Sukses

Kocak, Debt Collector Ini Pakai Kostum 'Dewa Keberuntungan' saat Tagih Utang

Liputan6.com, Jakarta Istilah debt colector pasti sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Debt Collector atau penagih utang adalah orang yang ditugaskan untuk menagih para pengutang yang biasanya akan mendatangi kediamannya.

Sosok penagih utang alias debt collector ini lekat dengan kesan menakutkan bagi para debitur. Mereka tak jarang akan melakukan kekerasan agar orang-orang segera membayar utang. Tak sedikit debitur atau si pengutang yang berusaha kabur sebelum penagih utang mendatangi rumah mereka demi menyelamatkan diri.

Namun, kesan negatif itu seketika sirna usai melihat jasa peminjaman uang yang berbasis di Singapura ini memiliki cara kreatif untuk menagih tagihan tanpa memunculkan kesan menakutkan.

Mereka melakukan cara unik dan alternatif lain yang profesional dan ramah terhadap debitur. Yakni dengan memakai kostum "Dewa Keberuntungan" di tengah perayaan Imlek

2 dari 3 halaman

Pakai Kostum 'Dewa Keberuntungan'

Melansir dari World of Buzz oleh Liputan6.com, Senin (15/2/2021) sebuah perusahaan peminjam uang baru-baru ini ramai diperbincangkan usai mengirim penagih utangnya dengan cara yang kreatif. Jauh dari kesan garang dan menakutkan, para debt collector ini memakai kostum "Dewa Keburuntungan" saat mendtangi satu per satu para pengutang.

“Kami tidak seburuk yang dipikirkan publik. Perusahaan yang berbeda bekerja secara berbeda. Kami termasuk dalam tipe yang ramah dan profesional. Bersikap kasar tidak bisa menyelesaikan masalah sama sekali," pernyataan dari perusahaan Fast Debt Recovery, dikutip dari World of Buzz.

Aksi para debt collector ini menjadi perbincnagan usai beberapa fotonya diunggah di laman Facebook FastDebtRecover pada Sabtu (13/2/2021) lalu. 

3 dari 3 halaman

Bertepatan dengan Imlek

Menurut perwakilan Fast Debt Recovery, biasanya setiap Tahun Baru Imlek mereka akan mengirim jeruk kepada debiturnya. Namun lantaran tahun ini terdampak Covid-19, mereka memutuskan untuk melakukan aksi berberdandan sebagai Dewa Keberuntungan. Hal itu dilakukan dengan harapan orang-orang akan memiliki rezeki di tahun ini.

FDR merupakan perusahaan peminjaman yang mengklaim berbeda dari yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa bersikap kasar tidak dapat menyelesaikan masalah sama sekali. Selain penagih utang, perusahaan juga banyak melakukan kegiatan amal dan berkontribusi kepada masyarakat dengan donasi.

"Berbagi adalah peduli. Mudah untuk menghasilkan uang, tetapi jauh lebih sulit untuk membuat perbedaan. Kita bisa mengubah dunia dan menjadikannya tempat yang lebih baik. Itu ada di tangan kita untuk membuat perbedaan." tutupnya.