Cara masak deep frying membutuhkan minyak dalam jumlah banyak, agar seluruh bagian matang dapat matang dengan sempurna. Meski terlihat mudah, alias hanya mencelupkan bahan makanan ke dalam minyak, namun cara masak deep frying diperlukan perhatian khusus, terutama dari segi persiapan.

Lantas, seperti apa cara masak deep frying yang dimaksud? Berikut Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, mengenai bagaimana cara masak deep frying yang tepat, Senin (1/2/2021).

2 dari 8 halaman

1. Perhatikan jenis minyak

Cara masak deep frying yang pertama, dengan memerhatikan pemilihan jenis minyak yang akan digunakan. Sebab, minyak yang digunakan untuk deep frying haruslah minyak goreng yang tahan dengan suhu tinggi serta mampu dipakai berulang kali.

Maka dari itu, jangan sampai menggunakan jenis EVOO alias extra virgin olive oil. Sebab, EVOO lebih tepat digunakan untuk membuat tumisan ringan, bahkan cenderung banyak digunakan sebagai dressing makanan serta salad.

Lantas minyak apa yang tepat? Ada baiknya memilih minyak sayur. Minyak sayur juga punya rasa netral serta harga yang ekonomis. Sehingga akan sangat cocok untuk dipakai di rumah atau bahkan restoran. Selain minyak sayur bisa juga digunakan minyak kacang, minyak bunga matahari, serta minyak canola.

3 dari 8 halaman

2. Gunakan alat yang tepat

Selanjutnya, cara masak deep frying juga akan semakin maksimal hasilnya, jika menggunakan alat masak khusus yang bernama deep fryer. Pada alat ini terdapat strainer atau peniris minyak yang dapat dikaitkan.

Kendati direkomendasikan, harga alat cukup mahal untuk digunakan di rumah yang notabene tidak sering menggunakan cara masak deep frying. Alat ini juga butuh jumlah minyak dalam jumlah banyak, itulah sebabnya cara masak deep frying dengan alat ini jadi kurang ekonomis bagi rumah tangga.

Jadi, pakai alat seperti apa? Tidak perlu khawatir, Anda bisa menggunakan wajan atau panci yang memiliki cekungan cukup besar. Hal ini agar bahan makanan bisa dicelupkan ke dalam minyak seluruhnya.

4 dari 8 halaman

3. Siapkan adonan tepung

Selalu pastikan tepung yang digunakan masih segar. Selain itu, pastikan menggunakan air dingin sebagai campuran tepung, kecuali untuk tempura yang lebih ideal jika menggunakan air soda.

Kemudian, pastikan adonan yang telah dibumbui untuk tidak digunakan lagi jika sudah beberapa jam. Pasalnya, penggunaan adonan yang sudah terlampau lama, bisa membuat hasil gorengan akan jadi terlalu tebal. Maka, ada baiknya membuat adonan tepung tepat sebelum bahan akan digoreng. Hal ini bisa membuat hasil dari deep frying lebih maksimal.

5 dari 8 halaman

4. Pastikan makanan kering

Kemudian, cara masak deep frying ini ada hubungannya dengan keamanan dan keselamatan selama proses penggorengan. Pasalnya, bahan makanan yang masih lembap, bisa membuat minyak lebih menggelembung dan berisiko menciprati tangan.

Itulah mengapa, ada baiknya memastikan makanan kering sebelum digoreng. Namun, khusus untuk sayuran serta bahan yang teksturnya lembut seperti tahu, atau bahkan ikan, coba keringkan sedikit sebelum mulai digoreng.

6 dari 8 halaman

5. Perhatikan suhu minyak

Cara masak deep frying selanjutnya juga tidak kalah penting. Bahkan, hal ini merupakan salah satu yang paling penting, yaitu dengan cek suhu minyak goreng. Memang, jika menggunakan alat deep fryer sudah terdapat indikator suhu. Tapi bagaimana jika menggoreng dengan wajan biasa?

Anda bisa gunakan alat temperatur, atau bisa juga dengan mencelupkan sumpit atau sendok kayu ke minyak. Jika terlihat bergelembung, disekitarnya, maka minyak sudah cukup panas.

Jika punya alat temperatur, maka idealnya suhu minyak untuk cara masak deep frying yaitu pada kisaran suhu 190 C hingga 204 C. Akan tetapi, salah satu hal yang patut diingat yaitu agar jangan meninggalkan minyak yang sedang dipanaskan tanpa pengawasan. Hal ini berisiko menimbulkan asap hingga kebakaran.

7 dari 8 halaman

6. Jangan menggoreng hingga wajan penuh

Meski minyak yang digunakan cukup banyak, dan mungkin bisa menggoreng banyak bahan, tapi hal tersebut berisiko membuat makanan justru kurang maksimal hasilnya. Maka dari itu, ada baiknya menghindari menggoreng terlalu banyak. Jika bahan yang digoreng terlalu banyak, maka bisa menurunkan temperatur minyak dan akhirnya hasil gorengan justru terlalu berminyak bahkan basah.

Sedangkan saaat makanan tidak terlalu memadati wajan, maka hasil gorengan pada tiap bahan makanan jadi lebih konsisten serta seluruh permukaan makanan bisa matang dengan sempurna dan merata.

8 dari 8 halaman

7. Tiriskan minyak

Kemudian, cara masak deep frying yang terakhir yaitu dengan meniriskan makanan yang telah digoreng. Mengapa demikian? Sebab makanan yang tidak ditiriskan dengan baik, akan menyebabkan makanan jadi lebih berminyak serta memengaruhi kualitas, tekstur, bahkan cita rasanya. Anda bisa menggunakan bantuan tisu untuk mempercepat proses penirisannya.